Opini

PSS Sleman: Ready to Launch!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah melakukan persiapan tim selama hampir 4 bulan, PSS akan melakukan launching tim dan jersey pada Sabtu, 14 April 2018. Launching akan dilaksanakan di Stadion Maguwoharjo, dilanjutkan dengan pertandingan melawan PSIR Rembang. Pertandingan tersebut merupakan rangkaian uji tanding terakhir yang direncanakan oleh tim pelatih sebelum terjun ke kompetisi yang sesungguhnya.

Launching tim diibaratkan sebagai puncak dari persiapan tim. Karena pada saat launching, seharusnya suatu tim sudah siap 100% untuk mengarungi kompetisi. Siap dari segala aspek, mulai dari tim atau pendukung yang lainnya. Lalu apakah PSS Sleman sudah mencapai 100% dalam persiapannya? Sudah pantaskah PSS melakukan Launching tim sore ini? Mari kita kulik bersama-sama.

Dari jumlah skuat yang ditargetkan, manajemen PSS mengatakan bahwa PSS akan berkekuatan 26 tim untuk mengarungi kompetisi tahun ini. Persiapan sendiri sudah mulai dilakukan sejak Desember tahun lalu, kala PSS mengikuti Celebration Game di Surabaya. Sejak itu, terjadi tambal sulam pemain dalam skuat PSS sampai pada akhirnya PSS mengatongi 25 nama yang resmi berseragam Super Elja untuk satu musim ke depan. Pemain-pemain tersebut adalah gabungan dari pemain lama yang dipertahankan tim pelatih dan para pemain baru.

Pemain-pemain yang resmi berseragam PSS bukanlah pemain sembarangan, tim pelatih menerapkan standar tinggi dalam perekrutan pemain. Tercatat para pemain PSS musim ini adalah jebolan dari Liga 1, atau pemain-pemain kunci dari tim Liga 2. Sebut saja Ega Rizky yang menjadi pilihan utama pscs di bawah mistar; Ichsan yang menjadi pemain kunci PSPS musim lalu; Wirabuana Prayoga bek kanan andalan Martapura FC, Yericho yang menjadi andalan Kalteng Putra di babak 8 besar Liga 2; Ada Juga Lastori dan Binter Wirahadi yang bertarung di perebutan tempat ketiga Liga 2 tahun lalu. PSS juga berhasil mendapatkan jasa 2 pemain dari Juara Liga 2 (Persebaya); keduanya adalah Thaufan Hidayat dan Rangga Muslim.

Menyebut “jebolan” Liga 1, ada nama Yudi Khoirudin, Ilham Irhaz eks Persiba Balikpapan, Adi Nugroho, Tambun Naibaho eks Semen Padang, Slamet Budiono eks Sriwijaya FC, Akbar Zakaria eks Persela, Sahrul Kurniawan eks Bhayangkara FC, dan yang terakhir Samsul Choirudin eks PSM Makasar.

Kemudian, sebagai puncak atau “gong”, PSS akan memperkenalkan satu rekrutan terakhirnya di acara launching. Perkenalan pemain terakhir ini pun akan terasa spesial karena berlabel pemain bintang. Pihak klub juga benar-benar menjaga rahasia siapa pemain terakhir tersebut. Sleman Fans pun dibuat kalang kabut penasaran.

Dalam hal taktik dan permainan tim, PSS telah mengalami pasang surut selama 4 bulan terakhir. Dimulai ketika kalah tipis dari Persebaya di Celebration Game, PSS kemudian menggelar Coppa Sleman 2018. Dengan skuat yang baru berkumpul kurang dari 10 hari, Super Elja menampilkan bentuk permainan yang kurang terstruktur, dan terjadi banyak miss komunikasi antar pemain. Pada akhirnya PSS menjuarai Coppa Sleman 2018, walaupun dengan permainan yang kurang spesial.

Selanjutnya, PSS mendapatkan banyak pelajaran ketika menorehkan hattrick kekalahan di Maguwoharjo. PSS kalah dari kontestan Liga 1: Bhayangkara FC (Juara Liga 1 2017), Persebaya (Juara Liga 2 2017), dan PSMS Medan (Runner Up Liga 2 2017). PSS menjadi lumbung gol, dan hanya sedikit mencetak gol. Walaupun kalah telak, Heri Kiswanto memandang hasil tersebut sebagai sesuatu yang positif karena banyak evaluasi yang bisa dilakukan dalam hal permainan PSS.

Setelah 3 kekalahan beruntun di kandang, PSS mulai menunjukkan kebangkitannya. Dua kemenangan away dari Semeru FC dan Persiba Balikpapan menjadi titik balik. Tidak hanya hasil akhir, dari sisi permainan tim PSS menunjukkan progress yang positif. Para pemain mulai paham dengan skema permainan yang diinginkan oleh pelatih. Terakhir PSS berhasil mengalahkan Persibat Batang dengan skor 3-1. Progress positif tersebut seharusnya bisa disempurnakan malam ini, pada saat PSS menghadapi PSIR Rembang.Harapannya, paling tidak PSS bisa mencatatkan clean sheet.

Walaupun menunjukkan progress yang positif dalam tiga uji tanding terakhir, tetap ada catatan minor yang harus dibenahi: konsistensi dan konsentrasi lini belakang. Karena PSS selalu kebobolan saat menghadapi lawannya, terutama dari bola-bola atas dan menit-menit akhir pertandingan. Herkis mengatakan bahwa pemain sering kehilangan konsentrasi, terutama saat sudah unggul angka. Juga tentang antisipasi bola-bola atas, hal itu akan terus dievaluasi dan diperbaiki.

Di jajaran kepelatihan, PSS memperkenalkan nama-nama baru di beberapa posisi. Herkis yang musim lalu menukangi Persela ditunjuk sebagai Pelatih kepala, dan Seto Nurdiantoro dipertahankan menjadi asisten pelatih. PSS pun memperkenalkan pelatih fisik baru, yaitu Komarudin yang pernah menjadi pelatih fisik Timnas U19 era Indra Sjafri, juga Listianto Raharjo yang diperkenalkan sebagai pelatih kiper. Terakhir, Danilo Fernando diperkenalkan sebagai pencari bakat dan mempersiapkan tim menyongsong Liga Indonesia.

Tidak hanya itu, PSS melengkapi skuat non pemainnya dengan fisioterapis, masseur, psikolog dan dokter tim. Diharapkan dengan adanya person-person di post tersebut bisa memaksimalkan kemampuan para pemain ketika bertanding.

Secara Infrastruktur, PSS banyak melakukan gebrakan musim ini. Yang paling kentara adalah pembangunan home ground PSS di daerah Harjobinangun. Ke depannya, home ground akan digunakan sebagai tempat tinggal dan tempat latihan PSS Sleman. Selagi proses tersebut berlangsung, PSS memindah mess pemainnya dari yang semula di Stadion Maguwoharjo ke tempat yang lebih baik. Untuk lapangan latihan, pihak manajemen menyetujui keinginan Herkis untuk menyediakan lapangan latihan yang baik. Alhasil PSS hanya berlatih di lapangan yang memiliki rumput bagus seperti Lapangan JIS, UNY, dan Maguwoharjo.

Perkenalan Jersey juga menjadi daya tarik tersendiri dalam acara launching. Dunia kain bola di Sleman memang berbeda dengan di daerah lainnya, yang terkadang sudah mengeluarkan teaser jersey terbaru sejak jauh-jauh hari. Di Sleman, Sleman Fans dibuat mati penasaran dengan jersey terbaru yang akan dikenakan pemain di musim ini. Hal ini dikarenakan tidak ada teaser atau leaked jersey yang keluar dari produsen. Jika produsen jersey PSS tahun ini masih sama dengan tahun lalu (Sembada Apparel), menjadi harapan bersama jika Sleman Fans bisa segera mendapatkan Jersey musim ini tanpa harus menunggu lama.

PSS tidak perlu kebingunan untuk mencari sponsor untuk memenuhi kebutuhan tim. Nama-nama besar seperti Gojek, Indomie, Corsa, Torabika menempel di depan Jersey PSS Sleman. Banyaknya sponsor yang mendukung PSS bisa direpresentasikan sebagai keuangan yang sehat. Sehingga PSS tidak perlu khawatir kehabisan “bensin” di tengah-tengah kompetisi. Tidak menutup kemungkinan, akan ada tambahan sponsor-sponsor baru yang makin menambah kuat pondasi keuangan PSS Sleman.

Jika dilihat dari segala persiapannya dari berbagai aspek, PSS memang sudah sangat siap untuk menggelar launching tim. Hampir semua aspek sudah dipersiapkan. Keseriusan dari manajemen untuk meraih prestasi juga terlihat jelas.

Mari kita sempurnakan acara launching dengan memenuhi Stadion Maguwoharjo. Berikan support kepada pemain, berikan pesan bahwa kita berada di belakang mereka, dan kita memiliki asa bersama. Semoga rangkaian acara launching berjalan lancar, dan mari kita jadikan launching tim tahun ini sebagai momentum awal untuk meraih tujuan bersama: juara dan naik kasta!

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad