Berita

Sidang Komdis: Botol Aqua Seharga 10 juta

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Belum lengkap 1 bulan Liga 1 dan Liga 2 berjalan, nampaknya Komisi Disiplin PSSI juga tidak ingin kalah dari hingar bingar euforia sepak bola nasional. Kemarin, tepatnya pada Jumat 28 April 2017 Komdis melakukan sidang pertamanya.

Berlangsung di Gran Rubina Epicentrum Kuningan Jakarta, Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin, langsung memimpin sidang. Sidang dilakukan dengan memproses laporan-laporan dari match commisioner terkait pelanggaran-pelanggara disiplin yang terjadi di Liga 1 maupun Liga 2.

Dikutip dari laman resmi PSSI, tercatat satu individu dan empat klub mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Ferdinand Sinaga yang mendapatkan kartu merah di pertandingan melawan Persela, memperoleh hukuman larangan bermain 4 kali dan denda 10 juta. Sedangkan Persib, melalui panpel, adalah satu-satunya klub Liga 1 yang harus rela membayar uang denda 20 juta akibat flare yang menyala di saat pertandingan berlangsung.

Liga 2 menyumbangkan 3 klub yang harus rela menerima hukuman dari Komdis PSSI. Persebaya, PSS Sleman, dan Persip Pekalongan mendapatkan denda dengan nominal yang berbeda-beda. Persebaya harus membayarkan uang sejumlah 20 juta akibat flare yang menyala di akhir pertandingan melawan Madiun Putra FC. Persip Pekalongan dan PSS Sleman menerima denda sebesar 10 juta akibat akibat dari lemparan botol ke dalam lapangan oleh para penonton.

Bagi PSS Sleman, denda oleh Komisi Disiplin ini tidak hanya tentang angka atau jumlah, namun tentang kedewasaan para penonton dalam menyaksikan pertandingan. Sleman Fans, sebutan para pendukung PSS, selama ini dikenal oleh kreativitasnya dalam mendukung PSS Sleman ternyata masih bisa berbuat sesuatu yang merugikan tim. Para penonton diharapkan dapat menahan luapan emosi di tribun, dengan tidak melemparkan botol minuman ke dalam lapangan.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.