Berita

Selain Kontrol Emosi, Transisi Juga Menjadi Masalah PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Suwandi muncul sebagai sosok anyar di tim kepelatihan beberapa hari sebelum pertandingan leg kedua babak 16 besar melawan Borneo FC. Mantan pelatih Persiba Bantul itu didapuk sebagai salah satu asisten pelatih mendampingi pelatih kepala PSS Sleman, Seto Nurdiantoro.

Setelah menjalani pertandingan pertamanya saat Laskar Sembada hanya mampu bermain imbang melawan tamunya dari Samarinda, Suwandi memberi komentar tentang permainan PSS Sleman. Selain Emosi yang kurang terkontrol, ia juga fokus kepada fase transisi Super Elja.

“Kalau untuk kelmahan, ada di transisi. Transisi dari bertahan ke menyerang dan menyerang ke bertahan itu masih kurang,” ucap mantan bek Petrokimia Gresik tersebut.

Tentu saja ia juga berkomentar tentang keributan yang mewarnai laga yang gagal meloloskan PSS Sleman ke babak selanjutnya Piala Indonesia itu.  “Emosi mereka juga terpancing provokasi, masih labil. Tetapi harus kita evaluasi terus selama latihan maupun pertandingan,” tuturnya.

Sementara itu, latihan kemarin (22/1) masih sebatas relaksasi, pengembalian kondisi fisik, dan conditioning selepas laga. “Fokus untuk ke depannya masih dalam fisik. Nunggu dari coach Seto juga,” ungkap Suwandi. Seto sendiri sedang berada di Malang melanjutkan kursus kepelatihannya.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.