Berita

Review PSMP Mojokerto vs PSS Sleman: Pincang Tanpa Kunci di Tiap Lini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Babak penyisihan Liga 2 2018 telah selesai digelar. Pada pertandingan terakhir PSS harus mengakui kehebatan PSMP dengan skor akhir 2-1.

Dengan hasil ini, PSS tetap lolos sebagai juara grup dengan 43 poin, hasil dari 14 kemenangan, 1 hasil imbang dan 7 kekalahan. Sedangkan PSMP juga memastikan lolos karena berada di peringkat keempat.

PSS memang datang ke Mojokerto dengan skuat yang minimalis. Coach Seto mengatakan bahwa dia menyimpan beberapa pemain kuncinya untuk babak 8 besar. Dalam lawatannya ke Mojokerto, Super Elja hanya membawa 14 orang pemain termasuk 2 kiper.

Starting line up PSS sore itu memang sebagian besar diisi oleh para pelapis. Tercatat hanya Zamzani, Rangga, dan Miziar yang sering mengisi starting line up. Sisanya diisi oleh pemain yang jarang dimainkan sejak awal.

Bermain dengan tim lapis kedua membuat PSS kewalahan mengimbangi permainan eksplosif dari para pemain PSMP. PSMP yang dari awal memang mengincar kemenangan langsung menerapkan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek.

Serangan PSMP berkutat di sisi kanan pertahanan yang diisi oleh Akbar Zakaria dan Mila. Indra Setiawan dan Kambuaya memanfaatkan area tersebut untuk mendobrak pertahanan PSS.  Beberapa kali mereka berdua mampu lolos dari penjagaan dan berhasil memasuki area kotak penalti PSS.

Sistem di lini tengah yang diisi oleh Wahyu Sukarta, Taufiq, dan Ilhamul Irhaz tidak berjalan baik. Mereka kalah dengan lini tengah PSMP yang dimotori oleh Ricky Kambuaya. Cara bermain lini tengah dari PSMP sebenarnya mirip dengan yang dimainkan oleh PSIM Jogja saat menghadapi PSS minggu lalu.

Taktik yang dimainkan oleh para pemain PSS juga hampir mirip ketika Derbi DIY II. Mereka akan menunggu di area pertahanan sendiri dan berusaha merebut bola ketika pemain lawan sudah mulai masuk ke area kotak pinalti. Yang menjadi masalah adalah kualitas serangan balik yang dilancarkan oleh PSS sangatlah buruk.

Taufiq Febrianto, seperti biasa hanya berlari mengejar bola tanpa melihat pergerakan pemain lainnya. Taufiq juga sering kali melakukan salah umpan sehingga banyak penguasaan bola hilang percuma sebelum masuk ke area pertahanan PSMP.

Wahyu Sukarta yang dipasangkan dengan Ilhamul Irhaz, ditugaskan untuk melakukan build up serangan. Tetapi pada pertandingan ini keduanya tidak mampu memerankan fungsinya dengan baik.

Sukarta atau Irhaz belum ada yang bisa menggantika peran Ichsan yang biasanya ditugaskan sebagai pengatur serangan PSS. Lini tengah PSS baru bisa sedikit berwarna ketika Amarzukih masuk. Kehadirannya bisa menjadi penjembatan antara lini belakang dengan lini serang.

Mila dan Rangga tidak mendapatkan suplai bola yang cukup dari rekan yang lainnya. Pada beberapa kesempatan, mereka mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik cepat. Sayang kurangnya support dari pemain lain membuat bola berhasil direbut kembali oleh pemain lawan.

Secara keseluruhan, PSS yang bermain sore itu tidak seperti PSS yang kita saksikan di pertanadingan sebelumnya. Taktik yang tidak berjalan menjadi salah satu alasannya. Hal ini sangat mungkin karena para pemain yang dimainkan ini minim jam terbang dan jarang dimainkan secara bersamaan.

Hal ini tentunya membuka mata jajaran pelatih dan manajemen PSS bahwa gap kualitas antara pemain inti dan pelapis sangatlah besar.

Semoga pertandingan melawan PSMP menjadi bahan evaluasi pelatih untuk bisa menambah amunisi guna menghadapi babak 8 besar.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad