Analisis

Preview PSGC vs PSS: Menguji Kokohnya Lini Tengah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS akan melanjutkan pekan 13 dengan bertamu ke Ciamis. Bermodal kemenangan di laga kandang melawan Persijap, PSS akan berusaha memperpanjang rekor winning streak-nya. PSGC akan menjadi ujian PSS selanjutnya.

Sebenarnya PSS sudah tidak lagi memiliki ambisi di grup 3, setelah memastikan lolos ke babak 16 besar, dan memastikan posisi capolista. Berbeda dengan PSGC yang membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak 16 Besar. PSGC sendiri saat ini berada di peringkat ke 3 dengan poin 20, berada di bawah PSCS yang mengoleksi 21 poin.

PSS datang ke Ciamis dengan kekuatan 18 pemain, minus Syahrul Fadil, Bagus Nirwanto, dan Imam Bagus. Kembalinya Jodi Kustiawan membuat Coach Freddy Mulli memiliki banyak pilihan di barisan belakang.

Kembalinya Busari juga menjadi angin segar bagi lini tengah. Busari masih sangat dibutuhkan, buktinya saat Busari absen, lini tengah PSS Sleman seperti kehilangan gregetnya, dan memaksa para pemain untuk mengeksploitasi sisi sayap, seperti saat melawan Persijap.

Dari kecenderungan coach Freddy Mulli di laga away, sepertinya PSS akan kembali memakai formasi 3 bek, dengan Tolle – Waluyo – Jodi sebagai pilihan utama. Ketiganya akan menjaga gawang yang kemungkinan besar diisi oleh Try Hamdani.

Syahrul yang sedang dalam penampilan terbaiknya harus menepi dari skuat PSS karena dipanggil oleh Kesatuan TNI.

Kembalinya Busari dan absennya Bagus Nirwanto akan membuat lini tengah sedikit berubah. Ardi Idrus kemungkinan akan digeser sebagai wingback kanan, sedangkan di sisi kiri akan menjadi milik Tedi Berlian.

Arie Sandy akan bahu membahu dengan Busari untuk menjaga keseimbangan lini tengah. Sedangkan 3 pemain depan kemungkinan akan diisi oleh Mardiono – Riski – Dirga Lasut.

Dengan formasi dasar 3-4-3, Freddy Mulli bisa mengubahnya menjadi 5-4-1 saat PSS dalam posisi bertahan. Ketika melakukan serangan, dengan cepat akan berubah lagi menjadi 3-4-3. Skema secamam ini terbukti sukses saat laga away, yaitu ketika mengalahkan Persibas dan Persip Pekalongan.

Menarik untuk kita tunggu bagaimana permainan di sisi kanan PSS Sleman, sisi yang biasanya diisi oleh Bagus N dan Imam Bagus sepertinya akan digantikan oleh pemain lain. Terutama di sisi bek kanan, dimana Bagus Nirwanto tidak tergantikan.

Dari kubu PSGC, laga harus menang ini bisa menjadi beban berat bagi seluruh skuat. Mereka diwajibkan menang di pertandingan melawan PSS setelah sehari lalu PSCS bisa mengkandaskan perlawanan Persip Pekalongan dengan skor 1-0.

PSGC biasa menggunakan formasi 4-4-2. Ghoni sebagai penjaga gawang akan dikawal oleh Denia, Felkin, Topan (c), dan Vincen. Di lini tengah kemungkinan akan diisi oleh Budiawan dan Dendi, support dari sisi sayap oleh Dika dan Ganjar. Untuk ujung tombak, coach Lukas Tumbuan mempercayakan Andika dan Joko Sasongko.

Dengan target harus menang, PSGC diperkirakan akan bermain all out. PSGC akan memanfaatkan pengalaman dari seorang Budiawan di lini tengah. Budiawan akan mengkomando setiap serangan laskar Galuh Ciamis.

Di sisi sayap, PSS harus juga mewaspadai kecepatan dari Ganjar, yang kerap merepotkan barisan belakang lawan. Joko Sasongko adalah sosok yang harus diwaspadai oleh barisan belakang PSS Sleman.

Pemain tambun ini lambat laun kembali menemukan permainan terbaiknya, setelan mencetak brace saat menghadapi Persibangga Purbalingga.

PSGC akan memulai serangan dari sisi tengah, dengan Budiawan yang ditugaskan sebagai pengatur serangan. Mematikan pergerakan pemain gaek ini bisa menghambat proses build up serangan dari PSGC. Arie Sandy bisa diberikan tugas khusus untuk mengawalnya, jangan sampai pemain ini bebas berkreasi di lini tengah.

PSS bermain monoton saat melawan Persijap Jepara, minggu lalu. Kita berharap Freddy Mulli bisa kembali mengobarkan semangat para pemain untuk selalu fight di sisa pertandingan grup 3.

Kembalinya Busari di lini tengah bisa menambal lubang di lini tengah yang terbuka. Busari diharapkan bisa menjadi penyalur bola antara lini belakang dengan lini depan atau sayap.

Dengan kondisi rumput PSGC yang baik, PSS seharusnya bisa mempertontonkan permainan bola-bola pendek seperti saat bermain di Stadion Maguwoharjo. Karena selama PSS bermain away, PSS selalu bermain bola-bola lambung, direct langsung ke pemain sayap/depan.

Pertarungan di lini tengah bakal sering kita saksikan di pertandingan ini. Penulis sendiri berharap banyak kepada 2 pemain: Arie Sandy dan Busari.

Kedua pemain ini bisa menjadi kunci sukses PSS Sleman meredam agresifitas PSGC yang dikomandoi Budiawan dan Dendi. Dengan begitu serangan lawan bisa diredam sebelum sempat mendekati kotak pinalti PSS. Laga ini sekaligus menjadi ujian bagaimana kokohnya lini tengah PSS Sleman saat bermain dengan tim yang selevel.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad