Analisis

PSS Sleman vs Persibas Banyumas: Menuntut Kejelian Coach FM

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Tidak lama setelah menghempaskan PSGC Ciamis, PSS akan kembali diuji ketangguhannya oleh Persibas Banyumas, Kamis 13 Juli 2017. Pertandingan ini akan kembali digelar di MIS, sore hari pukul 15.00 WIB.

Kemenangan saat melawan PSGC bukannya tanpa cela. PSS memiliki beberapa Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan, yang paling penting adalah penyelesaian akhir. Pada pertandingan Sabtu lalu (vs PSGC), banyak peluang-peluang matang yang gagal dikonversikan menjadi gol oleh para pemain depan. PSS harus bermain efektif, memanfaatkan semua peluang sekecil apapun dan mengkonversikannya menjadi gol. Nampaknya, para pemain PSS masih terbawa nafsu untuk mencetak gol, sehingga tidak tenang ketika mengeksekusi penyelesaian akhir.

Terlalu dominannya PSS di sisi sayap patut dijadikan perhatian oleh cocah FM. Karena lawan PSS pasti telah mengantisipasi kecepatan pemain sayap PSS. Ketika coach FM tidak menyiapkan skema lain, dikhawatirkan permainan PSS akan monoton dan tidak berkembang. Seperti biasanya, bola hanya akn diputar-putar di area permainan sendiri, tanpa ada progresi vertikal.  Eksploitasi area tengah dengan umpan pendek satu dua dan through pass harusnya bisa dijadikan andalan, mengingat nama-nama besar yang menghuni daerah tersebut.

Saat mengalahkan PSGC, PSS harus kehilangan dua bek andalannya karena cidera. Waluyo dan Jodi K ditarik keluar lapangan, sebelum pertandingan usai. Tim medis PSS Sleman memastikan keduanya harus menepi di pertandingan melawan Persibas Banyumas. Keadaan ini tentu membuat Fredi Mully pusing, FM harus memutar otak untuk bisa mengamankan peringkat.

Keadaan ini (absennya Waluyo dan Jodi K) akan menjadi dilema tim pelatih dalam menentukan starting line up, karena bek tengah murni yang dimiliki PSS hanya tinggal Zamzani. Sebagai alternatif, Arie Sandy bisa digeser ke belakang menemani Zamzani. Wahyu Sukarta bisa dipasang menutupi pos yang ditinggalkan oleh Arie Sandy. (dengan anggapan coach FM tetap memakai formasi 4-1-4-1)

Jika memang skenario tersebut dipakai, masalah selanjutnya adalah: PSS tidak memiliki bek tengah dan gelandang tengah murni di bench. Hal ini tentu akan membuat coach FM pusing,  jika kemudian ada salah satu pemain tengah atau belakang-nya cidera. Kita asumsikan bahwa Dave M belum dapat dimainkan sebelum putaran pertama usai.

Secara mental, PSS sedang dalam kondisi yang bagus. Bisa dibilang bahwa PSS sedang dalam posisi di atas angin. Saat ini PSS berada di posisi teratas, capolista, di grup 3. Unggul dari pscs dengan 1 satu poin. Para pemain tentu akan lebih bersemangat untuk memenangkan pertandingan, untuk semakin menjauh dari tim-tim lainnya. Namun tetap, jangan sampai ada pikiran untuk meremehkan lawan, jika tidak ingin tergelincir.

Sama dengan PSS, Persibas juga tengah dalam kondisi on fire. Persibas datang ke Sleman dengan bekal kemenangan saat bertandang ke Purbalingga. Persibas menang dengan skor tipis 0-1, gol dicetak oleh Irkham Zamrul M. Saat ini Laskar Joko Kaimanku berada di posisi tiga dengan 10 poin. Tertinggal 3 poin dari PSS Sleman.

Persibas adalah tim yang didominasi oleh pemain-pemain muda. Nama beken di skuat Persibas mungkin hanyalah sang kapten, Andesi Setyo. Pemain yang sempat memperkuat PSCS ini merupakan motor serangan dari Persibas. Beroperasi di lini tengah, dia bertanggung jawab mengatur ritme permainan tim.

Persibas terbiasa memainkan formasi 4-5-1 saat bermain di luar kandang. Mereka bermain bertahan dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik cepat dengan memanfaatkan penyerang tunggalnya, Solihul Islam. Kemungkinan gelandang yang akan diturunkan adalah Andesi, Dwi S, Nanto, Apriyogi, dan Irkham Zahrul. Lima pemain tengah ini akan menumpuk di area permainan mereka sendiri.  Untuk posisi belakang Khoirul Hidayat dan Triyan Barjo akan mengkomando pertahanan, menjaga keperawanan dari gawang yang dijaga oleh Wendra K.

Walaupun (mungkin) akan bermain bertahan, kekuatan lini serang Persibas tidak boleh dianggap remeh. Dengan torehan 9 gol dari 6 laga, produktivitas para pemain depan Persibas sejajar dengan PSS Sleman. Hal ini harus diwaspadai barisan belakang PSS, mengingat 2 bek andalannya tidak bisa dimainkan. Zamzani dan Arie harus saling berkoordinasi, mewaspadai serangan balik cepat Persibas. Pertandingan ini dapat dijadikan ajang pembuktian untuk Zamzani, bahwa dia pantas berada di tim inti.

PSS harus mewaspadai kecepatan dari Irkham Zahrul di sisi sayap kanan. Skill dan kecepatannya patut diwaspadai oleh Tedi Berlian. Motor serangan sekaligus kapten Persibas, Andesi, tidak boleh dibiarkan bebas mengkreasikan serangan. Arie Sandy bisa ditugaskan untuk menempel pemain berusia 27 tahun ini.

Persibas diperkirakan akan bermain negative football, dan PSS akan menguasai permainan sepenuhnya. Perlu diingat bahwa PSS akan kesulitan jika melawan tim yang menumpuk semua pemainnya di area bermain mereka sendiri. Coach FM dituntut untuk jeli meramu taktik, jangan sampai ada permaianan monoton yang hanya mengandalkan salah satu sisi permainan. Harus ada variasi serangan jika taktik sebelumnya tidak bisa dimaksimalkan.

Dilihat dari komposisi pemain, seharusnya PSS bisa memenangkan pertandingan terakhir di putaran pertama ini. Syaratnya adalah PSS bisa mengurai kongesti pemain lawan yang menumpuk di area permainannya sendiri. Bermain efektif dengan tidak membuang-buang peluang yang didapatkan. Ayo man, lebih lama di puncak !!

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.