Analisis

PSS Sleman Vs Persibangga: Jaga Jarak!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Tim asuhan Freddy Muli berhasil mengamankan  poin penuh setelah mengalahkan tamunya Persibangga dengan skor 2 gol tanpa balas pada Rabu malam 26/7 di MIS. Dua gol Laskar Sembada di borong oleh Dirga Lasut setelah pada menit ke 23 mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan bebasnya dan pada menit ke 86 berhasil merobek gawang Persibangga lewat sontekannya memanfaatkan assist  dari Kito.

Pada pertandingan ini PSS Sleman kembali menerapkan formasi sama seperti saat bertandang ke Purwokerto yakni 3-4-3. Sedikit perubahan terjadi di lini pertahanan dengan di tariknya Zamzani di gantikan Arie Sandy yang di pertandingan sebelumnya mendapat akumulasi kartu.

Di awal pertandingan kita seperti di buat kaget dengan formasi yang di terapkan Persibangga. Di sepak mula awal kita bisa melihat bahwa pelatih Persibangga melakukan pencerminan (mirroring)   taktik dengan memainkan skema 3 bek juga. Bedanya mereka lebih defensif daripada formasi yang di terapkan Super Elja.

Di beberapa kesempatan Persibangga juga akan menaruh 4 bek di belakang dan lebih memadatkan lini tengah mereka dengan menempatkan 5 pemain di area lini tengah dan menyisakan 1 pemain di ujung tombak untuk sesekali melakukan serangan balik cepat.

Di menit awal PSS nampak sekali kesulitan dalam melakukan transisi menyerang karena padatnya area lini tengah. Nampaknya para gelandang Persibangga telah di instruksikan untuk mempressing para pemain PSS dari tengah agar para gelandang PSS sulit menembus padatnya lini tengah Persibangga.

Meskipun menggunakan formasi yang sama saat bertandang ke Purwokerto , namun permainan PSS Sleman nampak menurun. Para pemain PSS terlihat seperti terlalu lama membawa bola dan aliran bola terlalu banyak di lini pertahanan maupun lini tengah.

Dengan lamanya para pemain memegang bola tentunya akan menguntungkan bagi pemain lawan. Para pemain Super Elja seperti memberi waktu pada para pemain Persibangga untuk turun dan memadatkan lini pertahanan mereka.

Contoh saja ketika Dave menerima bola , kita bisa melihat Dave memang punya skill yang bagus namun dia sering berlama-lama dengan bola dan telat dalam mengumpan bola pada rekan timnya dan PSS pun kehilangan momentum serangan.

Kita juga bisa melihat di lini belakang, pemain seperti Tolle ketika dia memegang bola, dia akan selalu berlama-lama menahan bola yang seharusnya bisa dengan cepat di berikan pada pemain PSS lainnya untuk segera membangun serangan. Transisi bertahan ke menyerang Super Elja harusnya bisa di lakukan lebih cepat lagi , entah itu lewat lini tengah atau memanfaatkan kedua sisi sayap.

Terbukti selama 85 menit berjalan, para pemain PSS di repotkan menembus rapatnya barikade lini belakang Persibangga lewat situasi openplay. Hal ini di sebabkan karena para pemain Persibangga setelah kehilangan bola mereka akan sesegera mungkin menutup ruang gerak para pemain Super Elja dan sesegera mungkin melakukan pressing.

Baru setelah masuknya Kito menggantikan Rosi konsentrasi para pemain Persibangga sedikit terpecah. Terbukti dari gol kedua Dirga Lasut. Ada sekitar 3 pemain Persibangga fokus terhadap bola dan pergerakan Kito. Dirga yang bergerak dari secondline pun berhasil menceploskan bola dengan mudah hasil umpan dari Kito.

Selama pertandingan tim Laskar Sembada memang menguasai pertandingan , mereka memegang penuh kendali bola dan ball possession pun 65% berbanding 35%, angka yang cukup jauh. Namun PSS masih kurang bermain efektif dan masih terkesan membuang-buang peluang.

Walaupun Super Elja bermain tidak efektif namun ada progress yang cukup baik dari cara mereka bertahan dan melakukan pressing terhadap pemain lawan. Di beberapa kesempatan saat Persibangga ingin membangun serangan dari bawah , terlihat Rosi dan Dave akan bergerak melebar dan melakukan pressing kepada dua wingback Persibangga.

Sementara Rizki , dia akan mengganggu tiga bek Persibangga dan menutup ruang aliran bola ke tengah. Busari dan Dirga , mereka akan berada di antara para gelandang  dengan menutup ruang gerak para pemain tengah Persibangga , dengan hal tersebut mau tidak mau memaksa para pemain Persibangga banyak melakukan longball ke depan selama pertandingan berlangsung.

Pada situasi ini Tedi dan Bagus Nirwanto akan turun ke belakang untuk membantu lini pertahanan dan membentuk skema 5 bek di belakang.

Gambar saat PSS melakukan pressing.

Dengan hasil kemenangan ini tentunya PSS Sleman berhasil memantapkan posisinya di puncak klasemen grup 3. Apalagi dengan kalahnya PSCS Cilacap dengan PSGC Ciamis , membuat jarak poin antara PSS dan peringkat dua semakin menjauh. Jaga Jarak!

Komentar