Berita

Seto Inginkan Anak Asuhnya Tampil Lebih Agresif

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jelang laga melawan timnas U-19, pelatih kepala PSS Sleman, Seto Nurdiantoro terus menggeber latihan anak asuhnya. Meski dalam kondisi berpuasa, mereka tetap semangat menerima arahan yang diberikan oleh tim pelatih. Coach Seto menginginkan karakter tim terbentuk selama bulan Ramadan. Sehingga saat liga dimulai, para penggawa Super Elja mampu untuk langsung tancap gas.

Ditemui pasca melatih anak asuhnya, coach Seto mengatakan bahwa perkembangan perkembangannya timnya cukup bagus. Meski secara fisik tidak dalam kondisi maksimal karena sedang menjalankan ibadah puasa, namun menurutnya kondisi fisiknya masih dalam taraf yang wajar bahkan bisa dibilang cukup mumpuni untuk sebuah pertandingan.

“Perkembangan sih cukup bagus, dari fisik mungkin bulan puasa tapi kondisinya masih bagus, motivasi  bagus, latihan juga bagus. Cuman itu nanti kita lihat di uji tanding seperti apa. Dalam latihan-latihan saya pikir mereka lebih enjoy dan lebih memahami,” terangnya.

Lebih lanjut, pelatih berusia 44 tahun itu juga menjelaskan bagaimana tantangan yang saat ini harus dipikulnya sebagai juru taktik PSS Sleman. Menurutnya sejak awal PSS tetap memegang teguh target yang sudah ditetapkan sejak awal musim.

Mundurnya Heri Kiswanto, membuat coach Seto seperti memulai PSS Sleman dari nol lagi. Coach Seto ingin PSS memiliki pondasi dan karakter permainan yang jelas. Sebelumnya PSS berada dalam kondisi yang kurang meyakinkan untuk mewujudkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tantangan dari awal kan jelas, saat itu kondisi psikis pemain drop, permainannya nggak kelihatan, lah ini tantangan. Artinya mengembalikan mereka seperti awal itu seperti apa, itu yang pertama. Yang kedua adalah membentuk karakter yang jelas seperti yang kita mau kembangkan,” jelas coach Seto.

Menurut pria asli Kalasan tersebut, apa yang diterapkan olehnya tidak berbeda jauh dari sebelumnya. Namun PSS harus memiliki karakter yang lebih impresif dan agresif baik dalam atau tidak sedang dalam penguasaan bola. Pihaknya telah melatih Hisyam Tolle dan kolega agar dapat menampilkan filosofi permainan yang ia inginkan.

“Karakternya sebenernya tidak berbeda jauh, “posession progressive” yakni lebih impresif dan lebih agresif di sana. Begitu hilang bola langsung ambil, ambil, ambil. Harapannya bisa seperti itu dan di latihan kita sudah berikan materi seperti itu, semoga di pertandingan bisa muncul,” pungkas coach Seto.

PSS dijadwalkan meladeni timnas U-19 pada Sabtu (2/6) di stadion Maguwoharjo pada pukul 20.30 WIB. Sebanyak 27 ribu lembar tiket disediakan panitia pelaksana guna memeriahkan uji tanding perdana PSS Sleman di bawah asuhan Seto Nurdiantoro itu.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14