Berita

Seto: Pertandingan yang Sangat Melelahkan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman gagal membawa pulang poin dari kandang Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan babak 8 besar Liga 2 (1/11). Berlaga di Stadion Haji Dhimurtala, Super Elang Jawa harus mengistirahatkan beberapa penggawa andalannya lantaran sedang mendapat hukuman akumulasi kartu dan beberapa pemain ada yang sedang dibekap cedera.

Pada laga ini, Laskar Sembada justru tampil lebih dominan pada babak pertama. Anak asuh Seto Nurdiyantoro itu sering mengambil inisiatif serangan lewat sisi sayap yang diisi oleh Rifal Lastori dan Slamet Budiyono.

Pada babak pertama ini tim tuan rumah justru terihat kesulitan dalam melancarkan serangan. Laskar Rencong hanya sesekali menciptakan peluang lewat sepakan bola mati, itupun belum terlalu membahayakan gawang Ega Risky.

Terus menggempur, anak-anak Sleman baru mampu menciptakan gol di menit ke-38. Lewat proses throw in, Aditya Putra Dewa berhasil mengirim umpan crossing tepat ke arah Budi. Budigol yang mampu memenangkan duel udara kemudian berhasil menceploskan bola ke gawang Persiraja.

Setelah gol tersebut tercipta, PSS Sleman sebenarnya mendapat banyak peluang emas. Namun peluang yang dihasilkan oleh Cristian Gonzales maupun Ichsan Pratama masih dapat digagalkan oleh mistar gawang maupun penjaga gawang Aulia Rahmat.

Masuk di babak kedua, permainan para penggawa Super Elja justru memburuk. Tim tuan rumah tampil lebih cepat sehingga anak-anak Sleman tampil lebih ke belakang. Terus berupaya membalas gol, Laskar Rencong baru berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-59. Kolaborasi apik Zamrony dan Husnudzon berbuah gol perdana Persiraja pada babak 8 besar ini.

Setelah terciptanya gol, PSS Sleman mencoba kembali bermain lebih keluar. Namun buruknya koordinasi dan buruknya transisi saat bertahan membuat PSS kembali kecolongan gol pada menit-menit akhir laga. Through pass dari Zamrony dan kelengahan dari dua bek tengah PSS Sleman, berhasil dimaksimalkan Andre Abu Bakar membawa Persiraja memenangkan pertandingan sore itu.

Usai laga, Seto sedikit berkomentar perihal hasil yang didapat Laskar Sembada dalam lawatan ke Aceh. “Yang pertama selamat untuk Persiraja mampu menang 2-1 di sana, pertandingan yang sangat melelahkan,” terang Seto.

Kemudian Ia menambahkan, “Di awal laga kami kesulitan dalam mengembangkan permainan, karena kami masih sedikit adaptasi dengan lapangan, namun setelah pertengahan babak pertama baru bisa keluar,” tambahnya. Kebobolan di akhir laga menurut Seto hal tersebut diakibatkan oleh konsentrasi yang mulai hilang. “Lagi-lagi di 15 menit akhir kami kehilangan konsentrasi,” tutur Seto.

Ditanya soal kepemimpinan wasit di laga sore itu, Seto punya pendapatnya sendiri, “Saya bilang wasit normal, saya pikir pertandingan yang menarik, jadi saya tidak terlalu mempermasalahkan soal wasit,” pungkasnya.

Hasil itu membuat PSS Sleman kini menduduki peringkat terbawah Grup 2 dengan mendapat satu poin. Namun Super Elja masih menyisakan 3 laga home yang harus mampu dimaksimalkan para penggawa.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya