Berita

Preview PSS vs Barito Putera: Ujian Sesungguhnya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS akan kembali bermain di Stadion Maguwoharjo pada Kamis, 31 Januari 2019. Super Elja akan berjuang di leg kedua babak 32 Besar Piala Indonesia menghadapi Barito Putera. Pada leg pertama, PSS secara mengejutkan berhasil mempermalukan Barito Putera dengan skor 1-2. Dengan keunggulan 2 gol tandang, PSS hanya membutuhkan kemenangan, hasil imbang, atau kalah tidak lebih dari 2 gol untuk bisa melaju lebih jauh ke babak 16 besar.

Tampaknya, usaha PSS untuk masuk ke babak 16 besar akan menemui jalan yang terjal. Di leg kedua, Barito Putera akan membawa pemain utamanya dengan misi bisa membalas kekalahan sekaligus lolos ke babak 16 besar.

Seperti kita ketahui, di leg pertama, Barito Putera tidak tampil dengan kekuatan penuhnya. Coach Jackson F. Tiago menurunkan perpaduan antara pemain muda dengan pemain barunya, Laskar Antasari juga tidak menurunkan pemain asingnya. Alhasil, walaupun diperkuat pemain timnas macam Evan Dimas, Samsul Arif, dan Gavin, permainan Barito Putera jauh dari kata memuaskan.

Barito Putera datang ke Sleman dengan kekuatan 20 pemain, Jaksen F. Tiago turut membawa dua pemain asing barunya. Namun dia tidak mengikutsertakan Gavin Kwan dan Riski Pora.

Walau begitu, menurut keterangan sang pelatih, Evan Dimas dan dua Legiun Asing Barito belum bisa dimainkan melawan PSS. Begitu juga Riski Pora yang masih berkutat dengan cedera bahu.

Untuk mengisi lini tengah, Bayu Pradana telah dipersiapkan dan dinyatakan dalam kondisi fit untuk dimainkan sejak menit awal. Lini tengah Barito kemungkinan akan diisi oleh Bayu Pradana, Paulo Sitanggang dan Ady Setiawan.

Di lini depan, Samsul Arif tetap akan menjadi andalan Barito untuk menjebol gawang PSS. Dia akan ditopang oleh Nazarul Fahmi dan Friska Womsiwor di kedua sayap.

Sementara dari kubu tuan rumah, keadaan PSS tidak jauh berbeda dengan pertandingan leg pertama. Selama seminggu ini, PSS hanya menambah 1 pemain yang resmi dikontrak. Dia adalah Jajang Sukmara, pemain yang berposisis bek kiri yang musim lalu memperkuat Barito Putera.

Selain itu, PSS harus kehilangan Qischil Gandrum yang ternyata hanya diplot untuk bermain di pertandingan pertama. Hal ini berarti PSS tidak memiliki pemain yang berposisi sebagai striker murni. Walau begitu Yudo bisa digeser untuk mengisi posisi striker, seperti pada leg pertama.

Dengan demikian, PSS hanya bermodalkan 16 pemain. Dengan skuat yang minimalis, kemungkinan besar tim pelatih tidak akan banyak merubah komposisi starting line up.

Dengan apiknya permainan para pemain PSS saat mengalahkan Barito, pemain yang diturunkan akan sama seperti pada pertandingan pertama. Kabar baiknya adalah coach Seto bisa mendampingi tim dari pinggir lapangan, setelah sempat absen karena sedang mengikuti pelatihan lisensi AFC Pro di Spanyol.

Menarik untuk dinantikan peran dua pemain asli Sleman: Wahyu Sukarta dan Zamzani yang minggu lalu menampilkan permainan apik. Cederanya Arie Sandy dan tidak diperpanjangnya Amarzuki membuat tim pelatih PSS membuat keputusan berani. Mereka memasang Sukarta dan Zamzani sebagai pivot ganda. Perpaduan ini belum pernah dicoba, selama keduanya bermain bersama di PSS.

Hasilnya cukup memuaskan, dengan bermain secara sederhana dan lugas, keduanya bisa mematikan lini tengah Barito yang diisi oleh Evan Dimas dan Paulo Sitanggang.

Lini belakang menjadi titik lemah Barito Putera di pertemuan pertama, hal ini diamini oleh pelatih mereka. Sebelum melawat ke Sleman, Jacksen F. Tiago pun menekankan pada pembenahan lini belakang. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh PSS untuk bisa kembali meraih kemenangan.

Serangan-serangan balik cepat dengan mengandalkan Yudo, Rangga, dan Kambuaya bisa menjadi opsi membobol gawang lawan. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa dua gol tandang melawan Laskar Antasari berawal dari serangan balik.

Lini tengah PSS juga menjadi kunci untuk bisa meredam serangan dari Barito. Bayu Pradana akan menjadi ujian selanjutnya bagi Sukarta dan Zamzani. Bayu akan berduet dengan Paulo Sitanggang untuk mengalirkan bola kepada lini depan. Ketika keduanya bisa mematikan pergerakan mereka, maka aliran serangan Barito akan tersendat.

Jika PSS bisa bermain dengan tenang dan tidak melakukan kesalahan sendiri, kemenangan atas Barito Putera bisa didapatkan.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.