Opini

Rangga dan Lastori adalah Sebuah Jaminan Promosi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Akhirnya, PSS berhasil mendapatkan tiket promosi setelah di semifinal Liga 2 2018 mengalahkan Kalteng Putra dengan agregat 2-0.

Ini adalah sebuah penantian panjang dari seluruh pandemen sepak bola di Sleman, yang telah menunggu PSS bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Musim ini, PSS memang memiliki skuat yang sangat mewah. Selain mewah, kekuatan antarlini juga sangat merata. Sampai akhir musim, tercatat ada 27 pemain yang menjalin kontrak dengan Super Elja.

Ada yang menarik dari skuat Super Elja musim ini. Hal tersebut adalah adanya pemain yang back to back promosi selama 2 musim berturut-turut. Artinya, musim lalu pemain ini berhasil mengantarkan timnya promosi ke Liga 1, kemudian tahun ini kembali mengantarkan PSS promosi ke Liga 1.

Keduanya adalah Rangga Muslim dan Rifal Lastori. Sebenarnya ada nama I Made Wirahadi yang sempat memperkuat PSS, walau pada akhirnya dia memilih pindah ke Kalteng Putra di akhir fase grup. Ada juga Thaufan Hidayat yang kemudian lebih memilih Persegres di putaran kedua.

Rifal Lastori sejatinya adalah pemain Borneo FC, namun dia menghabiskan 2 musim terakhir sebagai pemain pinjaman. Di Liga 2 2017, dia memperkuat PSIS Semarang. Dipinjamkan sejak awal Agustus 2017, Lastori berhasil mencatatkan 4  gol dan 5 asis selama berseragam PSIS. Dia langsung menjadi primadona baru bagi publik sepak bola Semarang. Di akhir musim, dia berhasil mengantarkan PSIS promosi ke Liga 1 berstatus sebagai juara 3.

Habis masa baktinya di Semarang, Rifal sempat ditarik kembali ke Borneo FC. Sebelum mulai kompetisi tahun 2018, Rifal beserta Yericho berlabuh ke PSS sebagai pemain pinjaman. Sempat kesulitan beradaptasi dengan tim, Rifal mulai tune in bersama skuat lainnya di bawah asuhan Seto Nurdiantoro. Sampai saat ini, Lastori berhasil mencetak 4 gol untuk Super Elja.

Pada 28 November 2018, Lastori kembali mengantarkan PSS promosi ke Liga 1. Di tanggal yang sama ketika dia mengantarkan PSIS promosi musim lalu (28 November 2017).

Pemain kedua adalah Rangga Muslim. Rangga menjadi komoditi panas di Liga 2 musim lalu. Menjadi pemain yang diperebutkan oleh Persebaya dan PSIM Jogja. Persebaya menginginkan jasa pemain ini di putaran kedua fase grup, namun manajemen PSIM tidak mengijinkan kepindahannya karena jasanya masih diperlukan oleh tim.

Rangga akhirnya berhasil diboyong ke Surabaya menjelang babak 16 Besar Liga 2. Pada perjalanannya, Rangga kesulitan untuk menembus skuat inti Persebaya karena kalah bersaing dengan Irfan Jaya. Pada akhirnya Rangga bisa mengecap juara bersama dengan Persebaya setelah di final mengalahkan PSMS dengan skor 3-2.

Di awal musim 2018, Persebaya melakukan cuci gudang skuatnya. Beberapa pemain yang tidak masuk proyeksi mereka di Liga 1 dilego, termasuk di dalamnya adalah Rangga Muslim. PSS tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung meminjam Rangga Muslim dan Thaufan Hidayat.

Di awal musim Rangga kesulitan untuk bisa menembus skuat inti PSS. Pemain ini kalah bersaing dengan Slamet Budiono dan Rifal Lastori. Di fase grup putaran kedua, Rangga mendapatkan kesempatan tampil saat Slamet Budiono menderita cedera. Sejak saat itu, dia mendapatkan kepercayaan penuh dari Seto Nurdiantoro untuk mengisi pos sayap kiri PSS.

Sampai saat ini, Rangga berhasil mencetak 2 gol untuk PSS, yang paling berkesan tentu saja saat menjebol gawang PSIM di derbi DIY Jilid 2.

Berbeda dengan saat membela Persebaya, Rangga menjadi salah satu aktor penting yang mengantarkan PSS promosi. Dia tidak pernah absen membela PSS di babak 8 besar Liga 2. Saat ini, Rangga tinggal membuktikan bahwa dia bisa kembali membawa timnya juara Liga 2, untuk bisa mencatat rekor back to back juara Liga 2.

Keputusan yang tepat bagi PSS memakai jasa kedua pemain ini. Mungkin, memiliki Rangga dan Lastori dalam tim adalah sebuah jaminan promosi.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad