Berita

PSS Sleman Awali Liga 2 dengan Kemenangan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Cerita PSS Sleman di Liga 2 musim ini diawali dengan manis. Namun, Laskar Sembada memulai laga ini dengan tempo lambat. Baru menit ke-6 Arie Sandy melepaskan tendangan selamat datang ke arah gawang PS Mojokerto Putra.

Pertahanan rapat tim tamu memaksa Dave Mustaine melancarkan dua tendangan dari luar kotak penalti. PSS Sleman baru bisa masuk ke kotak terlarang melalui tusukan Thaufan Hidayat dari sisi kiri. Sayang umpan silangnya masih sangat lemah.

Kubu PSMP langsung merespon. Melalui bek sayap kiri mereka, Derry Rachman, tim tamu melakukan tusukan dari sisi kiri yang menghasilkan sepak pojok bagi mereka. Bola liar hasil sepak pojok berhasil disambar pemain PSMP tetapi masih belum membahayakan gawang Ega Rizky.

Sementara itu, PSS Sleman menggunakan Irkham Mila sebagai tumpuan serangan. Berawal dari penetrasinya dari sayap kanan pada menit ke-20 memaksa pemain bertahan lawan melakukan pelanggaran. Bola yang diambil Bagus Nirwanto hampir saja menjadi assist andai saja sundulan Yudi Khoirudin tak ditepis penjaga gawang PSMP sehingga menghasilkan sepak pojok bagi PSS Sleman.

Yudi Khoirudin kembali menjadi aktor ketika bola liar hasil kemelut setelah sepak pojok diambil ia selamatkan sebelum bola keluar lapangan. Yudi kemudian mengirim umpan ke arah Dave Mustaine yang berada di pinggir kiri kotak penalti PSMP. Dengan sekali kontrol, Dave melepaskan sepakan yang berhasil membawa PSS Sleman unggul 1-0 atas tamunya.

Memasuki 15 menit terakhir di babak pertama, PSMP mengambil alih permainan. Indra Setiawan mengawali ancaman dengan tendangannya yang masih menyamping. Beberapa menit berselang, tim tamu mengurung pertahanan tuan rumah melalui kombinasi Derry Rachman, Ricky Kambuaya, Indra Setiawan, dan Haris Tuharea.

Serangan tersebut memanksa pemain belakang PSS Sleman harus membuat pelanggaran. Beruntung bagi Ega Rizky, Haris Tuharea masih melebar. Hingga akhir babak pertama, tim tamu terus berusaha menyamakan kedudukan. Namun, hingga turun minum, skor masih tetap 1-0 bagi PSS Sleman.

Kurang lebih 15 menit rehat, wasit Suyanto meniup peluit tanda dimulainya babak kedua. Melihat kurangnya koneksi antara lini belakang dengan lini depan, Heri Kiswanto memutuskan untuk memasukkan Syamsul Khoirudin mengganti Yudi Khoirudin.

Masuknya Syamsul membuat permainan PSS Sleman menjadi lebih hidup. Tiga menit babak kedua berjalan, serangan yang dibangun Yericho Christiantoko membuahkan tendangan bebas setelah umpan silangnya mengenai tangan bek sayap kanan PSMP. Syamsul yang maju sebagai eksekutor memberikan tambahan shots on target bagi tuan rumah walaupun tendangannya masih dapat ditepis kiper lawan.

PSMP tak mau ketinggalan melakukan serangan saat pertandingan memasuki menit ke-56. Umpan silang Wahyu Saputro diakhiri dengan tendangan Haris Tuharea yang masih dapat ditangkap Ega Rizky. Giliran Indra Setiawan mendapat peluang one on one setelah Hisyam Tolle melakukan blunder. Bola dari Indra sudah melewati Ega Rizky, tetapi berhasil diselamatkan oleh Arie Sandy sebelum masuk ke gawang.

Menit ke-78 menjadi awal debut Cristian Gonzales bersama PSS Sleman. Berselang lima menit, ia menggalang serangan balik bersama Rangga Muslim yang menggantikan Irkham Mila. Rangga yang melakukan tusukan memberikan cut back kepada El Loco, tetapi sepakannya masih membentur bek lawan.

Beruntung bola liar kembali mengarah ke Rangga Muslim. Ia mencoba memberikan umpan kepada Gonzales untuk kedua kalinya. Lagi-lagi bola membentur bek PSMP. Namun, kali ini si kulit bundar mengarah kepada Thaufan Hidayat yang berdiri bebas di tiang jauh. Dengan mudah, Thaufan menggandakan keunggulan PSS Sleman.

Menit ke-85, Cristian Gonzales kembali menjadi aktor. Berawal dari Thaufan yang menyisir sisi kanan, ia mengirimkan umpan silang. Bola yang gagal dihalaui oleh penjaga gawang tim tamu, mengarah ke kepala Gonzales. Tak sampai sedetik kemudian, pemain naturalisasi ini mencatatkan namanya di papan skor.

Tertinggal tiga gol, PSMP mengambil inisiatif melakukan serangan. Mulai dari menit ke-89 hingga pertandingan berakhir, tim tamu menciptakan 7 tembakan ke arah gawang tuan rumah. Rentetan serangan dimulai dari sepakan Indra Setiawan mengenai tiang gawang PSS Sleman. Sayang Haris Tuharea gagal menceploskan bola muntah ke gawang Laskar Sembada.

Semenit kemudian, Krisna Adi mendapat peluang melalui shooting jarak jauh, tetapi masih gagal menaklukkan Ega Rizky. Memasuki injury time, Ricky Kambuaya dua kali mendapat peluang melalui tembakan dari luar kotak penalti serta situasi satu melawan satu. Namun, dua kali pula Ega Rizky melakukan penyelamatan gemilang. Ega sekali lagi menjadi pehlawan saat menggagalkan peluang PSMP akibat kemelut di depan gawangnya.

Pertandingan hampir berakhir, Rangga Muslim menginisiasi serangan balik. Kombinasinya dengan Gonzales diakhiri oleh dribble Arie Sandy ke kotak penalti tim tamu. Sayang sekali pemain bernomor punggung 97 tersebut gagal menaklukkan Putut Wijiarto.

Kubu PSMP ketiban untung atas gagalnya serangan balik Laskar Sembada tersebut. Tim tamu ganti melakukan serangan balik cepat memanfaatkan pemain tuan rumah yang sedang out of position. Situasi 4 melawan 3 di kotak penalti PSS Sleman membuat Indra Setiawan dengan mudah menaklukkan Ega Rizky.

Gol tersebut menjadi hiburan bagi tim tamu sekaligus momen terakhir dalam pertandingan ini. Pertandingan berakir dengan skor 3-1 bagi PSS Sleman. Kemenangan ini menjadi cerita pembuka indah bagi Super Elja sebelum mengarungi musim ini lebih lanjut.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng