Opini

Sudah 42 Tahun, Sudah Bisa Apa?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hari ini, 20 Mei 2018, Perserikatan Sepakbola Sleman (PSS) tepat berusia 42 tahun. Usia yang bisa dibilang belum sepuh jika dibandingkan dengan klub legendaris di Indonesia lain.

Namun, juga bukan lagi usia yang terbilang muda. Usia 42 tahun selayaknya seorang lelaki dewasa adalah seseorang yang sudah matang. Umumnya sudah berkeluarga, memiliki keturunan, dengan karier yang sudah mapan. Pemikirannya juga lebih bijaksana.

Pada usia 42 tahun ini pula PSS semestinya juga sudah matang sebagai klub sepakbola. Sudah tidak lagi mencari bentuk, tetapi sudah menemukan formula yang baik dan visi yang jelas ke mana klub ini akan dibawa.

Lalu, apakah PSS sejauh ini sudah menunjukkan tanda-tanda memiliki visi yang jelas?

Tentu jawabannya bisa macam-macam. Ada yang merasa sudah cukup puas dengan apa yang dilakukan oleh manajemen saat ini, ada juga yang belum.

Dalam hemat penulis, PSS sudah membaik sebagai sebuah klub profesional, tapi belum jelas visinya. Targetnya masih jangka pendek. Langkah-langkah yang dilakukan adalah antisipasi jangka pendek, belum jangka panjang.

Belum ada tanda-tanda membangun akademi sebagai pondasi klub. Belum ada langkah konkret membenahi fasilitas dan kenyamanan di stadion, sementara kritikan terus mengalir. Pendanaan tiap tahun juga masih harap-harap cemas dengan kedatangan sponsor, belum ada kontrak kerjasama dalam jangka panjang.

Masih ada sederet hal lain yang jika didedah akan menunjukkan bahwa klub ini masih perlu berbenah. Masih perlu ada perbaikan di sana-sini. Mesti dirumuskan tujuan dari adanya klub ini, bukan sekadar target “promosi ke Liga 1”.

Bagaimana pun, penulis tetap mengapresiasi apa yang sudah terjadi di klub ini setidaknya dalam dua musim terakhir. Belum promosi ke Liga 1 bisa dilihat sebagai kegagalan, tapi bisa pula dimaknai bahwa kita mungkin memang belum layak untuk berada di Liga 1.

Masih diberi kesempatan berada di Liga 2 untuk melakukan pembenahan agar layak untuk bersaing di Liga 1. Bermain di Liga 1 tidak sekadar dibutuhkan dukungan suporter yang luar biasa atau puas dengan dana yang sekarang bisa didapatkan.

Sebagai klub Liga 2, PSS bisa dikatakan sebagai salah satu klub paling sehat. Tidak pernah menunggak gaji, stadion selalu penuh, ada berbagai perusahaan yang memasang iklan di jersey, dan sederet indikator kesuksesan ekonomi lainnya.

Tapi, apa yang sekarang ada, rasanya belum cukup jika nantinya PSS promosi ke Liga 1. Uang yang ada sekarang memang cukup untuk pembiayaan, tapi sekadar cukup untuk membiayai klub yang berada di Liga 2.

Jadi, manajemen perlu memiliki proyeksi yang lebih jauh mengenai membangun sebuah klub. Jika targetnya lolos ke Liga 1, maka sekarang selain mengelola tim yang mumpuni untuk meraih tiket promosi, juga proyeksi keuangan agar saat tiba waktunya berada di Liga 1, sudah tidak pontang-panting mencari pendanaan.

Kehadiran PSS mesti dipandang tidak sekadar sebagai klub sepakbola, tapi kebanggaan Kabupaten Sleman. Sebuah klub yang tidak hanya memiliki pengaruh di olahraga tapi juga ke dalam masyarakat secara umum.

Dengan kuatnya brand PSS, bisa dieksplorasi lebih jauh untuk menjadi merek dagang yang kuat di pasaran. Dengan demikian, industri sepakbola di Sleman akan semakin menggeliat. Perputaraan uang yang membesar akan dibarengi terbukanya lapangan pekerjaan baru dan dampak ekonomi lainnya.

PSS bisa hadir untuk menjadi identitas warga Sleman. Ketika seorang Sleman Fans bepergian ke daerah lain, mereka akan dengan bangga menyebut diri mereka sebagai warga Sleman, kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terkenal dengan gegap gempita sepakbolanya.

Di usia 42 tahun ini, ada baiknya kita sebagai Sleman Fans mulai memberi dorongan kepada manajemen dan para pemegang saham PT PSS untuk merumuskan blueprint. Cetak biru yang bisa memberikan arahan dan cara-cara untuk mencapai tujuan sebagai klub sepakbola profesional seutuhnya yang memiliki prestasi bertaraf nasional dan internasional.

Sudah sejak tahun lalu penulis coba menyinggung ini tapi belum jua ada cetak biru yang dipublikasikan. Ingin rasanya melihat PSS menjadi lebih baik dan terus jadi lebih baik. Kebanggaan akan PSS rasanya akan semakin kuat jika melihat klub ini membuka akademi pertamanya maupun me-rebranding Stadion Maguwoharjo menjadi lebih modern.

Semoga itu semua tidak hanya angan. Semoga tahun depan ada perkembangan yang signifikan dari Sang Super Elang Jawa.

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...