Cerita

This is Busari!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Namanya mungkin tak setenar Atep di Persib Bandung atau Fadil Sausu di Bali United. Tapi karirnya di persepakbolaan Indonesia kiranya tak bisa disepelekan. Namanya sempat melambung kala membawa Persiba Bantul berjaya beberapa tahun silam. Usianya tak lagi muda, namun semangat juangnya tak kunjung padam. Saat ini ia dipercaya memimpin rekan-rekannya dalam 11 pemain awal salah satu tim Liga 2.

Busari mulai memperkuat super elja kembali pada awal tahun 2016 kala PSS Sleman mengarungi kompetisi ISC-B. Awalnya, penampilannya nampak biasa saja seperti pemain yang tak punya keistimewaan. Detik demi detik, menit demi menit berjalan, ia mulai menunjukan grafik meningkat.

Kiprahnya mampu membawa laskar sembada tampil hingga partai puncak pada gelaran ISC-B 2016. Tendangan spektakuler dari jarak jauh mungkin salah satu golnya yang paling diingat Sleman Fans. Tendangan kerasnya dari tengah lapangan tak mampu dibendung Tema Mursadat dan sekaligus membawa super elja melaju ke babak semi final.

Karirnya berlanjut di Liga 2 Indonesia 2017 dan masih bertahan bersama Elang Jawa. Pelatih baru PSS Sleman musim ini nampak masih mempercayakan ban kapten kepadanya. Pengalamannya di liga Indonesia menjadi salah satu faktor mengapa ia ditunjuk sebagai kapten tim. Di awal kompetisi ia sempat dibekap cidera sehingga belum bisa tampil memperkuat Super Elja.

Setelah terlepas dari cidera ia diberikan kesempatan bermain dan hasilnya sangat bagus untuk tim ini. Nyatanya sejak Busari kembali bermain, performa elang jawa selalu menanjak pasca kekalahan di pertandingan awal melawan PSCS Cilacap.

Dari 13 laga yang dimainkan PSS Sleman, ia sudah bermain 10 kali dengan 2 gol indah yang ia ciptakan. Di sepanjang Liga 2 kali ini, ia tampil konsisten seiring cemerlangnya penampilan Dirga Lasut. Pria kelahiran Kendal 30 tahun silam nampaknya sangat menikmati perannya di lini tengah Super Elja bersama Dirga dan Arie Sandy. Kunci rekor apik PSS Sleman tak lepas dari kinerja trio gelandang ini. 2017 ini. PSS Sleman sangat beruntung memiliki pemain sektor tengah yang luar biasa tangguh. Bisa dibilang lini tengah kali ini adalah yang terbaik.

Sebelumnya Busari pernah memperkuat Laskar Sembada pada tahun 2006 sampai 2008. Kemudian sempat mentas bersama Madura United di kasta teratas liga Indonesia. Sebuah regulasi lucu yang dikeluarkan federasi tentang pembatasan usia muda sempat membuat ia khawatir tentang karirnya. Federasi membatasi maksimal 5 pemain dengan usia lebih dari 25 tahun untuk. Seakan lupa, bahwasanya tak ada batasan umur untuk mencapai sebuah prestasi.

Semoga performa apik Busari mampu membawa PSS Sleman promosi ke kasta teratas. Sosok pemimpin yang tepat dengan pengalaman yang hebat. Ayo Busari!

Komentar