Opini

Tiga Hal yang Bisa Dilakukan Seto Jelang Babak 8 Besar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman berhasil memastikan langkahnya ke babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2018 setelah mampu meraih poin penuh dalam lawatan mereka ke Stadion Semeru dalam gameweek ke-19 lalu (30/09).

Super Elang Jawa dipastikan lolos karena memilki selisih 10 poin dengan penghuni peringkat ke-5 klasemen. Sedangkan tim yang berhak lolos adalah tim yang berhasil menduduki peringkat pertama hingga keempat. Ditambah lagi pertandingan fase grup putaran kedua ini tinggal menyisakan 3 pertandingan lagi. Ini artinya, posisi Laskar Sembada sangatlah aman dan tidak akan terkejar dari peringkat ke-5 klasemen.

Menang di Lumajang, Tiket Delapan Besar Sudah Digenggam

Kemenangan di laga away tersebut setidaknya membawa angin segar bagi pecinta sepakbola Sleman. Bagaimana tidak, musim ini Super Elja harus bersaing ketat dengan tim-tim unggulan di Grup Timur. Tak hanya itu, PSS sering tampil dengan kondisi pemain yang seadanya akibat badai cedera.

Setelah akhirnya benar-benar melangkah ke fase 8 besar, coach Seto bisa melakukan 3 hal ini jelang menghadapi babak selanjutnya nanti.

  1. Rotasi Pemain

Biasanya tim pelatih akan melakukan rotasi pemain ketika timnya sudah berhasil mendapat tempat di babak selanjutnya. Hal ini berguna untuk mengistirahatkan penggawa utama maupun penyegaran dan memainkan para pemain yang jarang tampil agar mendapat menit bermain yang lebih. Selain itu, mengistirahatkan skuat utama juga berdampak baik untuk menyeimbangkan komposisi pemain yang ada agar apabila nantinya terdapat pemain yang cedera, tidak ada sistem permainan yang terganggu.

  1. Tetap Memainkan Skuat Utama

Hal ini juga sering diterapkan pelatih-pelatih di luar sana. Meskipun timnya sudah pasti lolos ke fase selanjutnya, tim pelatih masih berkeinginan memainkan skuat utama guna memantapkan pola permainan agar tidak layu saat berada di fase selanjutnya.

Artinya, pola permainan yang kurang rapi dan tidak sesuai harapan pelatih mampu dibenahi dalam 3 pertandingan tersisa. Kita masih ingat Didier Deschamps kala menahkodai Perancis di Piala Dunia 2018. Ia tetap menggunakan pemain andalannya di pertandingan terakhir fase grup agar permainan Perancis tidak mengendur dan terjaga ritmenya.

  1. Mulai Mengincar Amunisi Baru

Pilihan selanjutnya adalah mulai memikirkan untuk menambah amunisi baru guna melengkapi skuat yang ada. Karena jendela transfer Liga 2 Indonesia akan dibuka kembali jelang bergulirnya fase delapan besar.

Mengapa hal ini harus dilakukan sekarang? Jawaban yang paling sederhana adalah untuk merancang permainan yang dibutuhkan dan agar tidak kehilangan momentum dalam merebutkan sosok pemain baru. Kita boleh berasumsi bahwa dalam jendela transfer pada peruh musim lalu, pembelian pemain baru bisa dinilai belum memuaskan.

Jodi yang diplot sebagai palang pintu lini belakang justru malah didera cedera lamanya yang kambuh kembali. Di lini tengah, sosok Taufiq Febrianto belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan. Namun begitu, yang cukup mengesankan adalah kembalinya El Loco yang justru membuat permainan Super Elja jadi lebih berwarna karena peran dan pengalamannya.

Tiga hal tersebut bisa dilakukan coach Seto untuk menatap fase selanjutnya. Kabarnya, babak 8 besar akan digelar dengan sistem grup dan home-away. Mungkin tahun lalu bisa dijadikan pembelajaran yang sangat berharga agar tidak gagal kembali di musim ini. Dan pada akhirnya, musim ini adalah ujian sesungguhnya untuk para pemain beserta tim pelatih.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya