Berita

Players to Watch: Adu Tajam di Lini Depan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Laga kedua babak 8 besar Grup 2 Liga 2 akan mempertemukan Persiraja Banda Aceh menjamu tamunya dari tanah Jawa yakni PSS Sleman (1/11). Kedua tim diprediksi akan tampil sengit lantaran dalam laga perdana babak 8 besar lalu keduanya belum mampu meraih poin penuh.

Bermain di Tanah Rencong, kubu PSS harus mempersiapkan segala hal dengan matang karena motivasi tim tuan rumah sedang sangat tinggi. Ditambah lagi Persiraja akan tampil lebih trengginas jika bermain di Stadion Haji Dhimurthala.

Yang menarik dalam duel kali ini adalah keberadaan 2 sosok penyerang yang bisa dibilang beda generasi. Di kubu PSS ada Cristian Gonzales, sedangkan Persiraja memilki penyerang muda yaitu Vivi Asrizal. Bagaiman peran keduanya di masing-masing tim?

  1. Vivi Asrizal

Pemain dengan bernomor punggung 11 ini mengisi pos penyerang Persiraja Banda Aceh. Salah satu pemain asli Aceh ini karirnya cukup cemerlang bersama Laskar Rencong. Dalam gelaran Liga 2 ini, pemain kelahiran Pulau Kayu itu sudah mencatatkan 15 gol, dan menduduki peringkat kedua daftar pencetak gol terbanyal liga kasta kedua ini di bawah penyerang PSMP Indra Setiawan.

Penyerang berusia 23 tahun itu kerap membawa Persiraja memetik poin penuh sepanjang babak penyisihan lalu lewat deratan golnya. Dengan postur badan hanya 160 cm, membuatnya mampu keluar dari kawalan bek lawan dengan cukup baik sehingga memudahkan rekan-rekannya dalam mengirim umpan kepadanya.

Perannya sangat terlihat penting mana kala Defri Riski maupun Husnuzhon mampu memberikan umpan akurat  kepada sosok penyerang tersebut. Apalagi penyerang lokal tersebut didukung dengan finishing yang sangat berbahaya. Kabar terakhir, Vivi Asrizal mendapat cedera kepala kala melawat ke kandang Madura FC. Namun kini kondisinya sudah membaik.

  1. Cristian Gonzales

Jika Persiraja memilki striker muda, Super Elja memilki sosok penyerang gaek penuh pengalaman bernama Cristian Gonzales. Penyerang yang kini berusia 42 tahun ini justru tak lagi hanya memerankan peran utama sebagai target man.

 Seto menambah satu peranan yang dianggapnya cocok untuk sosok seorang El Loco. Tak hanya dilayani selayaknya seorang penyerang, ia mendapat peran lain melayani rekan-rekannya sebagai pemantul bola.

Dengan usia yang tak lagi muda, Cristian Gonzales hadir sebagai ujung tombak andalan paska didepaknya I Made Wirahadi dan Tambun Naibaho. Praktis perannya hanya mampu digantikan oleh Qischil Minny maupun Rosi Noprihanis yang didatangkan pada bursa transfer menjelang babak 8 besar lalu.

Namun, meski sudah cukup renta untuk seorang atlet, papito memberikan banyak keuntungan untuk permainan PSS. Kita masih ingat 2 gol yang hanya ia cetak dalam satu menit kala PSS Sleman mempermalukan PSIM pada fase penyisihan lalu. Gol tersebut tak hanya membuktikan ketajamannya, namun legenda sepakbola Indonesia itu masih layak untuk sebagai tulang punggung klub. Sejauh ini, Cristian Gonzales telah mengemas 7 gol sepanjang ia berseragam PSS Sleman.

Dua pemain tersebut menjadi gambaran duel penyerang berbeda generasi dalam laga nanti. Vivi Asrizal sebagai underdog, sedangkan papito sebagai penyerang kelas atas dengan sederet pengalamannya.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya