Analisis

PSS vs Persip: Saatnya Jaga Tren Positif

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Gelaran Liga 2 yang merupakan liga divisi kedua di Indonesia telah memasuki pekan ke 3. PSS Sleman yang minggu lalu menang 2-0 di laga tandang menghadapi Persibangga akan kedatangan tamu dari Kota Batik, Persip Pekalongan di Maguwoharjo pada hari Sabtu (6/5).

Sama dengan PSS, di pekan kedua liga, Persip juga berhasil mengalahkan tetangganya Persibat Batang di laga tandang dengan skor 1-0. Kedua tim ini sama-sama mengemas 3 poin di tabel klasemen dari hasil satu kali kemenangan dan satu kali kekalahan.

Pertemuan terakhir kedua tim ini di laga uji tanding Juni tahun lalu yang berhasil dimenangkan PSS dengan skor 3-1, lewat 3 gol yang diborong Rizky Novriansyah.

Di laga melawan Persibat, Pelatih Persip Didik Lestyantoro menggunakan formasi dasar 3-5-2. Dia lebih sering menumpuk pemainnya di area lini tengah dengan memanfaatkan penetrasi kedua sayapnya yang lincah dan juga pergerakan tanpa bola kedua pemain depannya, Samuel Safle dan Nur Coyo.

Ketika Persip tertekan, formasi akan berubah menjadi 5-3-2. Kedua sayapnya akan turun sejajar dengan 3 centerback mereka, dan ketiga gelandang akan membantu lima pemain belakang di depan area kotak penalti.

Jadi bisa disimpulkan ketika mereka bertahan, mereka akan menumpuk sekitar 7-8 pemain di area kotak penalti, hal yang membuat para pemain Persibat kesulitan menembus  pertahanan Persip.

Saat melakukan counter attack, kedua sayap mereka akan ikut naik membantu lini tengah. Pemain tengah bertugas sebagai pendistribusi bola ke kedua sayap mereka  dan sesekali melakukan direct ball ke dua targetman mereka Samuel Safle dan Nur Coyo yang cepat dan punya skill bagus.

Transisi dari menyerang ke bertahan mereka sangat terorganisir. Ketika kedua sayap mereka telat turun, dua dari tiga gelandang akan langsung mengisi space kosong di area kanan dan kiri yang di tinggalkan kedua sayapnya.

Persip juga mempunyai 3 centerback yang disiplin. Terbukti di pertandingan melawan Persibat ketiga pemain ini sama sekali tidak terpancing untuk ikut naik menyerang, saat Persip mendapatkan sepakan pojok pun mereka tetap di area pertahanan.

Pusat permainan dan kekuatan Persip adalah di ketiga gelandang mereka Iwan Wahyudi, Edianto, dan Dimas Adik. Mereka pembagi  bola yang baik, lihai dalam mengatur tempo , mereka juga sangat mobile, disiplin, dan tak segan melakukan tekel-tekel keras di area lini tengah.

Berbanding terbalik dengan Persip, lini tengah PSS di awal musim ini sangat jauh dari harapan. PSS minim pemain kreatif di lini tengah dan jarak antarpemain di lini tengah di dua pertandingan awal sangat jauh.

Hal yang membuat distribusi bola ke lini depan menjadi terhambat. PSS di dua pertandingan awal juga memiliki kelemahan di area fullback kiri yang di tempati Teddy Berlian. Dia sering naik membantu serangan dan sering terlambat turun.

Melawan tim yang banyak menumpuk pemain di lini tengah setidaknya PSS juga harus memakai formasi yang sama, bisa 4-2-3-1 atau 4-3-3. Karena kunci permainan adalah memenangkan lini tengah.

Dan  dengan tiga gelandang di tengah transisi permainan akan lebih dinamis, bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

Jika Super Elang Jawa ingin menang mereka harus mengendalikan tempo sejak awal pertandingan. Pressing harus diberikan pemain PSS kepada para pemain Persip sejak area lini tengah.

Jangan sampai membiarkan pemain tengah Persip leluasa menguasai bola. Peran lini tengah PSS akan berperan sangat vital di pertandingan ini karena pusat permainan Persip adalah di lini tengah mereka, ketika lini tengah macet maka permainan Persip tidak akan berkembang.

Pemain PSS harus banyak melakukan percobaan crossing di area pinalti Persip, karena di pertandingan melawan Persibat, para pemain belakang mereka lemah dalam duel udara.

Ketiga centerback mereka juga sangat lambat, mereka banyak kewalahan saat mendapatkan bola daerah dan through ball. Ini yang harus dimanfaatkan oleh para pemain PSS.

Permainan cepat satu dua sentuhan dan sesekali melakukan umpan terobosan akan menjadi solusi jika PSS ingin menang di laga ini. PSS juga harus memanfaatkan kecepatan pemain sayap mereka, seperti Kito, Imam Bagus, dan Angga untuk mengeksploitasi sisi kanan dan kiri area pertahanan Persip.

Kiper Persip di pertandingan melawan Persibat juga banyak melakukan kesalahan. Kiper sering salah dalam mengantisipasi tembakan dari luar kotak penalti, dan bola sering lepas dari tangkapan.

Pemain seperti Dirga dan Rizky perlu banyak melakukan percobaan tendangan ke gawang, karena mereka mempunyai tembakan yang keras dan akurat.

Yang perlu diminimalisir oleh pemain PSS adalah pelanggaran di sekitar area kotak penalti. Persip mempunyai penendang bola mati yang baik. Gol kemenangan mereka melawan Persibat juga dicetak melalui proses tendangan bebas yang diambil pemain mereka Dimas Adik.

Di pertandingan ini tentunya semua mata akan tertuju pada tim PSS Sleman. Kemenangan akan menjadi hal yang sangat penting bagi Laskar Sembada untuk mengembalikan kepercayaan publik Sleman setelah kalah di laga pembuka melawan PSCS Cilacap.

Tentu PSS selaku tuan rumah ingin menjaga tren kemenangan mereka di Purbalingga minggu lalu dan akan termotivasi menang di laga ini. Selain mereka bermain di hadapan publik sendiri, PSS juga mempunyai rekor apik kala bermain di kandang.

Saatnya terbang tinggi Super Elja!

Komentar

Comments are closed.