Berita

Rangga Muslim dan Cerita di Laga Derbi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi seorang pemain sepakbola, berpindah klub adalah hal yang biasa dan sering dialami. Namun jika seorang pemain tersebut pindah ke klub yang notabene adalah rival, pasti ia akan mempunyai cerita dan kesan tersendiri.

Sebagai contoh di Liga Inggris sana ada beberapa pemain fenomenal yang menyebrang ke tim rival atau tim yang masih satu kota dengan klub lamanya. Biasanya mereka pindah ke klub rival karena berbagai alasan. Mulai dari tawaran gaji, adanya konflik, hingga hasrat keinginan untuk merasakan gelar.

Kita masih ingat perpindahan Robin van Persie ke Manchester United di tahun 2012 lalu cukup membuat publik bola Inggris tergumam. Pasalnya Persie sedang mencapai level top di Arsenal dan justru secara tak terduga pindah ke rivalnya, Setan Merah.

Biasanya fans lamanya ada yang memberi respect atau menyambut ketika si pemain datang lagi ke stadion yang pernah menjadi rumahnya. Namun ada juga yang justru mencemooh si pemain tersebut karena dianggap telah berkhianat. Tentu saja mental harus teruji betul jika pemain sepakbola akan berniat untuk hengkang ke klub rival atau tetangga.

Bagaimana dengan Rangga Muslim?

Awal musim lalu, pemain asal Bima ini telah resmi pindah ke PSS Sleman. Sebelumnya, pemain bernomor punggung  15 ini sempat bermain untuk Persebaya Surabaya di babak 16 besar musim lalu. Sebelum ke Surabaya, nama Rangga besar karena merumput bersama PSIM Yogyakarta, tim yang menjadi seteru sekota PSS Sleman.

Tentu dengan pindahnya Rangga Muslim ke klub rival, membuat para fans tim lamanya sedikit terlihat tidak senang. Karena ia sendiri adalah tulang punggung klub selama beberapa musim. Ketika ditemui beberapa waktu yang lalu, ia menuturkan kisahnya dalam menjalani laga derbi dengan 2 klub yang berbeda.

“Kalau atmosfer, ya luar biasa bagi saya pribadi, pengalaman yang berharga buat saya, ya sejarah juga buat karir sepakbola saya, karena bisa merasakan euforia derbi DIY,” terangnya.

Rangga Muslim adalah salah satu pemain yang sempat merasakan derbi dengan 2 klub yang berbeda. Sebelumnya di tahun 2014 lalu, Rangga sudah bermain untuk PSIM, dan kala itu derbi panas digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman. Atmosfer dan kemeriahan para suporter menghiasi jalannya laga 4 tahun yang lalu. Barangkali hal itu menjadi kebanggan tersendiri untuk Rangga Muslim bisa bermain di laga bergengsi tersebut.

Biasanya para pemain sepakbola yang pindah ke tanah rival akan sedikit diganggu oleh fans lamanya karena mungkin fans tersebut merasa sakit hati atas kepindahannya. Ditanya soal hal tersebut Rangga punya komentar lain.

“Teror itu pasti, itu risiko, saya pribadi harus siap menerima itu,” tuturnya dengan sedikit tersenyum. Kemudian ia menambahkan bahwa kepindahan ke tim rival tidak menimbulkan suatu persoalan bagi dirinya. “Kalau soal masalah apa enggak ya bagi saya sama saja, Jogja sama Sleman masih sama-sama,” tambahnya.

Di akhir wawancara ia turut berkomentar perihal laga derbi yang harus dimainkan tanpa adanya satu suporter pun yang hadir. “Ya ini pelajaran buat kami, di saat kami tidak didukung suporter pun kami harus (tetap) tampil lebih baik dari sebelumnya,” terangnya.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya