Berita

Preview Uji Tanding PSS Melawan PSIS: Ajang Membentuk Chemistry

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dampak adanya event Asian Games 2018 yang bertempat di Jakarta dan Palembang, kompetisi sepak bola nasional harus (kembali) rehat sejenak. Tidak hanya kompetisi Liga 1, tapi juga Liga 2. Liga 2 yang sebelumnya diliburkan selama 1 bulan saat bulan puasa, kembali harus berhenti selama beberapa minggu.

Hal ini membuat klub-klub harus memutar kepala untuk mempertahankan performance para pemainnya. Salah satunya adalah melakukan pertandingan uji tanding. Hal tersebut dirasakan juga oleh tim pelatih PSS, yang sejak beberapa waktu lalu mengagendakan satu uji tanding pada libur kompetisi. Akhir pekan ini, tepatnya pada 26 Agustus 2018, PSS akan melakoni laga melawan tim dari Liga 1. Adalah PSIS yang akan menjadi lawan PSS di Stadion Maguwoharjo.

Pertandingan uji tanding ini merupakan sebuah simbiosis mutualisme, saling menguntungkan untuk kedua tim. Bagi PSIS, uji tanding ini akan dijadikan ajang bagi pelatih anyar mereka, Jafri Sastra, untuk melihat kemampuan para pemainnya.

Seperti kita ketahui PSIS baru saja melakukan pergantian pelatih kepala, Voncenzo Alberto Annese yang telah menukangi tim Mahesa Jenar sejak awal musim dilengserkan dan diganti oleh Jafri Sastra.

Coach Jafri Sastra mendapatkan tugas berat untuk mengangkat performa tim dan mengatrol posisi PSIS di klasemen sementara Liga 1. Dalam 14 pertandingan yang tersisa, Jafri diberikan tugas untuk menjauhkan Mahesa Jenar dari zona degradasi.

Coach Jafri Sastra praktis hanya memiliki waktu 3 hari untuk melihat kualitas skuat barunya. Kamis (23/8/2018) kemarin, tim PSIS melakukan latihan rutin perdana bersama pelatih barunya. Beberapa hari kemudian langsung bertolak ke Sleman untuk melakoni uji tanding. Dapat dipastikan, pada laga besok, coach Jafri akan mencoba seluruh pemainnya guna mencari racikan yang pas sebelum kembali terjun ke kompetisi Liga 1.

Bagi Super Elja, uji tanding ini adalah ajang untuk membentuk chemistry antar pemainnya. Seperti kita ketahui, bahwa pada akhir putaran pertama, PSS melakukan perombakan skuat. Ada pemain keluar, dan ada juga yang masuk.

Nama-nama seperti Try Hamdani, Rian Miziar, Taufiq Febrianto belum pernah dimainkan selama putaran kedua.  Pertandingan ini bisa dijadikan wahana untuk membuat para pemain baru cepat nyetel dengan pemain lainnya, juga dengan skema yang diinginkan coach Seto.

Proses adaptasi para pemain baru ini menjadi prioritas dari tim pelatih. Ajang uji tanding ini kudu dimaksimalkan dengan baik supaya para pemain baru cepat beradaptasi dan bisa melebur dalam permainan Super Elja.

Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa 2 pemain inti PSS mengalami cedera yang cukup serius. Dave Mustaine mengalami masalah dengan ligamen, diprediksi akan menepi selama 6 minggu. Sedangkan Adi Nugroho mengalami masalah di lututnya dan harus menjalani pemulihan dalam jangka waktu yang lama.

Selama ini Dave selalu menjadi pilihan utama Seto Nurdiantoro, menjadi motor serangan PSS. Mengalirkan bola dari lini tengah ke lini serang. Absennya Dave membuat tim pelatih harus memutar otak untuk mencari pengganti yang pas. Ada nama seperti Irhaz dan Taufiq Febrianto yang bisa dipertimbangkan untuk mengisi pos tersebut. Uji tanding melawan PSIS besok bisa jadi pembuktian keduanya, siapa yang paling cocok untuk menggantikan Dave.

Rian Miziar menjadi rekrutan terakhir PSS untuk lini belakang. Setelah melepas Ahmad Hisyam Tolle dan Yudi Khoerudin, PSS mendatangkan Rian Miziar dan menarik Arie Sandy ke belakang (posisi bek tengah). Belum ada pembuktian yang ditunjukkan oleh Rian Miziar, dan pada pertandingan besok bisa menjadi ajang yang pas untuk memperlihatkan kualitasnya. Kemungkinan besar Rian Miziar akan coba diduetkan dengan Jodi Kustiawan, untuk melihat sejauh mana kecocokan dan chemistry antar keduanya.

Di lini depan, adalah Cristian Gonzales yang menjadi sorotan. Penyerang gaek ini masih harus membuktikan ketajamannya setelah hampir setengah musim kompetisi tidak bermain. Musim ini, Gonzales baru membukukan 2 gol dari 4 penampilannya bersama Super Elja. Tim pelatih bisa menurunkan Gonzales sejak awal dan menentukan, apakah: El loco harus menyesuaikan diri dengan cara bermain tim, atau tim yang harus menyesuaikan dengan keinginannya.

Pada akhirnya, uji tanding antara PSS vs PSIS adalah sebuah pertandingan yang bersifat simbiosis mutualisme. Keduanya memiliki tujuan masing- masing, dan kita harapkan kedua tim bisa mencapainya pada Minggu sore.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad