Berita

Pertandingan Belum Berakhir, Begitu Pula Kompetisi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Tak seperti biasanya, wartawan tak perlu menunggu lama. Sesaat setelah anthem dinyanyikan, Seto Nurdiantoro dan Jodi Kustiawan bergegas menuju ruang konferensi pers. “Kami beruntung bisa menciptakan gol di awal,” ujar Seto mengawali pendapatnya mengenai laga melawan PSBS Biak.

Setengah menit lebih satu detik waktu yang dibutuhkan PSS Sleman untuk membuka keunggulan melalui sentuhan pelan Ichsan Pratama. Menurut Seto, kejadian itu sangat mempengaruhi permainan tim tamu. Mengingat ia sebelumnya telah memprediksikan lawan akan bermain bertahan secara compact, tetapi berkat gol tersebut memaksa PSBS Biak bermain lebih terbuka.

Pelatih asal Kalasan itu juga berpendapat bahwa gol Ichsan membuat perbedaan dari permainan Laskar Sembada terutama perihal penciptaan peluang. “Bersyukur bisa mencetak gol di awal babak. Ini membuka celah untuk memberikan peluang-peluang yang lain,” ungkap mantan pemain timnas Indonesia era 2000-an itu.

Dibandingkan pertandingan sebelumnya saat menghadapi Persegres Gresik, Seto menuturkan bahwa ada peningkatan, tetapi hanya sedikit saja. Ia juga menyoroti masih banyaknya kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan pada laga-laga sebelumnya. “Masih ada kesalahan individu. Salah pasing. (Situasi) satu lawan satu,” tutur pelatih berusia 44 tahun itu memberikan detail kesalahan anak asuhnya.

Lapangan Stadion Maguwoharjo juga menjadi salah satu perhatiannya. Sekilas memang terlihat rata, namun rumputnya terlalu tebal. Ia bukan yang pertama memberikan kritikan tersebut. Sebelumnya, fisioterapis PSS Sleman, Sigit Pramudya, juga mengeluhkan hal yang sama. “Jadi (rumput) menjadi salah satu faktor banyak kesalahan mungkin,” Seto mengungkapkan analisisnya.

Masalah mental pemain juga ia ungkapkan malam itu. Menurutnya setelah unggul dua gol, ada beberapa pemain yang sudah merasa puas. Hal itu membuat Seto menginginkan perbaikan dari sisi mental bermain para penggawa Super Elja. “Karena ini belum akhir pertandingan, belum akhir dari kompetisi. Saya pikir boleh kita sombong sedikit nanti kalau kita sudah sampai ke final,” ujarnya.

Sedangkan Jodi Kustiawan yang menjadi kapten pada laga ini merasa belum puas atas permainan timnya, meskipun ia tetap bersukur atas kemenangan yang diraih. Senada dengan Seto, ia mengakui bahwa masih banyak kesalahan-kesalahan mendasar yang ia dan rekan-rekannya lakukan. “Masih banyak yang harus kita benahi bersama,” ungkap pemain asal Ngawi itu.

Kemenangan atas PSBS Biak mengantarkan Super Elja saat ini ke puncak klasemen sementara Liga 2 musim 2018. Hasil tersebut juga menjadi modal yang bagus untuk menghadapi laga tandang ke Kalimantan melawan Martapura FC pada 14 September mendatang.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng