Opini

Roller Coaster di Babak Delapan Besar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Slamet Budiyono melakukan dribble ke arah kotak penalti yang membuat ruang tembaknya dijaga ketat oleh tiga pemain belakang Madura FC. Mereka tinggalkan ruang kosong di samping kotak penalti di mana Ilhamul Irhaz mengisinya. Ia yang sesaat kemudian mendapat bola dari Budi, melepaskan umpan silang yang menyebabkan gol bunuh diri Choirul Rivan.

Terlepas dari betapa sulitnya tuan rumah memperoleh angka, gol semata wayang Choirul ke gawangnya sendiri menjadi sangat penting bagi PSS Sleman. Gol itu menyelamatkan muka Super Elja yang bermain tak begitu apik sepanjang laga sekaligus memberikan udara segar bagi Laskar Sembada yang nafasnya sudah kembang kempis setelah hanya mendapat satu poin dari dua laga awal.

Mari berandai-andai apabila PSS Sleman tidak mendapat tiga poin pada laga kemarin. Asumsikan laga tandang di pulau garam akan kehilangan poin, karena memang kemungkinan besar begitu. Sisa laga kandang hanya tinggal dua yang artinya poin paling tinggi yang dapat diraih hanyalah delapan.

Akan menjadi sangat sulit bagi Super Elja mengingat Madura FC masih mempunyai dua laga kandang dan Persiraja masih memiliki satu laga kandang dengan poin saat ini berjumlah enam. Artinya, dua tim tersebut masih sangat besar mendapat poin lebih dari delapan. Pupus sudah harapan ke semifinal.

Nyatanya, realita berkata lain. Kemenangan kemarin membawa Super Elja mengamankan jalur ke babak selanjutnya dengan poin empat di posisi kedua klasemen sementara. Cukup baik mengingat PSS Sleman masih memiliki dua laga kandang.

Pada pekan selanjutnya, mari berharap Persita memenangkan laga kandang melawan Persiraja. Sementara itu, di Madura, Seto dan anak asuhnya tentu menarget poin. Namun, dengan panasnya atmosfer pertemuan kedua tim ini, kemungkinan tuan rumah akan memenangkan pertandingan. Artinya, setelah ini Laskar Sembada kemungkinan akan menjadi juru kunci sekali lagi.

Namun, jika begitu, apakah Super Elja tersesat dari jalur ke semifinal? Tidak, sama sekali tidak. Poin di Madura tentu akan sangat membantu, namun menjadi juru kunci setelah pekan keempat berjalan tampaknya tak begitu buruk.

Satu poin di Tangerang adalah alasannya. Di antara semua tim di Grup B, PSS Sleman hingga saat ini menjadi satu-satunya tim yang dapat mencuri poin di kandang lawan. Poin tersebut akan menjadi pembeda ketika pada saat yang sama harapan bahwa semua tim lain akan memenangkan pertandingan kandang mereka dipanjatkan.

Ketika harapan itu terwujud, Super Elja akan memiliki poin akhir sebanyak 10 poin. Berbeda satu poin dengan Persiraja dan Madura FC. Dengan begitu, PSS Sleman akan melangkah ke semifinal dengan status juara grup.

Yang menjadi tidak mudah adalah Super Elja harus menggantungkan nasibnya pada performa tim lain. Hal itu hanya akan membuat semua orang yang menginginkan naik kasta melewati babak ini dengan jantung berdebar di setiap pertandingan. Babak ini adalah sebuah roller coaster tanpa ada jaminan bagi penumpangnya untuk sampai di garis finish.

Namun, yang perlu diingat adalah, PSS Sleman sedang memainkan sepakbola. Sebuah permainan di mana bermain aman terus menerus bukanlah pilihan, ada persimpangan di mana risiko harus diambil. Juga permainan yang tidak mengajarkan untuk terus menyerang, karena bertahan terkadang merupakan cara untuk memenangkan laga.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng