Cerita

Players to Watch: Pemain Kunci Rival di 16 Besar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pekan ke-11 yang lalu PSS Sleman telah memastikan langkahnya maju ke babak 16 besar setelah mengalahkkan Persibat Batang 3 gol tanpa balas. Laskar Sembada merupakan tim pertama yang maju ke babak selanjutnya dari seluruh tim di Liga 2.

Tak bisa dipungkiri memang, performa Super Elja sangat dominan dan konsisten hingga tim ini mampu mencatatkan beberapa rekor apik.

Regulasi babak 16 besar sendiri dibagi dengan beberapa grup, dengan sistem home & away. PSS Sleman sendiri akan bertemu PSPS Pekanbaru, Cilegon United dan Persis Solo.

Grup yang cukup sulit, karena mereka memiliki beberapa pemain kunci yang harus diwaspadai bocah-bocah Sleman.

Herman Dzumafo

Resmi menjadi WNI pada bulan Juli yang lalu, membuat PSPS Pekanbaru kembali menggunakan jasanya. Pemain ini pernah merumput bersama PSPS ketika masih berjaya di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Ia langsung tancap gas dengan memborong 4 gol pada penampilan perdananya. Pria kelahiran Kamerun 37 tahun yang lalu, tampil memukau sepanjang putaran kedua.

Wajar saja sang pelatih menunjuknya sebagai kapten tim karena pengalaman luar biasa di Liga Indonesia. Selain finishing yang menjadi andalannya, Dzumafo juga memiliki tubuh tinggi dan gempal. Membuat siapa saja yang menjaganya akan kewalahan. Waluyo cs nampaknya harus mewaspadai setiap gerakannya.

Jalwandi

Namanya sudah malang melintang di liga kasta kedua. Sempat membela Persita Tangerang beberapa musim sebelum akhirnya ia dikontrak oleh Cilegon United.

Tak banyak mencetak gol untuk Cilegon United, akan tetapi ia memberi peran besar dalam kreasi serangan tim ini. Mobilitasnya dari sektor kanan maupun kiri kerap menyulitkan pertahanan musuh.

Jalwandi tahu betul bagaimana menghadapi Laskar Sembada, karena ia juga bermain kala masih membela Persita pada ISC B tahun lalu.

Eli Nasoka

Sempat membela PSIS Semarang, Eli Nasoka akhirnya direkrut Persis Solo untuk kompetisi Liga 2 2017. Ia merupakan pemain kunci untuk lini tengah Laskar Samber Nyawa.

Perannya hampir mirip dengan Arie Sandy di PSS Sleman, memutus serangan lawan. Banyak yang beropini tentang pemain ini, begitu lincah dan disiplin. Dua ujung tombak Solo juga sangat berbahaya, terlebih mereka pernah merumput bersama Super Elja.

Masih banyak lagi pemain kunci lainnya yang bisa mengacaukan permainan Super Elja. Pola permainan ketiga kontestan satu grup di 16 besar kali ini tentu saja berbeda dengan fase grup sebelumnya.

Pemain harus lebih fokus merebut 3 poin untuk dapat melaju ke babak selanjutnya. Tak ada yang tak mungkin, semua memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang poin penuh.

Semangat para punggawa!

Komentar