Berita

Preview Final Liga 2 2018: Pertandingan Final yang Ideal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Liga 2 2018 telah mencapai puncaknya. Setelah dibuka 21 April 2018 dengan mempertemukan Persis Solo vs Semen Padang, 8 bulan kemudian Semen Padang menjadi tim yang akan menutup kompetisi kasta kedua ini.

Pada pertandingan final, Semen Padang akan berhadapan dengan PSS. Sebuah pertandingan final yang ideal untuk ukuran kompetisi Liga 2.

Sejak awal kompetisi, kedua tim berada di wilayah yang berbeda. PSS berada di Grup Timur, sedangkan Semen Padang berada di Grup Barat. Di babak 8 besar pun keduanya tidak berada di grup yang sama. Hal ini karena kedua tim mengakhiri fase grup sebagai pemuncak di wilayah masing-masing.

Di babak 8 Besar, baik PSS maupun Semen Padang keluar sebagai juara grup, sehingga keduanya kembali tak bertemu di semifinal.

Di babak semifinal Semen Padang berhasil menyingkirkan Persita dengan agregat 3-2, sedangkan PSS mengalahkan Kalteng Putra dengan agrgat 2-0.

Semen Padang merupakan tim yang berstatus sebagai tim degradasi dari Liga 1 musim lalu. Semen Padang memiliki skuat yang sangat mentereng, pemain-pemain dengan level liga 1 mereka pertahankan atau mereka datangkan untuk bisa segera kembali ke Liga 1.

Dilatih oleh Rusdiyanto Rusli, Kabau Sirah berisi pemain top macam Hengki Ardiles, Ngurah Nanak, Leo Guntara, Manda Cingi, Irsyad Maulana, Riski Novriansyah, Abd Rahman Lestaluhu. Ada juga bintang Liga 2 macam Firman Septian, Afriansyah, dan Mardiono.

Sementara Super Elja adalah tim yang tidak pernah lelah untuk bangkit. Sudah 11 tahun mereka berada di kasta kedua. Sampai pada akhirnya mereka bisa kembali ke kasta tertinggi tahun ini.

Skuat anak asuh Seto Nurdiantoro ini juga tidak kalah mentereng dibandingkan Semen Padang. Di awal musim, PSS langsung tancap gas untuk mencari pemain berkualitas. Berbeda dengan Semen Padang yang dipenuhi eks Liga 1, PSS berisikan pemain-pemain yang menonjol di Liga 2. Pemain seperti Ega Riski, Arie Sandy, Dave, Ichsan, Lastori, Rangga adalah pemain “bintang” di Liga 2.

Setelah setengah musim, barulah PSS menambah amunisi eks Liga 1 seperti Amarzukih, dan Gonzales (walau sempat bergabung di awal musim). Di babak 8 besar pun PSS hanya menambah pemain dari sesama klub Liga 2.

Walaupun sudah lolos ke Liga 1 tahun depan, kedua tim akan bermain dengan lepas dan dipastikan akan menjadi sebuah pertandingan menarik. Kedua pelatih mengatakan bahwa mereka mengakhir musim ini dengan gelar juara.

Semen Padang adalah satu tim yang memiliki kedalaman skuat yang bagus. Semua lini tim Kabau Sirah diisi oleh pemain yang berpengalaman dan memiiki kualitas di atas rata-rata. Secara taktik, Coach Rusli memiliki beberapa pilihan. Mereka bisa bermain dengan 4-3-3, 4-4-2, dan 4-5-1. Taktik yang dimainkan akan disesuaikan dengan lawan yang dihadapi.

Dari formasi tersebut, pada dasarnya mereka bermain dengan satu paten yang sama: memaksimalkan peran sayap. Hal ini memang jadi senjata andalan Semen Padang, karena mereka memiliki stok pemain sayap yang melimpah. Mereka punya pemain dengan atribusi penyerang sayap, dan juga sayap murni. Mereka adalah Firman Septian, Abdul Lestaluhu, Afriansyah, Irsyad Maulana, Riski Novriansyah, dan Mardiono.

Pada pertandingan terakhir melawan Persita, Semen Padang memakai formasi 4-3-3. Taktit all out attack dimainkan karena Semen Padang butuh kemenangan dengan margin minimal 2 gol. Di belakang, mereka memainkan Novrianto, Ngurah Nanak, Hengki Ardiles, Leo Guntara di lini belakang. Di lini tengah, ada gelandang jangkar Manda Cingi yang ditemani oleh Fridolin Yoku dan Rudi. DI depan, mereka memainkan trio Irsyad – Riski – Afriansyah.

Safrianto memainkan Manda Cingi sebagai seorang gelandang bertahan, Rudi dan Yoku didorong maju membantu penyerangan. DI depan, ketiga pemain yang berposisi asli sebagai penyerang saling bertukar posisi sepanjang pertandingan.

Rotasi posisi ketiga pemain depan ini yang menjadi faktor kekalahan Persita Tangerang di semifinal. Selain ketiganya memiliki kecepatan, bek-bek sayap Persita dibuat kebingungan dalam menjaga pergerakan mereka.

Lini sayap merupakan kekuatan utama Semen Padang musim ini, terlihat dari pertandingan melawan Persita di Seminfinal. Hal ini harus diwaspadai oleh bek-bek sayap PSS jika tidak ingin kecolongan. Irsyad Maulana dan Riski mempunyai kecepatan bagus, ditambah body balance yang mumpuni.

Belum lagi di bench masih ada nama Firman Septian, dan Abdul Rahman Lestaluhu yang beratribut winger murni, keduanya memiliki skill dan speed yang sangat baik. Biasanya, Kedua pemain ini diturunkan ketika Semen Padang menerapkan formasi 4-4-2.

Untuk PSS, sepertinya mereka tidak akan banyak mengubah winning eleven untuk laga final. Setelah dpastikan tidak ada akumulasi kartu dan tidak ada yang cedera, maka hampir semua pemain bisa bermain.

Ega Riski adalah satu nama di bawah mistar yang belum tergantikan, keempat bek akan kembali dipercayakan kepada Bagus Munyeng – Gufron – Ciptadi – Aditya Putra. Di lini tengah, ada trio Amarzukih – Dave – Ichsan, dan di lini sayap dipastikan diisi oleh Rangga dan Lastori untuk memberikan umpan matang kepada Gonzales.

Dari sisi permainan, Seto tentu tidak akan banyak melakukan perubahan. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, tidak ada latihan taktik saat PSS berlatih. Merekah hanya menjaga kondisi fisik dan mempertahankan sentuhan bola. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa permainan seperti saat melawan Persiraja atau Persita adalah yang diinginkan oleh Seto Nurdiantoro.

Karena kedua tim sama-sama mengandalkan sisi sayap untuk melakukan serangan, maka kunci pertandingan ini adalah konsistensi bek sayap. Hengki Ardiles dan Leo Guntara di Semen Padang, Bagus Nirwanto dan Aditya Putra di PSS.

Sedangkan di lini tengah, akan ada 2 gelandang bertahan yang tangguh yang unjuk gigi. Mereka adalah Amarzukih dan Manda Cingi. Akan ada duel seru yang mempertemukan Yoku / Rudi dengan Amarzukih, dan Ichsan Pratama dengan Manda Cingi.

Pada akhirnya, pertandingan ini adalah sebuah final yang ideal. Siapa yang disiplin dalam menerapkan taktik dari pelatih, maka dia yang akan keluar sebagai pemenangnya.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad