Berita

PSS Sleman Vs PSIS Semarang: Sama Kuat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pertandingan uji tanding semalam, 10/6/2017, benar-benar memberikan lawan yang sepadan untuk PSS Sleman. Seperti yang sudah diprediksi, PSIS Semarang yang memiliki kualitas skuat yang baik mampu merepotkan skuat Super Elang Jawa.

Berbeda dengan uji tanding sebelumnya, kali ini pertandingan digelar secara normal 2×45 menit setelah sebelumnya berlangsung 3×30 menit. Pertimbangan yang diambil tidak lain kemungkinan adalah tim pelatih ingin melihat peningkatan fisik pemain yang sudah mulai rutin menjalani program latihan di bulan Ramadan.

PSS Sleman turun dengan starting line up utama. Hanya Tedi Berlian yang masih digantikan oleh Revi Agung dan Busari digantikan oleh Wahyu Sukarta karena alasan kebugaran. Selebihnya, merupakan para pemain utama sepanjang musim ini.

Secara umum, pertandingan berjalan cepat di babak pertama. Trisula Kito, Rossi, dan Riski beberapa kali menciptakan berbagai ancaman ke gawang lawan yang dikawal oleh Aji Bayu. Termasuk satu peluang dari Dirga Lasut melalu tendangan bebas yang hanya menerpa mistar gawang lawan.

Sama halnya dengan PSIS Semarang yang tampil cukup rapat di lini tengah dan belakang sesekali berhasil melakukan maneuver hingga sepertiga akhir PSS Sleman. Revi Agung yang menggantikan peran Tedi Berlian juga bermain cukup apik.

Alhasil babak pertama berakhir tanpa gol untuk kedua tim.

Babak kedua berlangsung lebih menarik. Tensi pertandingan meninggi seiring naiknya intensitas serangan kedua tim.

Gol yang ditunggu tuan rumah akhirnya datang juga pada menit ke-61. Berawal dari tendangan sudut yang diantisipasi keliru oleh kiper lawan, bola justru mengarah kea rah Riski Novriansyah yang berdiri bebas. Tidak menyianyiakan peluang, mantan pemain Sriwijaya FC ini langsung mengarahkan tendangan keras ke gawang yang tidak bisa diantisipasi lawan. Kedudukan menjadi 1-0 untuk PSS Sleman.

Tak butuh waktu lama, menit ke-64 PSIS langsung menyamakan kedudukan lewat skema tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan PSS Sleman. Tendangan keras Taufik diantisipasi dengan buruk oleh Syahrul. Bola tendangan bebasnya yang memantul tanah gagal dihalau. Kedudukan menjadi imbang 1-1.

Walau kedua tim saling berbalas serangan di sisa babak, namun tidak ada gol lagi yang tercipta. PSS Sleman sebenarnya memiliki banyak peluang. Tercatat mereka berhasil menorehkan 8 tendangan on target dari 16 kali percobaan. Namun sayangnya hanya 1 tendangan yang menjadi gol.

Sementara PSIS lebih efektif. Mereka melakukan 2 kali tendangan mengarah ke gawang PSS Sleman dan berbuah 1 gol.

Secara keseluruhan, pertandingan berjalan imbang dan menarik.

“Kami mendapat tekanan sepanjang pertandingan. Tetapi, kami juga member tekanan tuan rumah dan bisa mencetak gol untuk menyamakan kedudukan” tutur Subangkit.

Sementara, Freddy Muli menyoroti anak buahnya dalam proses gol ke gawang mereka.

“Ini yang harus diperbaiki. Pemain harus fokus dan tidak lengah saat lawan mendapat set piece. Tetapi, pertandingan ini memang bagus. Saya puas karena kedua tim sama-sama fight. Ini seperti sebuah kompetisi,” ujarnya.

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...