Berita

Tujuh Fakta Menarik Seputar Laga Melawan Persibat Batang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Senin petang 7 Agustus 2017 lewat akun official twitter PSS Sleman, mengabarkan bahwa 2 laga kandang Super Elja boleh dihadiri suporter. Pasca hukuman yang diberikan Komisi disiplin PSSI Juli lalu dengan melarang semua sisa laga PSS Sleman di fase grup, praktis membuat Sleman Fans kecewa.

Namun sore itu asa Sleman Fans untuk mengawal sang kebanggaan terwujud sudah meskipun hanya 2 laga kandang.

Di bawah panas terik matahari, pertandingan nampak berjalan dengan tempo sedang. Laga yang berakhir dengan skor 3-0 untuk PSS Sleman ternyata memunculkan fakta menarik seputar pertandingan PSS Sleman yang menghadapi tamunya Persibat Batang. 7 fakta ditemui di awal pertandingan hingga akhir laga.

  1. Distribusi Tiket

H-1 PSS Sleman mengumumkan laga ke 11 ini boleh dihadiri suporter dan penonton. Membuat Panpel sedikit panik mengingat kurang dari 24 jam puluhan ribu tiket harus segera dicetak.

Benar saja, Panpel baru menjual tiket sekitar pukul 13.00 WIB, yang artinya molor dari estimasi waktu yang diumumkan sebelumnya. Sleman Fans seyogyanya memaklumi keterlambatan distribusi tiket karena pertandingan ini sangat dibilang β€œmendadak”.

Bukan hanya masalah tiket, pihak keamanan masih nampak kebingungan terhadap aturan atribut yang dipakai Sleman Fans. Banyak yang mengira pertandingan sore itu berlangsung tanpa atribut.

Beberapa sleman fans yang datang memakai jersey nampak masih menunggu diluar pagar masuk menunggu kebenaran informasi tersebut. Wajar saja, serba mendadak memang sore itu ditambah koordinasi dari panpel yang masih kurang. Semoga tidak terjadi kembali.

  1. Stadion tak terlalu ramai

Pertandingan sore itu memang berlangsung bukan di akhir pekan. Membuat siapa saja yang sedang sibuk beraktifitas tak dapat meluangkan waktunya ke stadion.

Ditambah pertandingan sore itu disiarkan langsung oleh stasiun tv pemegang hak siar. Tepat pukul 3 sore pertandingan berjalan seluruh isi stadion nampak tak rapat. Hingga turun minum, beberapa Sleman Fans nampak mulai hadir. Namun chants chants tetap bergemuruh sepanjang laga berlangung.

  1. Permainan monoton

Permainan kedua kesebelasan sepanjang 90 menit nampak membosankan. Tak biasanya permainan super elja seperti ini. Banyak sekali kesalahan dasar terjadi, baik umpan pendek dan umpan silang khas laskar sembada.

Rossi dan Imam Bagus sore itu nampak kurang tampil maksimal. Terbukti beberapa kali kesempatan menembus kedalaman lini pertahanan Persibat selalu gagal. Beberapa kali peluang emas Riski juga masih jauh diatas mistar gawang. Permainan kurang berkembang sehingga nampak terlalu monoton.

  1. Pecah telor

Sore itu mungkin harinya Mardiono dan Kito yang akhirnya mampu mengakhiri puasa gol. Kito yang sebelumnya mengisi skuat 11 inti di putaran pertama baru bisa mencetak gol sore kemarin (8/8). Sebelumnya performa Kito dinilai tampil kurang konsisten sehingga di putaran kedua ia lebih sering menjadi super subs.

Lain halnya Nono sapaan akrab pria bernomor punggung 99 ini akhirnya mencetak gol dari 3 laga yang ia jalani. Mardiono nampak belum mampu menembus skuat inti sejak ia resmi berkostum PSS Sleman. Dua laga sebelumnya ia belum terlihat spesial meskipun beberapa peluang ia ciptakan. tiga pertandingan terakhir bisa jadi coach FM akan memasangnya di 11 pertama.

Satu lagi gol dicetak oleh Bagus Nirwanto. Itu juga merupakan gol perdana yang dicetak oleh bek kanan yang tak tergantikan di PSS sepanjang musim ini. Gol pertama yang memanfaatkan umpan Dirga Lasut ini mengawali pesta tiga gol ke gawang Persibat Batang.

  1. Bukan harinya Dirga Lasut

Beberapa pertandingan terakhir Dirga Lasut menjadi sosok istimewa di kubu Super Elja. Tampil dengan performa terbaik hingga ia mampu mencetak banyak gol. Namun sore itu ia tak lagi tampil se-impresif sebelumnya. Banyak sekali passing tak akurat ditambah banyaknya peluang yang gagal ia konversikan menjadi gol.Β  Ayo Dirga!

  1. Rekor Syahrul

Lagi-lagi Syahrul tak memungut bola di gawangnya yang sebelumnya rekor pecah kala menjamu Persibas di Maguwoharjo. Meski bukan rekor beruntun, ia membuat rekor sendiri dengan clean sheet di 9 pertandingan. Sebuah pencapaian bagus rupanya, sehingga sosok Try Hamdani kian sulit menggantikan perannya.

  1. Daniel Roekito

Pekan ke 11 ini membuat sosok pelatih berpengalaman itu kembali ke Sleman. Beliau disambut hangat oleh publik Sleman karena memang pernah melatih skuat Elang Jawa 12 tahun silam.

Beliau kembali dengan menahkodai skuat Persibat meskipun harus mengakui skuat Elang Jawa kali ini. Di akhir laga, announcer menyebut-nyebut namanya dengan iringan tepukan tangan Sleman Fans. Lambaian tangannya mengarah ke semua sudut stadion seakan membawa kesan nostalgia. Thanks Coach!

Kemenangan sore itu membuat langkah menuju 16 besar sudah terwujud. PSS Sleman menjadi tim pertama yang memastikan langkahnya ke babak 16 besar. Semoga tren positif ini akan tetap berlanjut hingga pertandingan puncak. Tetap fokus para punggawa!

SALAM SUPER ELJA!

Komentar