Berita

Preview Martapura FC vs PSS Sleman: Memaksimalkan Skuat yang Ada!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Liga 2 telah memasuki pekan ke-16, persaingan di klasemen sementara makin panas, posisi semua tim bisa berubah setiap pekan. Pada pekan ini, PSS akan bertandang ke Kalimantan, tepatnya ke kandang Martapura FC. Pertandingan ini menjadi tour Kalimantan terakhir untuk PSS di fase grup.

PSS Sleman datang ke Martapura dengan modal catatan apik di 5 pertandingan sebelumnya. Dari 5 pertandingan, PSS berhasil mengantongi 4 kemenangan dan 1 kekalahan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi Martapura FC yang mencatat 2 kekalahan, 2 imbang dan 1 kemenangan dari 5 pertandingan terakhirnya.

Pada putaran pertama lalu, PSS berhasil mengalahkan Martapura FC dengan skor tipis 1-0. Saat itu gol tunggal dicetak oleh Ichsan Pratama di awal babak pertama.

Namun, modal catatan apik saat datang ke Martapura tidak dibarengi skuat yang dibawa. Walaupun membawa 18 orang pemain, PSS datang dalam kondisi timpang. Hal ini dikarenakan ada beberapa pemain kunci yang tidak diikutsertakan.

PSS bertandang ke Martapura dengan bermaterikan 18 pemain. Dalam rilis resmi akun official PSS, tidak ada nama Ega Rizky, Zamzani, Ilham Irhaz, Dave Mustaine, Budi, dan Tambun Naibaho. Pemain-pemain tersebut ditinggalkan karena berbagai alasan: cedera, akumulasi kartu, dan tentu saja pertimbangan taktikal.

Jika dibedah lebih dalam, ada 2 pemain absen  yang menjadi sorotan: Dave dan Irhaz. Kedua pemain ini adalah pemain kunci PSS di musim ini. Mereka (terutama Dave) selalu mengisi lini tengah PSS dan belum tergantikan sepanjang putaran pertama. Tidak adanya keduanya membuat PSS mempunyai masalah dengan lini tengahnya.

Pada tulisan kali ini, kita akan membahas tentang memaksimalkan skuat yang dibawa oleh PSS ke Martapura. Memaksimalkan dalam segi strategi maupun taktikal.

Diawali dari lini belakang, Ega Rizky yang selalu mengisi sebelas pertama dalam beberapa pertandingan terakhir tidak disertakan. Stya Beni dan Try Hamdani menjadi pilihan Seto untuk mengisi pos penjaga gawang.

Dari posisi bek, PSS agak bisa bernapas lega setelah Jodi kembali fit untuk dimainkan. Selain Jodi, Rian Miziar dan Arie Sandy juga dibawa oleh tim pelatih. Pada posisi bek sayap, PSS dapat membawa para pemain terbaiknya, Bagus Nirwanto dan Akbar Zakaria di sisi kanan, Vandy Prayogo dan Yericho di sisi kiri.

Di posisi tengah, tidak dibawanya Dave dan Irhaz membuat Seto membawa semua pemain lini tengah yang tersisa. Wahyu Sukarta, Taufiq Febrianto, Amarzukih dan Ichsan Pratama adalah satu-satunya pilihan Seto.

Di lini sayap, Ada Rangga Muslim, Lastori, dan Irkham Mila. Sedangkan di posisi penyerang, Gonzales akan bersaing dengan Made Wirahadi.

Di lini belakang, tampaknya Seto tidak memiliki masalah dengan skuat yang di bawanya. Kualitas ketiga kiper yang hampir sama mempermudah tim pelatih dalam menentukan pilihannya. Siapapun yang tampil apik selama latihan, dia yang akan diturunkan.

Begitu juga dengan lini belakang, Bagus Nirwanto dan Vandy Prayoga yang tidak tergantikan sepanjang musim tampaknya akan menjadi pilihan utama.

Masalah muncul di lini tengah. Walaupun PSS membawa 4 gelandang tengah, hanya ada 2 nama yang sudah terbukti memberikan kenyamanan di lini tengah. Mereka adalah Amarzukih yang ditugaskan sebagai breaker, dan Ichsan Pratama yang dinisbahkan sebagai gelandang box to box oleh Seto. Sedangkan 2 pemain lainnya, (Taufiq dan Wahyu Sukarta) memiliki jam bermain yang minim di starting line up PSS. Khusus untuk Taufiq, penampilan buruknya saat melawan Persegres akan menjadi pertimbangan khusus bagi tim pelatih untuk menurunkannya sejak menit awal.

Dalam keadaan full team, PSS biasa menerapkan formasi 4-3-3, dengan Arie Sandy – Ichsan Pratama – Dave sebagai pasangan patennya. Setelah Amarzukih masuk, Arie ditarik ke bawah dan trio lini tengah berganti menjadi Amarzukih-Dave-Ichsan. Dengan Absennya Dave, Seto mencoba untuk menggantikan posisinya dengan memasang Taufiq, namun ternyata hasilnya masih belum sesuai dengan ekpektasi. Terakhir, dengan absennya Irhaz tentu membuat tim pelatih kebingungan menentukan sebelas pertama di Martapura.

Pada latihan tim terakhir di Sleman, Seto terlihat mencoba memainkan skema 3 bek. Sebenarnya, skema 3 bek ini bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan skuat yang ada saat ini. PSS sendiri tidak begitu asing dengan formasi 3 bek. Musim lalu saat Opa Freddy masih memegang nahkoda tim, formasi 3-4-3 sering digunakan ketika PSS memainkan laga tandangnya.

Yang paling apik adalah ketika PSS mengalahkan Persibas 0-3 di Banyumas. Kala itu Freddy Mulli menerapkan skema 3 bek. (Bisa dibaca di sini: http://sleman-football.com/review-persibas-vs-pss-tiga-tanpa-balas/)

Dengan formasi 3 bek, dalam perjalanannya formasi bisa berubah dengan dinamis menjadi 5-4-1 saat bertahan dan 3-4-3 atau 3-4-2-1 saat melakukan serangan. Formasi ini bisa memberikan kompaksi di lini tengah sekaligus lini belakang PSS.

Jodi Kustiawan, Rian Miziar, dan Arie Sandy dapat dipasangkan sekaligus di belakang. Untuk posisi Wingback, Bagus Nirwanto dan Vandy Prayogo bisa menjadi pilihan bagus. Di lini tengah, hilangnya Dave dan Irhaz bisa diakali dengan merapatkan Rangga dan Lastori untuk bermain lebih ke tengah (atau area half space). Juga menahan keduanya untuk lebih bertahan, dan bersiap melakukan counter attack. Amarzukih tetap ditugaskan sebagai breaker, dan Ichsan Pratama yang menemani di tengah.

Sementara, Cristian Gonzales bisa ditinggalkan di depan bertindak sebagai striker tunggal atau wall pass untuk mengalirkan bola kepada kedua sayap saat terjadi serangan balik.

Menahan Rangga dan Lastori untuk lebih bertahan bisa menjadi solusi bolongnya lini tengah PSS saat ini. Kedisiplinan keduanya untuk menjaga area pertahanan PSS di sisi sayap kanan dan kiri (half space kanan dan kiri) akan membuat barisan sayap Martapura kesulitan untuk menembus pertahanan PSS.

Dari lini tengah, adanya 3 bek dan 2 gelandang tentu akan menghadirkan natural overload yang menguntungkan lini pertahanan PSS. Ichsan mempunyai tugas yang paling penting di dalam formasi ini: menjadi penyalur bola saat melakukan serangan balik. Dengan visi bermain yang bagus, umpan yang terukur dan keeping bola yang bagus seharusnya Ichsan bisa mengemban tugas ini. Sebelumnya, tugas ini selalu diemban oleh Dave Mustaine.

Saat bola berhasil direbut, serangan balik bisa langsung dilancarkan. Ichsan bisa memberikan umpan kepada Gonzales, yang akan menahan bola dan menunggu kedua sayap PSS untuk membuka ruang. Atau bisa juga langsung mengirimkan umpan kepada salah satu pemain sayap.

Jika PSS benar-benar menerapkan formasi tersebut (3-4-3) hal itu, menurut penulis, adalah formasi yang paling memungkinkan jika dilihat dari skuat yang ada. Memaksimalkan skuat yang ada, untuk mendapatkan hasil yang ditargetkan. Namun tentu saja, selain itu PSS harus mengantisipasi hal-hal non teknis, para pemain harus lebih bersabar dan tidak melakukan pelanggaran yg tidak perlu.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad