Berita

Pramusim, Saatnya Genjot Fisik Pemain

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika seorang penyerang tidak mempunyai kaki yang kuat, ia tak akan dapat mengonversi peluang menjadi gol dengan tendangan yang keras. Andai seorang winger tidak memiliki stamina yang baik, ia tak akan bisa menari-nari lincah sembari membawa bola untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Jika seorang gelandang bertahan tidak mempunyai keseimbangan tubuh yang mantab, ia tak akan dapat memenangkan kerasnya duel di lapangan tengah. Andai seorang bek tidak mampu melompat tinggi, ia tak akan dapat menghalau umpan silang yang mengarah ke kotak penalti.

Dari semua gambaran di atas, diperoleh satu kesimpulan: dalam sepakbola, kondisi fisik pemain adalah salah satu hal yang mendasari permainan ini. Bagaimana para pemain akan menjalankan taktik dari pelatih atau menunjukkan teknik yang aduhai jika tubuh mereka tak mampu?

Sementara itu, menurut pelatih fisik PSS Sleman, Komarudin, kondisi fisik punggawa Super Elja saat ini masih belum ideal. Hal itu disampaikan berdasarkan hasil tes fisik yang dilakukan di Stadion UNY pada Sabtu, 6 Januari 2017 lalu. Menurutnya, kondisi fisik pemain yang belum prima disebabkan oleh libur kompetisi dan belum adanya kesadaran pemain untuk menjaga kebugarannya.

Untuk memperbaiki kondisi fisik pemain tersebut tidak serta merta dapat dilakukan secara instan. Tentunya butuh waktu untuk mencapai kondisi kebugaran yang ideal. Di sisi lain, tim pelatih tidak bisa menempa kebugaran pemain ketika kompetisi telah berlangsung.

Saat liga berlangsung, pemain akan bertanding seminggu sekali ditambah dengan latihan rutin di hari-hari lainnya. Situasi tersebut mengakibatkan tidak cukupnya waktu recovery bagi pemain jika diadakan latihan fisik. Oleh karena itu, pramusim seperti saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menggembleng kondisi fisik pemain.

Michael Watts, salah satu pelatih fisik yang pernah menangani beberapa klub Liga Inggris, berpendapat bahwa setidaknya butuh enam minggu untuk melatih fisik pemain sebelum kompetisi dimulai. Karena masing-masing individu pemain memiliki kondisi yang berbeda, dibutuhkan rencana latihan yang tepat untuk setiap pemain. Latihan fisik tersebut satu paket dengan pengaturan pola makan pemain, baik apa yang dimakan maupun kapan waktu untuk makan.

Menurut Watts, pramusim adalah waktu yang tepat untuk membebani pemain dengan latihan kebugaran sebanyak dua sesi setiap hari. Jogging, sprinting, shuttle run, push up, squat jump, dan berbagai macam gerakan lain dilakukan selama sesi dengan intensitas yang tinggi agar pemain mencapai kondisi fisik ideal.

Untuk urusan pembentukan fisik pemain agar mencapai kondisi ideal, Komarudin selaku pelatih fisik Laskar Sembada telah memulai dengan baik. Sebagaimana dilansir oleh laman resmi PSS Sleman, Ia mengaku telah mengantongi kondisi kebugaran pemain berdasarkan hasil tes fisik yang sudah dilakukan.

Data tersebut nantinya akan Ia gunakan sebagai patokan untuk menjaga kebugaran pemain dengan menjadwalkan latihan fisik sesuai kebutuhan tim. Targetnya adalah pemain memuiki kondisi fisik terbaik dan siap untuk menjalani kompetisi.

Kondisi tersebut tentunya dibutuhkan pemain agar dapat menampilkan performa yang konsisten dari menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan begitu, kehilangan fokus karena kelelahan yang biasanya terjadi di menit akhir pertandingan dapat diminimalisasi.

Dalam lingkup yang lebih luas, kondisi kebugaran pemain yang apik dibutuhkan untuk mengarungi liga yang panjang dan melelahkan. Jika pemain tak mencapai kondisi terbaiknya, ia akan lebih rentan cedera karena waktu recovery yang singkat selama kompetisi berjalan. Jika hal tersebut dibiarkan terjadi pada skuat PSS Sleman, tentunya akan sangat mengganggu terbang Sang Super Elja selama kompetisi.

Sumber gambar: PSS Sleman

Jadi tunggu apalagi? Genjot, Man!

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng