Cerita

Tetap Tegakkan Kepala, Kawan!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menjalani kehidupan di muka bumi ini nyatanya memang tak ada yang mudah. Rintangan kapan saja siap menjatuhkan bilamana tak mampu untuk menghadapinya dengan logika dan pikiran lurus. Perjalanan yang panjang membuat seseorang harus berpikir untuk menjatuhkan sebuah pilihan.

Langkah tepat menunjang sebuah kesuksesan dengan analisis panjang yang dibuatnya. Semakin naiknya level kehidupan membuat permasalahan makin besar. Sengaja dijatuhkan atau tidak kita tentu saja harus mempertahankan posisi yang ada.

Ini bisa saja musibah atau salah satu kecerobohan. Komdis menjatuhkan sanksi yang sulit diterima oleh Sleman Fans. Sebuah putusan yang dirasa sangat merugikan pihak yang sedang berjuang menggapai impian. Larangan itu berbunyi kurang lebih berbunyi “suporter PSS Sleman dilarang mendampingi PSS Sleman hingga fase grup ini selesai”.

Masih teringat apa yang dikatakan Menpora kala sepakbola Indonesia sedang karut marut. Sepakbola adalah milik rakyat! Ya semestinya sepakbola itu milik kami rakyat Indonesia, dilakukan oleh kami warga negara, dan untuk dinikmati kami masyarakat bumi pertiwi. Hukuman itu sendiri penulis rasa sangat merugikan kubu PSS Sleman karena tim ini butuh suport suporter untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya dengan didukung finansial yang sejatinya didapat di partai kandang terakhir.

Sang baginda nampaknya menganggap Sleman Fans adalah biang rusuh dengan image buruk lainnya. Ungkapan “sebesar apa itu kebaikan akan tak tampak apabila kesalahan kecil muncul”. Terwujud sudah hasilnya yang mau tidak mau harus mereka terima dengan lapang dada. Di masa kini memang para pembuat berita dituntut membuat warta yang cepat akan tetapi tidak didalami dengan fakta-fakta di lapangan. Apalagi dengan menu pembuka yang seakan menyudutkan pihak yang sedang disalahkan.

Bukankah berita tentang kedamaian jauh lebih penting ketimbang berita buruk yang berdampak ke psikis pembaca dengan ketakutannya?.

Adapun kabar sebelum komdis membuat lelucon ini, arogansi dariPolda Jateng yang mengeluarkan surat larangan untuk suporter PSS Sleman untuk datang di laga away. Keputusan yang mengisyaratkan ketidakmampuan sang pengayom untuk tetap menjaga kondusifitas NKRI yang seharusnya sudah menjadi pekerjaan mereka. Mereka tidak paham betul bagaimana sejatinya mereka datang ini dengan membawa niatan tulus dan sedikit berkah.

Sedikit bahasan tentang apa saja yang akan terjadi jika sebuah pertandingan dilaksanakan tanpa adanya penonton atau suporter.

  1. Matinya Roda Ekonomi

Sepakbola adalah olahraga yang dapat memunculkan banyak masa. Masa itu datang dari berbagai strata sosial yang berbeda-beda untuk meramaikan isi stadion. Para penjual snack pastinya akan meliburkan diri mengingat salah satu rezeki mereka akibat penuhnya stadion. Klub pun pastinya akan merugi tanpa adanya hasil penjualan tiket yang didapat. Bukankah tiket adalah sumber penghidupan sebuah klub karena nominal support sponsor bisa jadi tak akan melebihi jumlah penjualan tiket. Dari sisi sponsor pun tak mampu mengiklankan produk mereka yang jauh hari sudah meneken kontrak untuk mensuport finansial klub. Dan masih banyak lagi yang akan merugi.

  1. Rawan akan kecurangan

Sudah banyak kasus yang terjadi ketika pertandingan dilangsungkan tanpa penonton. Salah satu yang paling menyedihkan adalah pengaturan skor untuk kepentingan individu tertentu. Dan juga para penonton tak bisa melihat kualitas sang pengadil yang kian hari makin memburuk.

  1. Tampak tak sempurna

Sepakbola sudah menjadi hiburan rakyat. Tanpa kehadiran mereka nampak tak sempurna pertandingan itu berlangsung. Sepakbola juga sejatinya bukan agenda televisi untuk menaikkan rating mereka. Para sang penguasa lupa apabila para suporter memboikot pertandingan timnas akibat kekesalan akan hukuman yang lucu ini. Tanpa adanya suporter sama saja makan ayam geprek tanpa nasi hangat disampingnya. Tak lengkap.

Mari kita fokus saja kepada kebangaan dengan berbagai cara kreatif untuk tetap mensuport sang SuperElja. Semoga ada layar besar di luar stadion dan tentunya ada loket tiket meskipun dilarang memasuki stadion sekaligus saksi 90 menit momen apa saja yang terjadi di pertandingan tersebut. Tetap semangat kawan, meskipun ini sulit dihadapi. Jangan larut akan kesedihan dan usap air matamu  ini untuk terus menatap asa. Berdoalah agar para penguasa membuka hatinya untuk kebaikan sepakbola Indonesia.

Tetap Tegakkan Kepala, Kawan! Sleman till we die!

Komentar