Berita

Rival Lastori Semangat Perbaiki Kekurangan Tim

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Guna menambah kedalaman skuat Super Elja, Rival Lastori didatangkan manajemen PSS dari Borneo FC melalui barter Tedi Berlian. Penampilan ciamiknya musim lalu bersama PSIS Semarang membuat coach Herry Kiswanto tidak menolak angin segar kedatangan pemain eksplosif yang satu ini.

Musim lalu, ia berhasil membawa Laskar Mahesa Jenar ke peringkat ketiga Liga 2 sehingga berhak lolos promosi ke Liga 1. Total Lastori mencatat 14 penampilan dengan sumbangan 5 asis dan torehan 4 gol. Sebuah catatan impresif bagi seorang pemain pinjaman yang baru masuk pada pertengahan Liga.

Musim ini, mantan pemain timnas U-19 asuhan Fachri Husaini itu memulai petualangan barunya bersama PSS Sleman. Debut pramusimnya diawali saat tampil sebagai starter saat melakoni laga tandang melawan Semeru FC. Ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk bisa menerapkan keinginan Herkis dan mengenal gaya bermain rekan-rekannya.

“Saya masih beradaptasi dengan tim ini, karena belum lama saya bergabung. Mungkin saya butuh beberapa minggu lagi untuk benar-benar tune-in dengan pemain-pemain lain,” jelasnya.

Mengenai atmosfer barunya di tim, pemain yang kini tampil lebih sangar dengan jambang lebatnya itu juga tak membutuhkan waktu lama untuk bisa berinteraksi dengan pemain lain. Khususnya saat berada di Luar lapangan. Namun saat di dalam lapangan pun ia juga banyak mendapat bantuan dari rekan-rekan barunya untuk cepat bisa beradaptasi.

“Teman-teman baru di sini asyik ya. Mereka baik sama saya. Enaklah pokoknya di sini,” tambahnya.

Tori, sapaan barunya di PSS Sleman, juga sempat bercerita tentang materi latihan yang didapatkan dari tim pelatih. Ia mengatakan bahwa tim masih membutuhkan banyak latihan intensif untuk menghadapi Liga 2 musim ini.

Memang tidak ada segala sesuatu yang instan dan sempurna, namun dengan latihan intensif bisa meminimalisir kesalahan ataupun kekurangan tim. Latihan fase-fase build-up play dan transisi permainan merupakan salah satu contohnya.

“Kami latihan banyak latihan transisi,  terutama dari bertahan ke menyerang. Terus finishing juga. Kita butuh latihan yang cukup ya, untuk memperbaiki kekurangan tim. Saya harus kerja keras lagi supaya bisa makin lebih baik lagi,” jelasnya menambahkan.

Ditanya soal posisi favoritnya, ia lebih terbiasa untuk menyisir lapangan dari sisi sayap. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mencoba posisi baru selama itu diinginkan oleh pelatih. Di klub sebelumnya ia pernah dicoba sebagai fullback kiri dan second striker “Sementara ini saya lebih biasa bermain di sayap, baik itu sayap kanan atau sayap kiri,” pungkas pemain yang mengidolakan Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan ini.

 

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14