Berita

PSS Sleman Vs Persijap Jepara: Sesuai Target

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman kembali melakoni laga kandang menghadapi laskar Kalinyamat. Kedua pelatih berambisi menargetkan poin penuh di pekan ke-12 kali ini. Pertandingan yang awalnya digelar sore hari berpindah ke malam hari.

Benar saja, seluruh isi stadion penuh sesak Sleman Fans. Mengingat pekan ke-12 ini adalah laga kandang terakhir fase grup super elja.

Syahrul mengawali skuat PSS Sleman masuk ke lapangan. Kali ini ia ditunjuk menjadi pemimpin rekan-rekannya menggantikan Busari yang terkena akumulasi kartu kuning.

Ada yang menarik dari susunan 11 pertama kali ini. Jodi yang lama sekali dibekap cidera akhirnya dapat bermain kembali. Mardiono alias nono akhirnya menjadi starting eleven semenjak direkrut pertengahan musim lalu.

Pertandingan dibuka koreo nan indah dari Brigata Curva Sud, memaknai momen kemerdekaan di bulan Agustus ini. Diawal laga, Laskar Sembada cenderung dikurung lawannya. Persijap tampak mengambil inisiatif serangan di awal laga mengingat ia harus mendapatkan poin penuh agar posisinya aman di klasemen.

Meskipun begitu, belum ada tembakan yang membahayakan gawang Syahrul Trisna. Super elja mengawali peluang lewat tendangan bebas Dirga Lasut di menit ke-5. Namun kali ini sepakannya mudah ditangkap kiper Persijap.

Peluang selanjutnya diciptakan Riski Novriansyah lewat tendangan akrobatiknya pada menit ke-12, hasil dari bola liar dari tendangan bebas yang dilakukan Mardiono. Namun masih jauh melambung keatas.

Pada menit ke-34, Imam bagus keluar digantikan oleh Rossi. Penampilan kurang maksimal dan sering kehilangan bola membuat coach FM menariknya keluar.

Meskipun PSS Sleman unggul penguasaan bola, Persijap tampak beberapa kali menciptakan peluang emas lewat juru gedor mereka. Tendangan keras dari luar kotak penalti kerap mereka lakukan, karena benteng pertahanan PSS sangat sulit ditembus.

Sekilas babak pertama, serangan Persijap terlihat lebih membahayakan. Hingga turun minum , skor masih 0-0.

Kick off babak kedua, anak-anak Sleman langsung tampil menyerang. Pergerakan sayap dari Rossi kerap berbuah peluang manis. Namun lagi-lagi finishing anak-anak Sleman ini belum begitu sempurna.

Tercatat 2 kali peluang emas di awal babak kedua lewat sontekan Dirga lasut yang masih tipis dari mistar gawang Persijap. Sama halnya denga Rossi, Tendangan melengkungnya masih menerpa tiang gawang.

Keasikan menyerang, Super Elja sempat dipusingkan lewat fast break cepat oleh Tommy Yustus cs. Membuat Syahrul harus bekerja keras di sepanjang babak kedua.
Selebihnya, permainan cenderung berada di area tengah. Kedua kesebelasan nampak kerap sekali melakukan kesalahan mendasar.

Menit ke-72 Riski ditarik keluar, dan digantikan Kito. Malam terburuk buat Riski, pasalnya ia tak dapat menunjukan kelasnya akbat penjagaan ketat oleh pertahanan Persijap.

Momentum serangan PSS terus berlanjut, hingga akhirnya dimenit 88 dave dilanggar di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih. Meskipun Persijap sempat protes karena keputusan wasit yang dianggap tidak adil, sang wasit tetap dengan keputusannya.

Algojo kali ini adalah Dirga Lasut, tendangan keras ke sudut kiri kiper Persijap membuat torehan golnya bertambah menjadii 9 gol musim ini.

Skor 1-0 untuk keunggulan PSS Sleman menutup laga panas dan sekaligus menjadi laga kandang terakhir di fase grup Liga 2. Tambahan 3 poin membuat anak asuhan Freddy Muli ini kian menjauh dari rival di bawahnya.

Persijap sendiri gagal membalas kekalahan pada putaran pertama lalu atas super elja dan kekalahan ini membuat perjuangan Persijap Jepara untuk lolos dari zona degradasi kian sulit.

Meskipun sudah dapat dipastikan lolos ke babak 16 besar, laskar sembada tetap bermain serius. Terpenuhi sudah target yang dicanangkan opa Freddy yang menginginkan anak asuhnya meraih minimal 31 poin.

Thank you PSS!

 

Komentar