Cerita

Urgensi dan Signifikansi Sebuah Bus

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Keputusan manajemen PSS Sleman untuk membeli moda trasnportasi baru berupa sebuah bus menimbulkan banyak opini di kalangan netizen Sleman. Hal tersebut terjadi setelah pada hari Kamis, 8 Juni 2016 kemarin akun Twitter resmi klub merilis sebuah gambar berupa interior bus baru tersebut.

Manajemen memiliki alasan khusus mengapa membeli bus dengan aksen warna orange yang sangat dominan tersebut. Penghematan anggaran untuk kebutuhan operasional tim, baik sebagai penunjang ketika latihan maupun untuk pertandingan tandang dirasa mampu tereduksi hingga 50%.

Selain itu menurut Dirut Operasional PT. PS, Drs. Rumadi, nantinya bus tersebut jika tidak sedang terpakai dapat disewakan kepada biro atau agen perjalanan untuk menambah pemasukan.

Banyak hal yang tidak kita semua tahu tentunya tentang detail pembelian bus tersebut. Mana yang hendak didahulukan, bus sebagai moda transportasi dan identitas klub atau sebagai sarana untuk mencari pemasukan tambahan?

Dalam 2 bulan terakhir, setidaknya ada 2 klub besar Liga 1 yang juga meluncurkan bus baru mereka yakni Persija Jakarta dan Persib Bandung. Kedua tim tersebut sama-sama meluncurkan bus dengan warna dan motif kebesaran masing-masing, orange, dan biru. Sangat gagah dan berkarakter tentunya.

Sebelumnya, pada tahun 2015, saya juga pernah melihat secara langsung bus milik Persepam-MU yang berwarna merah dan bertuliskan “Laskar Sape Ngamok” senantiasa mengantar tim dari Pulau Madura tersebut hilir mudik dari Hotel Merdeka menuju Stadion Wilis Madiun.

Mungkin apa yang menjadi kegamangan netizen Sleman juga seperti apa yang saya rasakan. Mengapa bus tersebut tidak di­-branding­ sesuai karakter PSS Sleman seperti tim-tim tersebut di atas? Tentu akan lebih gagah dan enak dipandang tentunya.

Namun, ada banyak pertimbangan di sini. Salah satunya tentu adalah faktor keamanan bus dan apa yang diangkut di dalamnya. Kita semua paham betul kondisi dunia suporter di wilayah DIY-Jateng yang walau tidak sedang panas ya setidaknya selalu hangat seperti tahi ayam. Terkadang tidak hanya angkutan rival yang diserang, namun bisa saja bus pemain lawan juga menjadi sasaran kebrutalan.

Selain itu, jika hendak disewakan tentu akan banyak pihak berpikir ulang karena jika corak bus tersebut berafiliasi pada sesuatu yang tidak disukai kelompok lain, akan membahayakan keselamatan si penyewa tentunya.

Oleh karenanya, tidak elok rasanya jika mengedepankan ego kita semua hanya demi melihat bus berwarna hijau dengan tulisan Super Elang Jawa tercetak di badan bus. Siapa yang tak senang?

Kita semua tahu bahwa keselamatan tim jadi hal yang paling utama. Toh, yang terpenting bukan penampilan luarnya, namun apa yang ada di dalamnya bukan? Punya bus pribadi saja sudah bersyukur ketika melihat tim lain hanya sanggup meminjam dan menyewa.

Kita berdoa saja agar pada akhir musim bus tersebut berganti corak dan terbuka atapnya sembari mengelilingi kabupaten tercinta ini dengan penuh tawa. Aamiin.

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...