Cerita

Syahrul Trisna Fadhil, Asa Baru PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika di awal musim tidak ada aturan-aturan nyleneh dari PT. Liga Indonesia Baru mengenai mekanisme penggunaan pemain di Liga 2, sepertinya kecil peluang kita semua untuk melihat sosok pemuda seperti Syahrul menjadi pilihan utama sebagai pengisi pos yang sangat vital di PSS Sleman.

Regulasi yang menyebutkan setiap klub yang berlaga di Liga 2 hanya boleh diisi maksimal 5 pemain berusia di atas 25 tahun membuat manajemen klub dipaksa memutar otak untuk meracik komposisi terbaik untuk tim besutannya.

Tidak terkecuali dialami juga oleh PSS Sleman. Laskar Sembada selama beberapa musim terakhir cukup sering diisi oleh pemain-pemain berpengalaman. Musim lalu saja, di setiap lini baik penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah, dan penyerang hampir ada 1-3 pemain yang usianya di atas 25 tahun.

Pada pos penjaga gawang sendiri, pada musim lalu tim asuhan Seto Nurdiyantoro dihuni oleh 2 orang kiper berpengalaman yakni Agung Prasetya dan Nanda Pradana yang bergabung pada paruh musim. Keduanya juga bermain secara reguler secara bergantian.

Syahrul yang pada awal musim lalu menjadi back up Agung cukup kesulitan menembus skuat utama. Hal tersebut memaksa si pemain untuk menerima tawaran PS. TNI U-21 untuk bergabung pada paruh musim. Sebuah keputusan yang bijak tentu saja.

Musim lalu, gelar juara bersama PS. TNI U-21 di kejuaraan ISC U-21 adalah sebuah pencapain manis bagi si pemain.

Pada kompetisi Liga 2 pada musim 20116/2017 ini, ia kembali merajut asa bersama PSS Sleman. Pos penjaga gawang kini diisi oleh 3 kiper muda. Namun persaingan mengerucut pada sosok Try Hamdani dan Syahrul Fadhil. Sebuah persaingan yang sehat tentu saja.

Try tampil baik sepanjang laga pra-musim. Penampilannya sangat menjanjikan. Namun dari 4 laga musim ini, ia baru bermain satu kali melawan PSCS Cilacap yang terpaksa disudahi oleh kekalahan.

Bukan sebuah penghakiman memang ketika seorang kiper kebobolan di sebuah laga penting di partai pembuka ia lantas dicopot dari posisi utama. Sepetinya, kualitas kedua kiper, Try dan Syahrul, di mata Freddy sama.

Pada pertandingan kedua hingga keempat, Syahrul mengambil alih posisi Try untuk pos penjaga gawang utama. Sempat ada keraguan tentu saja, mengingat ia jarang tampil di laga pra-musim.

Namun, Syahrul menjawab semua keraguan dengan sebuah penampilan apik. Dari 3 laga yang dilakoni, ia mencatatkan 3 kali clean sheets dengan total melakukan 6 kali halauan bola yang mengarah ke gawang.

Tentu saja, masih jauh dari sekedar matang untuk kiper asli putra daerah Sleman ini. Masih banyak hal perlu dibuktikan oleh pemain bertinggi 180 cm ini. Semoga ia akan selalu menempa diri dan menjadi asa baru PSS Sleman di masa depan.

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...

Comments are closed.