Berita

Seto: Untuk Apa Posisi Puncak di Fase Penyisihan?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro bersyukur atas raihan hasil positif yang di dapat anak asuhnya. Capaian tiga poin tersebut membawa Super Elja untuk sementara  bertengger di puncak klasemen Wilayah Timur.

Namun ia sudah mewanti-wanti kepada semua elemen tim untuk tidak terlena, karena semakin tinggi posisi akan sebanding dengan risikonya. Coach Seto mengatakan timnya  akan menerima lebih banyak goncangan. Termasuk kejaran tim-tim lain yang sudah berbenah dalam aktivitas jendela transfer pemain.

“Syukur Alhamdulillah, tapi buat apa posisi puncak di fase penyisihan ini.  Dari awal fokus saya itu lolos, jadi tidak melihat peringkat di sini. Langkah ke depan mungkin berbeda. Kalau kita berada di puncak artinya kita akan banyak menerima goncangan. Tapi kalau bisa di puncak terus ya Alhamdulillah,”jelasnya.

Sebelumnya, Seto pernah berujar untuk lebih mengutamakan  lolos ke Liga 1 ketimbang berada di posisi pertama klasemen fase grup. Hal itu dipegang teguh seperti yang pernah ditargetkan sejak awal musim. Meski di tengah jalan mengalami perombakan pelatih dan pemain, Pelatih berusia 44 tahun itu tetap optimis untuk menjalani laga demi laga.

Menghadapi putaran kedua, beberapa pemain menerima evaluasi dan harus rela angkat koper dari Bumi Sembada. Sebagai gantinya, manajemen bergerak mencari rekrutan anyar. Sejumlah pemain pun didatangkan untuk memperkuat skuat Super Elja, termasuk Cristian “El-Loco” Gonzales yang statusnya telah disahkan kembali oleh PT. LIB.

Seto juga punya andangan tersendiri mengenai performa dua pemain  baru, Jodi dan Amarzukih yang langsung bermain sebagai starter kala menjamu Pesiwa Wamena. Bahkan Jodi mampu menggeser posisi langganan Zamzani dan langsung mengenakan ban kapten. Sementara Amarzukih bermain di lini tengah menopang pergerakan Dave Mustaine dan Ichsan Pratama.

Pelatih kelahiran Kalasan ini mengatakan bahwa kedua pemain yang didatangkan dari klub Liga 1 itu cukup mampu meningkatkan performa PSS. Namun mereka masih harus menerima polesan dari tim pelatih agar bisa memberikan kontribusi yang  lebih maksimal.

“Amarzukih pemain senior artinya dia bisa handle di tengah walaupun mungkin masih perlu kita poles sedikit. Jodi juga sama nantinya, tapi secara keseluruhan dua pemain ini mampu menigkatkan performa tim,”terangnya.

Sementara itu Seto menegaskan tidak ada jaminan tempat di starting line-up PSS Sleman. Menurutnya hanya pemain yang memenuhi kriteria dan memiliki progress selama latihan lah yang bisa ia turunkan. Mantan penggawa timnas di Piala AFF tahun 2000 itu juga mengapresiasi kerja keras anak asuhnya dalam mencapai posisi seperti saat ini.

“Jadi saya akan selalu melihat perkembangan pemain di setiap latihan. Kita juga perlu apresiasi kepada pemain, saya sudah berikan intruksi jangan emosi, tetap sabar. Jadi saya apresiasi temen-temen pemain atas perjuangan mereka,” tambahnya.

Sebelum jeda selama gelaran Asian Games, PSS Sleman dijadwalkan akan bertandang ke  Stadion Ahmad Yani Sumenep, markas Madura FC pada Jumat (10/8). Pertandingan berpotensi berjalan menarik karena kedua tim tengah bersaing ketat memperebutkan posisi puncak klasemen Wilayah Timur penyisihan grup Liga 2 musim 2018.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14