Analisis

PREVIEW PSCS vs PSS: Laga Untuk Mengasah Mental

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS akan menjalani laga terakhir di Fase Grup Liga 2 dengan menghadapi PSCS Cilacap. Ini adalah ketiga kalinya PSS bertemu dengan PSCS Cilacap dalam setahun terakhir. Pertandingan ini sangatlah penting untuk kedua tim. Bagi PSCS, match terakhir adalah pertandingan penentuan apakah mereka bisa lolos ke 16 Besar. Bagi PSS sendiri, laga ini lebih untuk memantapkan diri sebelum bertarung di 16 besar.

Form kedua tim

Di dua pertemuan sebelumnya, PSCS berhasil mengungguli PSS Sleman. DI Final ISC B, PSCS berhasil mengalahkan PSS dengan skor 4-3 dalam pertandingan 120 menit. Setelah itu, di Pertandingan Pembuka Liga 2, PSCS berhasil mempermalukan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo dengan skor tipis 0-1. Terakhir PSS bertanding di Cilacap adalah dalam sebuah pertandingan uji coba tahun 2014, saat itu pertandingan terhenti di menit 60 karena kerusuhan antar suporter. Saat itu PSCS sedang dalam posisi memimpin, 0-1, lewat gol yang dihasilkan Taryono.

Di bawah asuhan Jaya Hartono, performa PSCS bisa dikatakan tidak stabil. Dalam 5 pertandingan terakhirnya, PSCS hanya berhasil meraih 2 kemenangan. Sisanya (3 pertandingan) mengalami kekalahan, termasuk saat kalah dari Persibas di Stadion Wijayakusuma. Sebelum menghadapi PSS, Laskar Nusakambangan melakukan ujicoba dengan PPSM, yang berakhir 4-1 untuk kemenangan PSCS. Berbeda dengan PSS Sleman, 5 pertandingan terakhir Super Elja selalu berakhir dengan kemenangan.

Prakiraan Formasi dan Jalannya Pertandingan

PSCS di bawah asuhan Jaya Hartono sepertinya menggunakan formasi 4-4-2. Ega Rizki di posisi penjaga gawang akan dikawal oleh Risman Maidullah, Sunni Hizbullah, Ilham Zusril dan Saeful Lawenusa. DI tengah, kapten Jemmy Suparno akan ditemani oleh Galih Akbar. Di sisi sayap, akan diisi Saiful Bahri dan Arief Y. Ugiex dan Imam Witoyo berada di lini depan.

Seperti ulasan saya saat Final ISC B dan Pertandingan Pembuka Liga 2, motor serangan dari PSCS adalah Jemmy Suparno. Pemain ini menjadi otak dari setiap serangan yang dibangun oleh PSCS. Dua pertandingan terakhir, PSS gagal mematikan pemain ini sehingga kalah dalam pertarungan di lini tengah.

Jemmy Suparno mempunyai visi bermain yang sangat bagus, dengan umpan-umpan yang akurat akan sangat memanjakan pemain depan PSCS.  Umpan-umpan daerah kepada pemain sayap membuat lini belakang PSS kewalahan. Apalagi pemain sayap PSCS juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan. Hal ini harus diantisipasi oleh Freddy Muli.

PSS harus jeli dalam menentukan pola yang akan dimainkan saat menghadapi PSCS. Hal ini mengingat PSCS akan tampil full attack dan mencoba segala cara untuk meraih kemenangan. Saya rasa, PSS bisa kembali menerapkan formasi yang diturunkan saat mengalahkan PSGC Ciamis di kandangnya.

PSS bisa menggunakan formasi 3-4-2-1, yang bisa berubah menjadi 5-4-1. Pola ini terbukti sukses menghalau serangan dari PSGC di pertandingan sebelumnya, dan bisa mencuri gol dari skema serangan balik yang cepat. Absennya Syahrul tidak akan banyak terpengaruh karena Try Hamdani fit untuk mengawal di bawah Mistar. Tiga bek tengah akan dipercayakan kepada Tolle, Zamzani, dan Jodi Kustiawan. Trio pemuda ini akan saling bahu membahu, menutup lubang yang ditinggalkan oleh Waluyo yang terkena akumulasi kartu. Bagus Nirwanto dan Ardi Idrus akan mengisi area wingback. Arie Sandy sebagai gelandang bertahan akan ditemani oleh Il Capitano Busari. Dirga Lasut yang sedang on fire dan Nono akan mengisi area di belakang striker. Sebagai ujung tombak, Riski Novriansyah masih belum tergantikan.

Dengan menempatkan 5 pemain belakang saat bertahan, PSS bisa menutup ruang sayap yang biasa dieksploitasi oleh PSCS dengan umpan-umpan daerahnya. Tentu saja dengan catatan 2 wingback PSS harus disiplin menjaga area pertahanannya. Bagus Nirwanto dan Ardi Idrus harus selalu waspada menghadapi umpan-umpan daerah kepada Saiful Bahri atau Arif Y.

Jemmy Suparno adalah tipikal gelandang yang mengontrol permainan dari area tengah permainan, atau sering disebut deep lying playmaker. Harus ada pemain yang mengganggu pergerakannya, sebelum dia bisa mengirimkan umpan ke depan. Arie Sandy bisa ditugaskan secara khusus untuk menjaga Jemmy Suparno. Jika hal ini dilakukan, maka Arie Sandy akan sering keluar dari posisinya sebagai gelandang bertahan. Tugas Busari yang harus menutup area tersebut, sehingga bisa menghasilkan keseimbangan di lini tengah.

Serangan balik yang cepat akan menjadi senjata andalan PSS untuk membobol pertahanan Laskar Nusakambangan. Riski Novriansyah, seperti biasa, akan ditinggalkan di depan. Ketika pemain belakang berhasil menguasai bola, pemain depan akan langsung membuka ruang dan bersiap menerima umpan daerah dari lini belakang.

Kesimpulan

PSS memang sudah tidak memiliki kepentingan di laga terakhir ini, namun jika dicermati dari beberapa pernyataan Freddy Muli, PSS akan tetap bersungguh-sungguh menatap laga terakhir ini. Bagi para Sleman Fans, pertandingan ini juga bukanlah pertandingan pelengkap sebelum masuk 16 Besar. Sudah 2 kali PSCS mampu mempermalukan PSS di depan hidung kita sendiri. Menang di pertandingan ini tentu akan sangat berarti.

Jika pada 2 laga sebelumnya PSS selalu didukung oleh suporternya, maka laga kali ini berbeda 180 derajat. Pendukung PSS dilarang datang ke Cilacap mendampingi Busari dkk oleh PSSI dan Polda Jateng. Larangan ini sebenarnya merupakan hal yang positif untuk skuat PSS Sleman. Suporter PSCS dengan basis massa besar dan penuh emosi (kepada PSS), tentu pertandingan ini akan menjadi ajang melatih mental bagi punggawa Super Elja. Mengasah mental sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di babak 16 Besar kelak.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad