Berita

Seto: Pertandingan Sangat Menjemukan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman kembali melanjutkan tour Kalimantan di pekan ke-7 dalam gelaran Liga 2 Indonesia Grup Timur dengan menghadapi tuan rumah Kalteng Putra Selasa, (10/07/2018). Hasilnya pun di luar dugaan, PSS Sleman tak mampu melanjutkan tren positifnya di laga away. Skor tipis 1-0  mengakhiri catatan gemilang Seto sejak Ia mengambil alih nahkoda Super Elang Jawa.  

Kurang lebih 90 menit berjalan sebenarnya Laskar Sembada lebih mendominasi permainan ketimbang tim tuan rumah Laskar Isen Mulang. Dari data statistik, PSS mencatatkan ball possession sebesar 61%, berbanding terbalik dengan Kalteng Putra yang hanya menguasai 39% saja. Passing Success yang dicatatkan PSS tampak begitu dominan dengan mencatatkan hampir separuh dari sang lawan yakni 285 berbanding 151.

Akan tetapi petaka untuk tim tamu hadir pada awal babak kedua. Di menit ke-49, wasit menunjuk titik putih setelah pemain PSS Sleman dianggap melanggar pemain tim tamu. Pemain kawakan sekaligus kapten Kalteng Putra, Taufiq Kasrun, dengan tenang mampu menceploskan bola ke gawang Ega Rizky.

Setelah itu PSS tampil terus menekan dan sesekali Laskar Sembada menciptakan peluang. Akan tetapi skor 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan dinyatakan usai oleh sang pengadil lapangan.

Dalam jumpa pers, coach Seto tak mau berkomentar lebih perihal beberapa kejadian yang disinyalir merugikan tim tamu tersebut. “Saya tidak mau berkomentar, pada intinya pertandingan sangat menjemukan,” terangnya.

Dari pendapat Seto, dapat diartikan bahwa pertandingan berjalan sangat membosankan. Bisa jadi hal itu diakibatkan karena seringnya tim tuan rumah mengulur-ulur waktu pasca unggul 1-0, sehingga permainan kedua tim cenderung tidak berkembang maksimal. Hal itu turut diamini oleh Seto.

“Kita mengusai pertandingan, tapi kita bermain di bawah perform,” tutur Seto. Kurang maksimalnya permainan anak-anak Sleman menurut Seto dikarenakan juga faktor cuaca dan lapangan. “Cuaca cukup panas, itu cukup menganggu, dan ada sedikit faktor lapangan,” terangnya.

Hasil ini membuat Super Elang Jawa harus rela posisinya turun ke peringkat ketiga karena dihari yang sama, Blitar United mampu membawa pulang 3 poin dari lawatan ke Kuningan dengan menghadapi Persiwa Wamena.

Sedangkan jarak dengan pemuncak klasemen Madura FC kian melebar dengan selisih 4 poin. Laskar Sape Pote itu mampu meraup penuh di kandangnya setelah mampu menghempaskan Persegres Gresik dengan skor tipis 1-0. Hasil itu pula membuat Ega Rizky belum mampu lepas dari catatan selalu kebobolan saat ia dimainkan.

PSS harus sesegera mungkin beranjak dari suasana kekalahan mengingat jadwal lanjutan pekan ke-8 Liga 2 Indonesia sudah menunggu di depan mata. Selain itu padatnya jadwal membuat persiapan kian mepet untuk menatap pekan ke-8 dengan menjamu Persigo Semeru FC.

Tetap semangat para penggawa!

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya