Berita

Usai Menimba Ilmu di Spanyol, Seto: Kita Tertinggal Terlalu Jauh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pelatih Kepala PSS Sleman, Seto Nurdiantoro baru saja mengikuti rangkaian program pelatihan lisensi AFC-Pro di Spanyol beberapa waktu yang lalu. Karena hal tersebut, Seto tidak dapat memimpin anak asuhnya kala PSS Sleman berlaga dalam Celebration Game dan leg pertama Piala Indonesia.

Seusai mendampingi anak asuhnya berlaga di lanjutan Piala Indonesia pada Kamis (31/01) malam lalu, ia menuturkan kisahnya selama menimba ilmu di Negeri Matador, Spanyol.

“Kalau kita bandingkan, kita (tertinggal) terlalu jauh. Alaves bukan tim kaya, tapi menurut kami mereka melakukan pembinaan secara luar biasa,” terang Seto.

Ia menceritakan bahwa Alaves yang menjadi lokasi menimba ilmu bukanlah tim kaya raya macam Real Madrid atau Barcelona.

“Jika di Eropa, mereka tim sangat miskin. Tapi metodologinya yang sangat bagus. Ini yang kita harus pelajari. Kalau masalah teknis di lapangan sebenarnya hampir sama, cuman bagaimana me-manage semuanya itu yang saya pikir tambahan ilmu,” tambah Seto.

Ditanya mengenai seberapa sulit untuk menerapkan ilmu-ilmu tersebut di Indonesia, Seto turut memberikan jawaban. “Artinya begini, kita melihat pelatih mereka di akademi dari usia 11 tahun sampai 23 tahun itu pelatihnya (berlisensi) UEFA-Pro semua. Dari pelatih kepala sampai asisten (berlisensi) A-Pro dan mereka mengambil spesifiknya di sana. Sementara kita aja belum ada yang AFC-Pro,” tambah Seto.

Pada intinya, banyak hal yang harus dibenahi untuk sepakbola Indonesia yang lebih berprestasi. Dari soal pembinaan hingga urusan klub yang jauh lebih profesional. Memang langkah sepakbola Indonesia terbilang sangat lambat, namun setidaknya masih ada waktu untuk merubah hal tersebut menjadi sebuah impian dan cita-cita masyarakat pecinta bola tanah air. Kita juga berharap kepada sosok Seto untuk setidaknya memberikan perubahan kepada sepakbola di Sleman pada khususnya meskipun secara perlahan.

Komentar
Bagus Ananditya

Penikmat ketela bakar ketika waktu Maghrib tiba. Bisa ditemui di akun @BagusAnanditya

Comments are closed.