Cerita

Proud To Be a Part of Sleman Fans

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Saya bukan penduduk asli Sleman, belum lama juga rasanya saya menjadi Sleman Fans. Belum genap 4 tahun saya dibuat jatuh cinta pada Super Elang Jawa, PSS Sleman. Tidak pernah terbayangkan rasanya, berkali-kali didoktrin oleh orang-orang terdekat untuk menyukai klub sepakbola yang mereka sukai, entah dengan mengajak nonton atau membelikan merchandise klub-klub tersebut. Namun ternyata hati tertambat pada klub kabupaten, PSS Sleman.

Pepatah lama mengatakan, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Inilah yang terjadi kepadaku, aku malah jatuh cinta dengan PSS Sleman. Ajakkan seorang teman untuk menonton PSS membuat saya ketularan virus cinta para Sleman Fans. Tidak perlu waktu lama untuk jatuh cinta, sejak menit pertama memasukki tribun Stadion Maguwoharjo, hati sudah deg-deg an. Seakan telah menemukan tambatan hati yang selama ini dicari.

Curhatan kali ini bukan tentang cinta – cintaan saya kepada Super Elang Jawa. Tapi tentang betapa bangga saya melihat attitude yang dihadirkan para Sleman Fans pada pertandingan melawan PSGC. Bukan tentang nyanyian yang tak berhenti sepanjang laga atau chant-chant kreatif.

Bangga akan 2 hal sepele yang Sleman Fans lakukan. Terlihat sepele, namun saya yakin susah untuk dilakukan, karena ini tentang respect dan pengendalian diri. Hal-hal yang membuat saya makin merasa bersyukur, Tuhan telah memperkenalkan saya kepada PSS Sleman. Kalau ada yang bilang ini lebay ya ndak apa-apa cewek mah bebas buat lebay. Hehe…

Hal yang membuat saya mengaharu biru adalah:

Pengendalian diri para Sleman Fans ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada PSS Sleman imbas dari dijatuhkannya Riski Novriansyah. Para Pemaen PSGC menganggap keputusan ini salah dan berniat melakukan WO. Gemuruh suara protes dari  tribun serta merta membahana, saat kiper PSGC meninggalkan gawangnya tak terkawal, dan para pemain PSGC menepi ke pinggir lapangan. Banyak pertandingan yang sudah saya saksikan, momen-momen seperti ini akan membuat pendukung tuan rumah terbawa emosi.

Emosi biasanya diluapkan dengan lemparan botol atau barang-barang ke dalam lapangan dari para supporter tidak mampu menahan diri. (Yakinlah sumpah, saya cemas sekali hal ini akan terjadi di Sleman malam itu). Namun saya benar-benar merasa haru dan bangga. Alih-alih melakukan umpatan atau lemparan benda ke lapangan. Sleman Fans malah kompak menyanyikan lagu suket teki sebagai sindiran pada aksi kontroversi tersebut. Sedikit penggalannya

“Wong salah ora gelem ngaku salah, Suwe-suwe sopo wonge sek betah, Mripatku uwis ngerti sak nyatane, Kowe selak golek menangmu dewe,Tak tandur pari jebul tukule suket teki”.

Chant yang menohok  banget kalau saya bilang. Tanpa harus memaki dan menghina. Sleman Fans mengirimkan pesan ke pemain lawan dengan tepat.  Hal ini menunjukkan betapa dewasanya para sleman fans, untuk mampu menahan diri sehingga suasana tetap kondusif. Menahan diri saat marah itu bukan hal mudah, hanya yang dewasa dan berjiwa besar sajalah yang mampu melakukannya. And Guys You are Awesome.

Ketika laga berakhir, saat tim PSGC menghampiri para pendukung setianya dan akan menyanyikan anthem kebanggaan mereka. Para Sleman Fans saling mengingatkan untuk tidak memberikan waktu bagi lawan. Stadion yang tadinya ramai dengan hiruk pikuk berbagai macam suara mendadak sunyi. Memberikan waktu untuk PSGC Fans menyanyikan anthem mereka.

Bahkan saya yang berada di Tribun Biru mampu mendengar suara anthem yang disenandungkan dari tribun merah oleh PSGC Fans. Terlihat sepele sepertinya, namun bagi saya memberikan penghormatan kepada supporter lawan untuk menyanyikan anthem mereka tanpa diganggu sungguh luar biasa. Rivalitas selama 90 menit dalam lapangan, setelah itu semua saudara, saling menghormati saling mengasihi.  Edukasi-edukasi yang selama ini didengungkan, teraplikasi dengan sempurna pada malam itu.

Malam itu (vs PSGC) memang istimewa, dengan purnama yang bulat sempurna. Hasil yang di dapat pun sempurna, tiga poin diamankan, PSS Capolista. Makin indah melihat attitude Sleman Fans yang begitu luar biasa. Semoga attitude yang seperti ini terjaga selamanya. Saya mungkin tak terlahir sebagai warga Sleman. Tapi tuhan berkehendak lain, telah memperkenalkan saya dan mengijinkan saya untuk  saya mencintai PSS. Terbang Tinggi Super Elja Karena Kamilah Sayap-Sayap mu, jangan pernah merasa berjuang sendirian karena kami ada di belakangmu. SELALU dan SELAMANYA.

Komentar

Comments are closed.