Cerita

Tak Semestinya Berharap Lebih Pada Turnamen Pramusim

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Target kami adalah untuk kompetisi bukan pada turnamen dalam waktu dekat,” ucap Komarudin seperti yang dilansir laman resmi PSS Sleman.

Tanpa mengecilkan harapan untuk menjuarai turnamen pramusim seperti Coppa Sleman, pelatih fisik Super Elja tersebut mencoba menegaskan bahwa target utama tim ini adalah menjuarai liga bukan untuk turnamen pramusim sebelum kompetisi berlangsung. Pernyataan Komarudin tersebut adalah sebuah hal yang perlu dimengerti oleh publik sepakbola Sleman, terutama Sleman Fans.

Suporter kerap kali salah dalam memahami turnamen pramusim. Pemahaman yang salah ini ditunjukkan oleh ekspektasi yang terlampau tinggi kepada tim yang sedang menjalani turnamen pramusim. Harapan suporter yang kelewat batas akan mendatangkan kekecewaan yang berlebihan pula ketika timnya kalah dalam sebuah turnamen pramusim.

Salah kaprah jika fans menganggap target utama sebuh tim mengikuti turnamen pramusim adalah untuk meraih juara. Perlu diingat, turnamen ini hanyalah turnamen kecil yang merupakan pendahulun dari sebuah kompetisi utama yang lebih besar.

Jadi, tujuan utama sebuah tim mengikuti turnamen pramusim adalah sebagai alat untuk menggapai tujuan yang lebih besar yaitu juara liga. Turnamen ini digunakan tim pelatih untuk membentuk tim yang diharapkan siap untuk mengarungi jalannya kompetisi.

Turnamen pramusim merupakan kesempatan bagi pelatih untuk menjajal berbagai sistem yang sudah ia bangun dalam otaknya. Selanjutnya sistem tersebut dievaluasi apakah cocok untuk digunakan atau tidak, bagian mana yang menjadi kekurangan tim, dan lain-lain. Semua dilakukan untuk membangun taktik sempurna yang nantinya akan digunakan pada kompetisi besar.

Selain itu, turnamen ini juga merupakan ajang untuk menjajal semua pemain dalam tim. Tak heran jika kita menengok tim-tim Eropa dalam sebuah turnamen pramusim mereka dapat menurunkan semua pemainnya. Format turnamen yang mereka ikuti pun mendukung hal tersebut dengan tidak membatasi pergantian pemain.

Dengan memainkan semua pemain, pelatih dapat melihat mana pemain yang dapat memahami karakter bermain setiap punggawa. Hal ini digunakan sebagai pijakan dalam menentukan taktik yang tepat. Selain itu, dengan memainkan semua pemain, pelatih dapat melihat sektor mana yang menjadi titik lemah tim dan perlu ditambal dengan mendatangkan pemain baru misalnya.

Memainkan seluruh pemain juga berguna bagi pelatih fisik. Setelah libur kompetisi yang panjang tentu tidak semau pemain kembali dengan kondisi fisik yang mampu untuk bertanding selama 90 menit penuh. Dengan menjajal semua punggawa, pelatih fisik akan mudah mengamati kebugaran tiap pemain yang nantinya akan berguna sebagai patokan dalam menyusun rencana latihan kedepannya.

Kegunaan lain turnamen pramusim adalah untuk melatih mental pemain. Pertandingan-pertandingan pramusim dapat digunakan untuk mengasah moral pemain. Hal ini akan semakin berguna jika sebuah tim mempunyai pelatih mental yang mungkin belum dimiliki PSS Sleman.

Pelatih mental akan mengevaluasi hal yang berkaitan dengan psikologis pemain seperti daya juang dan kemampuan dalam menghadapi tekanan yang mereka tunjukkan dalam pertandingan pramusim. Selanjutnya tentu digunakan sebagai dasar dalam merancang porsi pelatihan mental pemain.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan sederhana bahwa turnamen pramusim adalah ajang untuk mencoba-coba. Baik mencoba berbagai taktik dan sistem, mengetes para pemain di berbgai posisi, menjajal fisik dan mental semua punggawa, dan lain sebagainya. Dengan diikuti evaluasi, diharapkan segala percobaan yang dilakukan akan diperoleh sebuah bentuk tim yang benar-benar pas untuk digunakan selama kompetisi.

Karena turnamen pramusim adalah ajang mencoba-coba, tak heran jika kekalahan seringkali membayangi. Selanjutnya, apakah kita patut menyesali kekalahan tersebut? Tentu tidak selama tujuan utama mengikuti turnamen pramusim sebagai sarana pembentukan tim tidak luput.

Harapannya, PSS Sleman juga tak luput akan hal tersebut saat bertanding dalam Coppa Sleman. Sementara bagi kita sebagai Sleman Fans, semoga kita bisa mengendalikan ekspektasi dan dapat menyadari adanya tujuan yang lebih besar di akhir musim.

Jangan sampai kita terbuai dengan keinginan menjadi juara sebuah turnamen kecil yang bisa jadi mencederai tujuan utama turnamen tersebut sebagai ajang untuk mematangkan taktik, fisik, dan mental tim. Karena untuk menggapai juara liga, tiga hal tersebut jauh lebih berharga dari gengsi semata.

Komentar

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng