Cerita

Sosok Cristian Gonzales di Mata Pelayannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Situasi seakan bertambah buruk ketika PSS Sleman bertandang ke Gresik pada paruh pertama kompetisi. Drama transfer Cristian Gonzales dari Madura United dimulai saat itu. Masalah tersebut sedikit banyak berpengaruh ke tim yang akan bermain. El Loco yang sebelumnya sudah diumumkan akan merumput ditarik dari daftar susunan pemain.

Kekhawatiran akan masalah yang timbul akibat kedatangan Gonzales ke Sleman sebenarnya sudah mengemuka saat kepindahannya masih berupa rencana. Bukan soal proses transfernya, tetapi pengaruhnya ke ruang ganti.

Keharmonisan tim adalah alasannya. Masuknya Gonzales dapat menimbulkan kesenjangan antar pemain mengingat pamor dari El Loco bisa dikatakan lebih dari pemain lain. Label bintang yang disematkan kepadanya ditakutkan akan membawa perpecahan dalam tim.

Kerisauan tersebut ternyata juga muncul dalam benak Ichsan Pratama saat awal-awal mantan penyerang Persik Kediri tersebut bergabung. “Dulu saya sempet kepikiran begitu. Gonzales ini orangnya pasti seram segala macam,” ungkap playmaker asal Bogor tersebut.

Kenyataannya, kekhawatiran tersebut hanyalah ketakutan yang tidak terbukti. Gonzales bukanlah pemain yang menjaga jarak dengan pemain lain hanya karena ia lebih senior. Faktanya, tidak ada masalah dalam pergaulan Gonzales dengan pemain lain. “Dia kenal sama semua pemain,” kata Ichsan.

Pemilik nomor punggung 23 tersebut juga menuturkan bahwa para penggawa Super Elja beberapa kali diundang ke acara-acara yang diadakan oleh Gonzales. Dari mulai acara ulang tahun, hingga sekadar barbeque bersama. “Ayo Ichsan makan. Ayo (Arie) Sandy,” ujar pemain terbaik Liga 2 itu menirukan ucapan Gonzales.

Pengalaman El Loco berkarir menjadi daya tarik tersendiri bagi Ichsan yang merasa orang baru di dunia persepakbolaan Indonesia. “Kadang-kadang sharing sedikit-sedikit. Ngobrol-ngobrol bagaimana dia dulu bermain sepak bola. Dulu dia kan sempat ditakuti. Orang siapa yang berani sliding (tackle) dia. Dulu kan dia seperti itu (bengal). Cerita-cerita dulu aja semacam itulah,” tuturnya.

Di atas lapangan pun, sikap Gonzales tak jauh beda. Ia mau berbagi pengalaman kepada pemain-pemain yang lebih muda. “Dia dengan saya, dengan pemain baru di liga, memberi motivasi, memberi masukan. Ini mainnya gini gini. Saya pun di lapangan nyaman,” ungkap Ichsan yang malam itu memilih untuk tidak mengambil jatah makannya di hotel tempat para pemain PSS Sleman mengninap.

Gonzales memang sudah banyak makan asam garam di liga Indonesia. Ia pernah menjadi primadona sepak bola negara ini. Siapa yang tak mengagumi El Loco ketika berseragam Persik Kediri atau saat menampilkan performa impresif di Piala AFF 2010. “Susah dijelaskan. Dulu hanya lihat dia waktu masih kecil, sekarang bisa main bersama,” ujar Ichsan mengenai perasaannya bermain bersama Gonzales.

Sebagai pelayan Gonzales selama semusim membuat Ichsan hafal umpan seperti apa yang diinginkan penyerang naturalisasi itu. “Papito senang dengan bola-bola kaki dan bola-bola diantara lawan. screening ball dia bagus,” Ichsan menjelaskan sembari mencoba memperagakannya dengan tangan.

“Tinggal beri bola di situ. Kalo saya sudah percaya, bola tidak bakal hilang. Tinggal bagaimana cara saya mencari tempat kalau (Gonzales) ingin memberi bola lagi ke saya atau membuka posisi agar dia bisa melakukan shooting,” lanjutnya.

Ganasnya Gonzales dalam menyelesaikan peluang juga tak luput dari kekaguman Ichsan. “Kalo sudah di kotak penalti, saya bilang dia sudah paling jago. Striker top. Di dalam kotak itu, bola mau bagaimana pasti masuk. Terkena kepala sedikit saja pasti masuk,” ujarnya terheran-heran.

“Penempatan posisi dia juga paling bagus. Dia paham apabila teman bergerak ke sini, bola pasti ke sini. Perhitungan dia benar-benar top untuk seorang finisher. Pengalaman nggak bisa dibohongi,” lagi-lagi gelandang serang andalan Laskar Sembada itu mengungkapkan rasa kagum.

Terdapat satu lagi hal unik yang menurut Ichsan menjadi keuntungan PSS Sleman karena memiliki Gonzales. Menurutnya, pemain lawan akan berpikir dua kali saat menghadapi El Loco. “Lawan pun sudah minder terlebih dahulu. Tugas saya menjadi agak mudah,” ungkapnya berseloroh.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.