Berita

PSS Sleman vs PSGC Cilacap: Capolista!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman berhasil mengkandaskan tamunya PSGC Ciamis dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga 2 (8/7). Pertandingan ini menjadi laga pertama PSS setelah lebih dari sebulan diliburkan. Dua gol Laskar Sembada di cetak oleh Riski dan Busari. Riski membuka keran gol nya lewat eksekusi penalti  pada menit ke 17 setelah dirinya di jatuhkan pemain belakang PSGC di area kotak penalti. Sementara gol kedua di cetak oleh Il Capitano Busari pada menit ke 81 lewat sepakan indahnya yang tak bisa di bendung kiper PSGC.

Di pertandingan ini PSS  menurukan skuat  terbaiknya sejak awal. Terjadi pergantian di sektor sayap, Rossy diparkir di bangku cadangan dan digantikan Kito; membentuk Trisula lini depan : Kito , Rizky dan Imam Bagus. Lini tengah seperti biasa diisi oleh langganan tetap Arie, Busari dan Dirga. Sementara lini pertahanan diisi oleh Bagus, Waluyo, Jodi dan Tedi. Menjadi kelegaan tersendiri melihat Tedi sudah bisa bermain, setelah cidera tulang belakang yang dialaminya di Jepara.

Di menit awal tim Super Elja langsung mengambil inisiatif serangan. Seperti biasa serangan PSS selalu dimulai pada kedua sayapnya, Kito  dan Imam. Terbukti tusukan keduanya mampu merepotkan kedua fullback PSGC di menit-menit awal. Keduanya silih berganti mengancam gawang PSGC di 5 menit awal babak pertama.

Setelah bermain apik di menit-menit awal, PSS bermain kaku di sisa babak pertama. Sepanjang babak pertama, fokus permainan yang selalu dari sayap Hal ini membuat permainan PSS tidak berkembang, karena tim lawan sudah menebak cara bermain ini dari awal. Kedua sayap Kito dan Imam sering sekali melakukan kesalahan passing dan crossing. Terutama crossing  yang sering tidak tepat sasaran, tidak efektif dan membuang momentum serangan.

Pada pertandingan kali ini, peran Busari sama sekali tidak terlihat. Kepiawaiannya dalam membuka ruang dan membuat peluang seperti hilang ditelan bumi. Beruntung, penampilannya sedikit tertutupi dengan  lesatan gol indahnya di menit 81. Busari bermain tidak lepas, seperti ada beban. Tubuhnya di lapangan, namun pikirannya di tempat lain. Mungkin karena dia akan melalukan resepsi pernikahan jadi fokusnya terbagi.

Beruntung Super Elja masih memiliki seorang Dirga. Dia menjadi pembeda di pertadingan ini. Keberaniannya membawa bola dan pergerakannya membuat lini tengah PSS menjadi hidup. Terbukti di pertandingan ini ia mencatatkan 3x Key Pass dan 3x Chances Created.

Di babak pertama, para pemain PSS mulai sesekali melakukan variasi serangan dengan trough ball ke pemain depan terutama oleh Busari dan Dirga. Salah satu contoh adalah proses terjadinya penalti PSS , Busari memberikan bola daerah kepada Rizky yang kemudian Rizky dijatuhkan oleh bek PSGC.  Hal yang sebelumnya jarang diperagakan para pemain PSS, meskipun belum efektif namun ada kemajuan dalam segi taktik permainan. Permainan semacam inilah yang harus sering diperagakan oleh pemain PSS, tidak hanya melulu bermain dari sayap.

Di babak kedua jalannya pertandingan sedikit menarik, karena para pemain PSGC sedikit menaikan tempo permainan. Seperti halnya dengan PSS , fokus permainan PSGC juga berorientasi pada kecepatan sayapnya dengan sedikit variasi umpan terobosan dari tengah.

Namun ketenangan lini pertahanan Laskar Sembada dan penampilan apik dari Syahrul yang berhasil melakukan 4x penyelamatan dan 3x melakukan claim membuat PSGC tidak bisa mencetak gol ke gawang PSS Sleman. Syahrul sendiri mencatatkan clean cheet ke 5 nya di Liga 2. Bukti tangguhnya pertahanan PSS yang digalang oleh Waluyo dan Jodi.

Problem terjadi ketika Waluyo dan Jodi di tarik keluar karena cedera. Arie Sandy dan Zamzani yang di plot sebagai centreback sering melakukan kesalahan saat para pemain PSGC melakukan counter-attack. Mereka sering melakukan clearance yang salah dan membayakan pertahanan sendiri.

Jarak lini pertahan dan lini tengah yang jauh menjadikan para pemain bertahan kebingungan mendistribusikan bola ke depan. Selepas keluarnya Waluyo,  lini pertahanan Super Elja sering terlihat panik saat memegang bola karena pressing yang dilakukan para pemain PSGC. Menjadi PR tersendiri bagi coach FM untuk segera menemukan strategi ketika PSS kehilangan Waluyo.

Meskipun di pertandingan ini Laskar Sembada tidak bermain bagus, namun dengan kemenangan ini PSS berhasil mengemas poin 13 dan mengkudeta PSCS dari puncak klasemen. Jebul puncak adem lurd !

Komentar