Opini

Piala Presiden untuk Memantau Pemain

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Perburuan pemain PSS Sleman belum berakhir. Setelah ada informasi Liga 2 akan dimulai tanggal 17 Maret 2018 (masih bisa berubah), sudah selayaknya manajemen dan tim pelatih bergerak cepat.

Selain belum banyak pemain yang diikat kontrak, juga karena masih banyak posisi yang rasanya perlu diperkuat. Sisi bek kiri memang sudah lebih baik jika Faturrahman jadi bagian skuat, tapi masih ada posisi lain yang perlu untuk diberi kekuatan tambahan.

Salah satunya adalah posisi penyerang. Baru ada nama Tambun Naebaho yang bisa jadi andalan.

Dengan segala hormat, Tambun masih belum bisa membuat kita lega untuk memberikan tanggung jawab seutuhnya sebagai penyerang utama. Dia butuh terus meningkatkan kemampuan, kompetisi di internal dengan kedatangan penyerang yang memiliki kemampuan mumpuni akan baik untuk tim.

Selain itu, Tambun seperti halnya pemain lain, punya kemungkinan mengalami cedera atau kelelahan. Itu bisa jadi bahaya untuk PSS yang berniat untuk mengejar target promosi ke Liga 1 musim depan.

Tentunya selain di sektor penyerang, sisi tengah masih perlu diperkuat. Arie Sandy bisa dikatakan sebagai satu-satunya gelandang yang tampil impresif secara konsisten di gelaran Coppa Sleman.

Tambahan pemain juga perlu di barisan belakang. Melihat penampilan pemain bertahan di Coppa Sleman lalu, sepertinya ada yang hilang dari musim lalu.

Strategi pelatih tampak belum berjalan dengan baik dan penempatan posisi serta pembagian peran belum berjalan baik. Tapi itulah fungsi turnamen pramusim, untuk mengetahui di mana saja titik lemah kita.

Satu bek tengah senior yang bisa mengatur pertahanan akan jadi tambahan amat penting bagi Super Elja mengarungi musim 2018 yang berat.

Dengan masih banyaknya lubang di tim ini, tim pelatih maupun manajemen perlu untuk serius mencari pemain yang punya kualitas di atas rata-rata pemain yang sudah ada. Piala Presiden bisa menjadi etalase pemain yang kiranya bisa jadi incaran PSS.

Kebanyakan pemain yang berlaga di Piala Presiden belum diikat kontrak, ini bisa jadi celah untuk membujuk mereka yang cocok untuk berlaga di Maguwoharjo. Harganya tentu lebih mahal dibanding kebanyakan pemain yang ada saat ini, tapi bukankah itu hal yang wajar untuk sebuah tekad melaju ke Liga 1?

Lagipula sejauh ini belum ada pemain bintang yang merapat. Pemain bintang memang penting tidak penting, tapi kehilangan pemain sekaliber Dirga Lasut atau Rizki Novriansyah tetap saja membuat tim kebanggaan Sleman Fans ini punya rasa yang berbeda.

Jadi, tidak ada hari libur untuk siapa pun yang ada di klub. Inilah saat-saat paling penting untuk menyiapkan tim. Februari akan jadi bulan yang sibuk untuk merancang program dan telepon sana-sini untuk memperoleh pemain terbaik.

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...