Analisis

Preview PSS vs Persebaya: Laga untuk Menguji Fisik dan Mental

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabtu, 17 Februari 2017 PSS Sleman kembali akan bermain di Stadion Maguwoharjo, setelah sebelumnya di tempat yang sama berhasil memenangkan Coppa Sleman 2018. Kali ini PSS mendapatkan tantangan dari Juara Divisi Utama 2017: Persebaya Surabaya. Sebelumnya, PSS sempat bertemu dengan Persebaya Surabaya pada 9 Desember 2017. Pada saat itu, PSS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 2-1.

Persebaya yang akan dihadapi kali ini berbeda dengan persebaya saat Celebration Game. Dalam menyongsong Liga 1 musim ini, Persebaya mendapatkan tambahan pemain-pemain kenamaan tanah air, seperti Osvaldo Hay, Nelsom Alom, Pahabol, dan Ruben Sanadi. Tidak lupa juga ada 2 pemain asing yang sudah tidak asing lagi di kancah sepak bola tanah air: Octavio Dutra dan Robertino Pugliara. Deretan nama-nama tersebut, ditambah Rendi Irwan, Irfan Jaya, dan Ricky Kayame tentu saja akan membuat lawannya bergidik.

Persebaya sering menggunakan formasi 4-3-3 dengan fokus serangan melalui kedua sayapnya. Pada perhelatan Piala Presiden lalu, kekuatan utama Persebaya adalah eksplosifitas dari Irfan Jaya dan Pahabol. Sedangkan untuk posisi striker, sepertinya masih menjadi PR tersendiri bagi Coach Alvredo Vera. Trio di lini tengah, akan ada Kapten Rendi Irwan, Rebertino, dan Nelson Alom. Peran vital diemban oleh Nelson Alom yang bertugas sebagai breaker. Pada Piala Presiden lalu, Nelson Alom bermain sangat baik. Pemain ini menjadi salah satu kunci kesuksesan Persebaya yang dapat melaju sampai babak 8 besar.

Persebaya bukanlah tanpa kelemahan. Kelemahan Persebaya sangat terlihat saat pertandingan melawan PSMS Medan. Kelemahan itu ada pada serangan balik dan sisi kiri pertahanan Persebaya. Ruben Sanadi yang ditempatkan sebagai bek kiri sering kecolongan dan menyisakan lubang besar yang kemudian sukses dimanfaatkan pemain depan dari PSMS.

Bagi PSS sendiri, laga besok menjadi pertandingan pertama setelah seluruh skuat digembleng fisiknya di Kaliurang, Candi Ijo dan Parangtritis. Tim pelatih memang belum mengagendakan latihan taktik. Jadi skuat PSS saat ini memang difokuskan untuk perbaikan fisik.

Untuk masalah skuat, pemain-pemain PSS saat ini masih sama dengan saat menjuarai Coppa Sleman beberapa waktu lalu. Hanya saja, PSS mendapatkan tambahan amunisi di lini depan, setelah merekrut I Made Wirahadi dari Bhayangkara FC.

Kiper akan dipercayakan kepada Ega Rizki, untuk 4 pemain belakang diisi Abdul Zakaria, Tolle, Yudi K, dan Tedy Berlian. Posisi tengah Arie Sandy kemungkinan akan ditemani oleh Ilham Irhaz dan Adi Nugroho. Thaufan Hidayat dan Slamet Budiono di sayap akan melayani Tambun Naibaho di posisi striker.

I Made Wirahadi mungkin belum akan diturunkan sebagai starter mengingat baru beberapa hari bergabung dengan latihan PSS. Wirahadi bisa dimainkan pada babak kedua, ditempatkan sebagai target man di formasi 4-1-4-1 atau 4-4-2. Pengalaman yang dia miliki diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi lini depan PSS Sleman.

Selain melihat hasil training camp, Coach Herkis mengatakan bahwa pertandingan ini dia manfaatkan untuk mengetahui karakter setiap pemain. Diharapkan sebelum Liga 2 dimulai, tim pelatih sudah bisa mengetahui karakter permainan tiap pemain, sehingga bisa menyesuaikan dengan tim-tim yang akan dihadapi.

Pertandingan ujicoba melawan tim yang berada satu level di atas PSS juga bisa digunakan untuk menguji mental bertanding para pemain. Bagaima para pemain menghadapi tekanan dari pemain yang memiliki jam terbang dan kualitas di atasnya, hal ini sangat penting, apalagi PSS didominasi oleh para pemain muda. Juga, saya berharap Herkis bisa memainkan seluruh skuat yang ada.

Pada pertandingan besok, PSS bisa mencoba untuk mengincar area kiri pertahanan Persebaya. Area yang berhasil dimanfaatkan oleh PSMS Medan di babak 8 besar Piala Presiden. Dengan memanfaatkan serangan balik cepat, apalagi PSS memiliki deretan pemain sayap yang memiliki speed yang mumpuni. Namun PSS juga harus waspada terhadap pemain-pemain sayap Persebaya, terutama Pahabol dan Irfan Jaya. Kedua pemain ini harus dapat dimatikan pergerakannya, jika tidak ingin kecolongan di kandang sendiri.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad