Berita

PSS Gagal Bawa Pulang Poin dari Blitar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah mampu meraup poin penuh di kandang Semeru FC beberapa waktu yang lalu, tren positif itu tak berlanjut di Stadion Soepriyadi, Blitar. PSS Sleman gagal membawa poin dari kandang Blitar United tersebut karena gol semata wayang yang dicetak oleh Dani Bujak di menit ke-69.

Dihadiri sekitar 5 ribu penonton yang didominasi Sleman Fans, kedua tim mengawali laga dengan tempo yang cepat. Jual beli serangan langsung hadir di menit-menit awal jalannya laga. Karena kerasnya lapangan, perpindahan aliran bola terjadi begitu cepat. Kedua tim juga memeragakan pressing yang cukup tinggi guna memutus alur serangan.

I Made Wirahadi yang diturunkan dalam pertandingan malam kemarin tampil dengan mobilitas tinggi. Ia mengawali peluang Super Elja lewat sepakannya, namun tendangan keras tersebut masih membentur lini pertahanan Blitar United dan hanya membuahkan corner kick.

Di menit ke-12, tim tuan rumah mendapat shot on target pertamanya, Angga Yudha yang lolos dari kawalan Arie Sandy mampu melepaskan sepakan keras yang mendatar, namun Ega Rizky dengan sigap mampu mengamankan peluang emas tersebut.

DI menit ke-22, Rangga Muslim melepaskan tendangan melengkung yang mengarah ke sudut kiri gawang Blitar, namun penjaga gawang Anggono masih mampu mengamankan meskipun tangkapannya sedikit kurang sempurna.

Melihat Budi yang sedikit pincang, coach Seto akhirnya menarik keluar pemain bernomor punggung 41 itu dengan memasukkan Ichsan Pratama di menit ke-36. Masuknya Ichsan membuat Tambun Naibaho harus bergeser ke sisi sayap. Di akhir babak pertama, Ichsan Pratama mendapat peluang emas, namun tendangan keras di kotak penalti setelah mampu mengecoh bek lawan hanya mampu ditepis oleh Anggono. Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Blitar United mencoba berinisiatif menyerang. Satu menit setelah kick off, Eka Hera yang menjadi motor serangan Blitar United membuat peluang dari luar kotak penalti. Namun sepakannya masih bisa diamankan oleh Ega Rizky. Melihat kondisi stamina Made yang menurun, Seto akhirnya memasukkan El Loco di menit ke-63.

Petaka untuk PSS hadir di menit ke-69. Dani Bujak yang tidak terkawal berhasil melepaskan tendangan keras dari kotak penalti, namun Ega Rizky gagal mengamankan peluang tersebut hingga bola akhirnya sedikit melewati garis gawang. Gol yang cukup kontroversial namun wasit akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut. Keunggulan tipis 1-0 Blitar United bertahan hingga pertandingan usai.

Ditemui saat press conference, Seto banyak berkomentar terkait jalannya pertandingan. “Pertandingan yang menarik, kedua kesebelasan bermain sangat terbuka, kami apresiasi untuk para pemain yang tampil penuh semangat dan luar biasa,” terang Seto.

Lalu ia sedikit senang terhadap permainan anak asuhnya, “Ada progres untuk pertandingan 8 besar nanti, secara umum saya bisa menikmati jalannya pertandingan, walaupun kami kalah it’s okay, kenapa kita kemasukan, ya karena terjadi shooting harusnya kita blok, dan itu menjadi evaluasi kami di lini pertahanan,” tambahnya.

Kemudian Seto menuturkan alasannya menarik Budi di babak pertama. “Saya melihat dia (Budi) belum seratus persen. Saya melihat dia (Budi) masih menahan rasa sakit, walaupun si Budi merasa marah, tapi it’s okay, dia (Budi) akhirnya memahami yang saya utarakan, karena saya butuh bukan hanya di pertandingan ini,” tutupnya.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya