Berita

Tidak Tampil Full Team, PSS Tersungkur di Martapura

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dalam lanjutan pekan ke-16 Liga 2 musim 2018, PSS Sleman gagal meraih poin dalam lawatannya ke Tanah Borneo. Menghadapi Martapura FC di Stadion Demang Lehman pada hari Jumat (15/9) Super Elja harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Gawang Stya Beni terlebih dulu bobol oleh tendangan bebas Aditya Putra Dewa. Bola hasil sepakannya meluncur ke tiang jauh sekaligus memecah kebuntuan. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga paruh pertama usai.

Gol tersebut menurut Seto Nurdiantoro mempengaruhi permainan PSS Sleman. Ia sebelumnya sudah memberikan peringatan kepada anak asuhnya tentang akurasi bola mati pemain Martapura tersebut. “Gol yang pertama bikin agak down. Saya sudah ingatkan jangan bikin banyak pelanggaran di dekat kotak penalti,” ungkap Seto.

Di babak kedua, Martapura FC kembali menambah dua angka. Gol kedua dicetak oleh Rahel Radiansyah pada menit ke-63. Sedangkan Agus Setia Wibowo menutup pesta gol tuan rumah pada menit akhir laga melalui serangan balik yang ditengarai merupakan salah satu pengaruh dari kartu merahnya salah satu gelandang pemutus serangan Laskar Sembada, Taufiq Febriyanto

Tentang laga, Seto berpendapat berlangsung sangat menarik. Hanya saja soal pemanfaatan peluang menjadi pembeda antara kedua tim. “Sore ini kedua tim saling menyerang, cuma kami tidak bisa memanfaatkan ada beberapa peluang. Sementara Martapura bisa memanfaatkan peluang-peluang yang terjadi walaupun tidak begitu banyak,” tutur pelatih 44 tahun itu seusai laga.

Hal senada diamini oleh Rangga Muslim sebagai perwakilan pemain pada sesi konferensi pers sore itu. Ia menambahkan bahwa kekalahan atas tim asal Kalimantan itu wajib dijadikan pelajaran untuk skuat PSS Sleman. Kekalahan itu juga membuat Seto menginginkan perbaikan di barisan pertahanan. “Ini buat pembelajaran buat kami, mungkin evaluasi untuk lini belakang,” ujarnya.

Selain lini pertahanan, menurut Seto, lini tengah juga menjadi sorotan. Ketidakhadiran Ilhamul Irhaz karena akumulasi kartu kuning dan Dave Mustaine yang belum pulih dari cederanya menjadi penyebabnya. “Kami tidak full team. Kami kehilangan dua gelandang pengatur serangan. Itu yang membuat sedikit di babak pertama kami tidak berkembang,” Seto menjelaskan.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng