Analisis

Persibangga vs PSS: Monoton di Babak Pertama, Memuaskan di Babak Kedua

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS melanjutkan perjuangannya di Liga 2 Indofood dengan bertandang ke Purbalingga, melawan tuan rumah Persibangga. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2013, saat Divisi Utama LPIS.

Uniknya, kedua laga melawan Persibangga saat itu digelar di Stadion Maguwoharjo, kedua berakhir untuk kemenangan PSS Sleman, 2-0 dan 1-2. Tentu kita masih ingat tendangan spektakuler Anang Hadi dari tengah lapangan menghujam gawang Persibangga, 4 tahun yang lalu.

PSS melawat ke Stadion Goentoer Darjono tanpa sang kapten Busari, Rossi Noprihanis pun tidak tampak dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) PSS. Keduanya harus menepi dikarenakan cedera yang diperoleh saat latihan.

Walaupun tanpa kekuatan penuh, PSS datang dengan misi menjemput poin 3, untuk mengobati kekecewaan Sleman Fans yang “berang” di media sosial menyusul kekalahan menyakitkan kala melawan PSCS Cilacap di laga pembuka.

Coach Freddy Muli melakukan perubahan pada starting eleven, dengan membangkucadangkan Kito dan meninggalkan Rossi di Sleman.

Sebagai gantinya coach FM memasang Andik Rahmat di lini tengah dan Angga Setiawan untuk mengisi posisi Rossi. Tidak hanya itu, perubahan formasi juga dilakukan coach FM di pertandingan tandang kali ini. Perubahan yang dimaksud adalah 4-4-2 menjadi 4-5-1 (yang bisa berubah menjadi 4-2-3-1).

Belajar dari pertandingan pertama ketika formasi 4-4-2 yang diterapkan PSS berhasil ditekan habis-habisan oleh PSCS, coach FM menambah pemain di lini tengah.

Sebelumnya hanya ada 2 pemain yang ditugaskan mengawal lini tengah yaitu Dirga Lasut dan Arie Sandy. Dirga bertugas membantu penyerangan dan Arie didapuk sebagai seorang gelandang bertahan.

Di pertandingan melawan Persibangga (26/4), FM menggunakan tiga pemain tengah, Arie Sandy, Dirga, dan Andik Rahmat. Sepertinya sang pelatih asal Sidoarjo ingin memperkuat lini tengahnya, mencegah mimpi buruk ketika melawan Cilacap tidak terjadi lagi.

Sama seperti pertandingan pertama, Dirga bermain menyerang, membantu Riski di lini depan. Sedangkan Andik Rahmat ditugaskan untuk menjaga kedalaman lini tengah, menjadi penghubung antara  lini belakang dengan lini depan.

Sebuah tugas krusial bagi Andik Rahmat, yang pada pertandingan tersebut pertama kali dipasang menjadi starter.

Ada yang berbeda ketika pemain PSS tidak menguasai bola, para pemain terlihat aktif melakukan pressing sejak pemain Persibangga membangun serangan. Hal ini tidak terlihat saat melawan PSCS minggu lalu, yang membuat Jimmy Suparno leluasa menari-nari di lini tengah.

High Pressing yang diterapkan pemain PSS membuat Persibangga terpaksa bermain long ball, membuang bola langsung ke depan. Pressing ini menyebabkan para pemain Persibangga tidak nyaman menguasai bola dan mengembangkan permainan mereka.

Hasilnya, pada babak pertama tidak ada shoots on target yang berhasil dicatatkan oleh Persibangga.

Dengan kondisi lapangan yang tidak rata dan bergelombang, PSS bermain dengan bola-bola lambung ke depan, memanfaatkan kecepatan kedua sayapnya. Angga dan Imam Bagus menjadi target umpan dari lini belakang.

Waluyo dan Jodi Kustiawan menjadi pemberi umpan dari lini belakang. Taktik ini berjalan baik pada 10 menit awal pertandingan, Imam Bagus dan Angga mendapatkan 2 peluang emas dengan skema ekspoitasi sayap kemudian mengirim umpan ke daerah kotak penalti lawan.

Sayang penyelesaian yang kurang tenang membuat keduanya gagal menciptakan peluang.

Setelah 10 menit awal, PSS seperti kehilangan pola bermain, bola-bola lambung sering dikirimkan ke depan dengan akurasi yang buruk. Hal ini dapat dilihat dari statistik di babak pertama, PSS mencatatkan 39x failed pass.

Skema ini menghilangkan peran pemain tengah di lapangan, karena tugas mengirimkan umpan jauh diambil alih oleh Waluyo dan Jodi. Peran Andik Rahmat dalam pertandingan ini masih jauh dari kata memuaskan.

Andik gagal menjalankan tugasnya, bahkan terlihat tidak jelas fungsinya di lini tengah. Andik seperti hanya mengejar bola ngalor ngidul, membuat coach FM langsung menggantinya di menit ke-40.

Setelah sempat kehilangan pola permainan sepanjang babak pertama, PSS bermain lebih rapi di babak kedua. Meminimalkan umpan-umpan lambung ke depan dan memaksimalkan area sayap.

Masuknya Kito di menit 60 adalah keputusan tepat yang diambil oleh pelatih. Masuknya Kito dengan napas baru, membuat bek kanan Persibangga keteteran terutama saat menghadapi serangan balik yang berawal dari area permainannya.

Masuknya Fajar Ginting (No. 11) membuat permainan Persibangga lebih eksplosif di area kanan permainan PSS. Bek kanan Persibangga menjadi lebih sering naik dan membantu penyerangan.

Eksplosivitas dari Fajar Ginting membuat Tedi berlian harus jatuh bangun sampai harus digantikan oleh Revi Agung. Yang menjadi perhatian, positional play dari Revi ini sangat mengkhawatirkan.

Revi sering out of position, terlalu terpaku dengan bola tanpa melihat pergerakan pemain lawan. Menghasilkan ruang kosong yang seringkali dimanfaatkan oleh para pemain Persibangga.

Masuknya Kito membuat skema serangan balik “andalan” coach FM kembali diaktifkan. Skema yang dimaksud adalah menempatkan Kito dan Riski di garis tengah lapangan, sembari menunggu pemain belakang berhasil merebut bola dari pemain lawan.

Ketika bola berhasil direbut, bola akan langsung diberikan kepada Kito di sayap kiri. Pada Piala Presiden lalu skema serangan balik ini sukses besar, berhasil membuat Mitra Kukar harus kebobolan 2 gol.

Namun di dua partai awal Liga 2, skema ini belum berhasil menorehkan gol. Ada satu komponen yang hilang, yaitu pemain dengan umpan panjang akurat; pemain tersebut adalah Busari.

Akhir tulisan, kemenangan tandang ini patut diapresiasi. Terlepas dari kurang maksimalnya lini tengah PSS, namun kita harus menyadari beberapa hal, kondisi lapangan dan cederanya Busari. Evaluasi sudah menjadi tugas tim pelatih, dan evaluasi pasti akan dilakukan.

Jadi, mari kita syukuri kemenangan ini seperti apa yang disampaikan di dalam Al Quran, bahwa ketika kita mensyukuri nikmat yang diberikan, maka nikmat tersebut akan ditambahkan.

Bersyukurlah dengan kemenangan PSS kali ini, Insya Allah nikmat-nikmat berikutnya akan ditambah oleh Allah SWT. Bermain jelek atau beruntung, BERSYUKURLAH.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.