Berita

Resmi Jabat Pelatih Kepala, Seto Matangkan Taktik Selama Ramadan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman akhirnya resmi menaikkan jabatan Seto Nurdiantoro menjadi pelatih kepala paska mundurnya Heri Kiswanto di awal kompetisi Liga 2 musim 2018. Sebelumnya coach Seto didapuk menjadi caretaker tim dan mendampingi Super Elja dalam dua laga sebelum jeda Ramadan. Dalam dua laga tersebut Seto sukses membawa anak asuhnya meraih dua kemenangan.

Kepastian Seto menjadi pelatih kepala dikonfirmasi oleh Manajer PSS Sleman, Sismantoro. Seperti dikutip dari laman resmi pss-sleman.co.id, manajemen sepakat mengakat Seto sebagai pelatih kepala karena Seto dianggap telah mengenal cukup lama karakter pemain PSS Sleman.

“Seto sudah resmi menjadi pelatih kepala PSS. Manajemen sudah bertemu dan Seto bersedia mengisi pos pelatih kepala. Mas Seto kami nilai mampu dan sudah mengenal karakter tim PSS dengan baik. Kita akan bekerja keras mewujudkan target lolos Liga 1,” jelas Sismantoro.

Sosok pelatih berusia 44 tahun itu bukanlah sosok asing bagi PSS Sleman. Seto adalah ikon bagi sepakbola Sleman dan DIY. Sebagai pelatih ia pernah membawa PSS Sleman meraih posisi dua ISC-B 2016.

Seto juga moncer memperkuat barisan depan PSS Sleman mulai tahun 2002 hingga tahun 2005. Sempat juga mengecap karir bersama timnas Indonesia saat memperkuat Tim Garuda asuhan Nandar Iskandar di Piala Tiger tahun 2000.

Kini, coach Seto didampingi tim pelatih lain telah memulai latihan perdana PSS Sleman setelah libur awal bulan Ramadan di Stadion Tridadi. Ia mencoba memberikan waktu adaptasi bagi pemain sambil menyisipkan materi teknik dan fisik kepada pemainnya.

Salah satu bentuk materinya adalah penekanan teknik penguasaan bola dalam small-side game. Ditengah kesibukannya menjalani kursus lisensi AFC-Pro, Seto berharap timnya dapat cepat beradaptasi dan membangun pondasi tim sebelum libur lebaran.

“Jadi saya membangunnya sebelum masuk dikursus nanti, jadi di puasa ini mengejar taktiknya biar dapet,” terang Seto.

Seto dan manajemen saat ini tengah menggodok beberapa program uji tanding yang cocok untuk Hisyam Tolle dan kolega selama bulan Ramadan. Hal ini semata-mata untuk menjaga kondisi para pemain untuk tetap dalam kondisi yang kompetitif serta menambah kemampuan taktik permainan guna mengarungi perjalanan Liga 2 yang panjang.

“Ujicoba tetap ya, planning-nya tiap Jumat diadakan ujicoba walaupun dengan klub lokal. Tapi sebelum latihan kemarin program saya tiap jumat ada ujicoba dengan klub lokal. Tapi itu pasti akan berubah kalau ada ujicoba selevel atau dengan klub liga 3,” jelasnya.

Seto juga sempat menambahkan tidak menginginkan terlalu banyak uji tanding karena hal tersebut disinyalir akan membuat kelelahan dan tidak bagus untuk timnya. Bila merujuk pada program sebelumnya, PSS akan melakukan ngabuburit dengan melahap 18 kali latihan di bulan Ramadan bila menghitung libur lebaran.

 

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14