Cerita

Pledoi Untuk Sembada Apparel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika tidak berlebihan (semoga tidak), saya hendak berkata bahwa Sembada Apparel adalah sebuah fenomena di dunia per-jersey-an nasional. Brand lokal yang masih berusia seumur jagung ini mencatatkan penjualan yang sangat baik sejak menjadi apparel resmi PSS Sleman.

Tepat pada hari Rabu, 31/5/2017, Sembada Apparel resmi melakukan proses penjualan jersey PSS Sleman musim 2017 untuk kategori jersey kandang dan jersey tandang. Proses penjualan kali ini dilakukan dengan lebih rapi dengan berbasis online melalui website.

Dari pantuan di platform media sosial Twitter, memang jamak ditemukan beberapa komplain tentang sistem penjualan ini. Mulai dari website yang lama memuat konten, lalu proses verifikasi yang kurang responsif, sampai proses refund uang para customer yang cukup berbelit.

Ada proses trial&error di sini. Sembada Apparel setidaknya sudah melakukan proses pembenahan yang lebih baik dari tahun lalu. Tentu sebuah sistem baru yang telah dipersiapkan tidak melulu mulus bukan?

Konon kabarnya, dalam satu hari tersebut, proses pemesanan jersey secara online telah mencapai angka 1000 pcs lebih. Sebuah angka yang cukup fantastis pastinya, mengingat bandrol untuk satu helai jersey adalah Rp. 250.000. Bukan angka yang kecil tentu saja.

Satu hari, seribu lebih pengakses. Bagaimana Anda mengapresiasi sistem yang sedang dibangun ini tergantung dari perspektif mana anda melihat.

Misalnya, jika Anda ingin mengapresiasi dari tingkat rasio kepuasan. Misal dari 1000 lebih orang customer Sembada, berapa pada hari kemarin yang gagal melakukan pembelian karena sistem? (bukan karena kelalaian customer seperti contohnya telat transfer, dll.) Jika dari 1000 lebih orang pemesan, ada 100 orang yang gagal pun, ini masih termasuk kategori cukup baik. Artinya hanya ada 1 orang gagal dalam setiap 10 pemesan.

Anda tentu saja tidak bisa mengharapkan zero mistake dalam sistem yang sedang mereka bangun. Akan selalu ada celah tentunya. Dan ini sebenarnya bisa dimaklumi. Tidak ada gading yang tak retak, bro.

Selain perspektif di atas, Anda juga bisa menilai Sembada gagal dalam memenuhi demand para customer mereka. Bisa saja dengan dalih seperti ini, “Wis reti konsumen e akeh, kok ora nyiapke produksi sek luwih okeh, kok ora gawe sistem sek apik”.

Nah, kembali lagi. Ini semua masalah perspektif. Mau melihat dari sisi mana Anda akan menilai kinerja Sembada Apparel musim ini?

Kalau saya sih, cukup mengapresiasi kinerja dan sistem baru yang mereka bangun.

Btw, manajemen Sembada Apparel, jika anda membaca ini, jersey saya size L.

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...

Comments are closed.