Analisis

Persaingan Sehat Penjaga Gawang PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dalam kompetisi Liga 2 musim ini, pembatasan usia menjadi berkah sendiri bagi pemain muda untuk menambah jam terbang. Terutama di sektor penjaga gawang PSS Sleman. Tiga slot penjaga gawang diisi oleh Try Hamdani, Grateo Hadi, dan Syahrul Fadil.

Berbeda dari 3 musim terakhir, penjaga gawang Super Elja diisi oleh pemain senior. Mulai dari Herman Batak, Syamsidar, Agung Prasetyo, hingga Nanda Pradana. Walaupun diisi oleh anak-anak muda, kualitas ketiganya tidak kalah dengan kiper senior yang pernah membela PSS terlebih dahulu.

Try Hamdani merupakan eks kiper Sriwijaya FC U-21, sempat pula dipanggil ke tim senior oleh pelatih kiper Sriwijaya FC Hendro Kartiko. Walupun telah dilepas oleh Sriwijaya, manajemen Laskar Wong Kito tetap memantau perkembangan kiper muda dengan postur 180cm ini.

“Dan jika saja terus mengalami peningkatan, dia bisa saja akan kita bawa pulang lagi,” ungkap Nasrun Umar manajer Sriwijaya Fc

Sementara 2 pos penjaga gawang tersisa diisi oleh Grateo Hadi yang merupakan kiper ketiga PSS musim lalu di ISC B 2016 dan Syahrul Fadil eks kiper PS TNI U-21 yang berhasil merengkuh gelar juar ISC A U-21.

Sebelumnya juga memperkuat PSS di putaran 1 ISC B 2016. Kedua kiper ini pun merupakan putra daerah Kabupaten Sleman.

Kematangan serta jam terbang Try Hamdani dan Syahrul Fadil pun tidak begitu mengecewakan. Keduanya mendapatkan menit bermain di klub sebelumnya, walaupun hanya di level U-21 bukan di tim senior.

Mungkin hanya Grateo Hadi yang mempunyai menit bermain rendah karena menjadi kiper ketiga musim lalu. Penampilan Try Hamdani di pramusim musim ini pun cukup memuaskan.

Di 2 laga yang telah dijalani di Liga 2 ini, pos penjaga gawang selalu mengalami rotasi. Try Hamdani mengawal gawang PSS di laga pertama dan Syahrul Fadil di laga selanjutnya melawat ke Purbalingga.

Walaupun Try Hamdani kecolongan 1 goal melalui situasi one-on-one melawan PSCS Cilacap, namun penampilannya juga apik dengan beberapa kali melakukan penyelamatan penting.

Penampilan Syahrul Fadil di Purbalingga tampak memuaskan. Walaupun intensitas serangan dari tuan rumah tidak begitu baik terutama finishing akhir di 1/3 akhir lapangan. Kedua pertandingan ini pun berjalan dengan tempo tinggi dan tekanan besar terutama dari Sleman Fans sendiri.

Dengan komposisi skuat kiper yang tidak terlalu jauh kualitasnya akan menimbulkan persaingan sehat untuk memperebutkan pos utama sebagai penjaga gawang.

Bukan tidak mungkin starting eleven di pos kiper pun sering berubah-ubah tergangtung dari mental, kondsi fisik, dan kesiapan dari ketiga kiper sebelum pertandingan.

Semoga pelatih kiper PSS, Rajab Akuk Thalib bisa lebih memoles dan memaksimalkan kualitas yang dimiliki ketiga kiper muda tersebut. Serta memilih penjaga gawang di setiap pertandingan yang benar-benar siap dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Komentar

Comments are closed.