Cerita

Welcome Back Dave Mustaine

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dalam waktu kurang dari sepekan, PSS Sleman harus kehilangan dua pemain tengahnya. Pertama PSS harus rela kehilangan Andik Rahmat yang mengundurkan diri dari tim. Tidak lama berselang, Candra Luckmana harus menepi sampai akhir musim karena cedera tempurung lutut. Menurut keterangan tim medis PSS, Candra harus beristirahat sampai akhir musim.

Untuk lini tengah, coach FM hampir selalu memasang Busari, Dirga Lasut dan Arie Sandy. Walaupun 2 pemain di atas bukanlah pemain ini, namun tetap saja hilangnya 2 pemain ini membuat skuat PSS menjadi timpang. Saat ini, PSS hanya memiliki satu orang pelapis di lini tengah yaitu Wahyu Sukarta. Namun dengan jalannya kompetisi yang masih panjang, sangat riskan jika PSS hanya mempunyai satu pelapis.

Hal ini bukan tanpa alasan. Permainan keras yang kerap ditunjukkan oleh lawan-lawan PSS Sleman, membuat para pemain PSS rentan cidera. Sebagai contoh ketika bermain melawan PSGC, 2 bek tengah PSS (Waluyo dan Jodi K) harus ditarik keluar karena cedera.

Hilangnya 2 bek memaksa coach FM harus menarik mundur Arie Sandy ke posisi bek. Arie Sandy memang nyaman bermain di posisi tersebut, namun yang menjadi masalah adalah pos yang ditinggalkannya. Ketika Arie dipasang menjadi bek , masuknya Wahyu Sukarta di lini tengah, maka PSS tidak memiliki stok pemain tengah di bench.

Jika komposisi ini (Arie Sandy menjadi bek) terjadi sejak menit awal, akan sangat beresiko ketika ada satu pemain tengah yang cidera. Apalagi kita tau, bahwa kompetisi Liga 2 baru berjalan setengah musim.

Dengan keadaan yang ada saat ini, PSS harus segera mengembalikan kestabilan di dalam skuat. Idealnya, satu pemain keluar harus diimbangi dengan satu pemain masuk.

Manajemen langsung bergerak cepat, Dave Mustaine langsung didatangkan ke Bumi Sembada. Dave adalah salah satu pemain PSS di ISC B tahun lalu. Setelah sempat hengkang ke Persegres Gresik, Dave kembali ke skuat Super Elja. Sebelumnya, Dave mengundurkan diri dari tim Persegres karena jarang dimainkan.

Lalu apakah tepat langkah manajemen untuk menggaet pemain jangkung ini? Ada dua hal yang harus kita perhatikan. Pertama, menggaet Dave yang notabene sudah pernah berseragam PSS adalah hal yang tepat. Dave tentu sudah tidak asing dengan PSS, dari para pemain ataupun jajaran manajemen. Dave tidak perlu beradaptasi di PSS, rekan-rekannya seperti Busari, Dirga, Kito, Riski masih berada di dalam skuat. Tinggal memerlukan sedikit waktu bersama di lapangan untuk kembali menyatukan visi bermain.

Dave bisa meramaikan persaingan lini tengah PSS, membuat pemain lain tidak berada di zona nyaman. Selama ini persaingan lini tengah yang tidak merata membuat pemain yang langganan inti akan tetap bermain sejak awal walaupun bermain buruk pada pertandingan sebelumnya. Dengan adanya Dave yang memiliki skill di atas rata-rata, membuat pemain lain lebih giat berlatih untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk dipasang sejak awal.

Kedua, rekam jejak Dave beberapa bulan belakangan juga harus kita perhatikan. Di Persegres Dave lebih sering berada di bangku cadangan, bahkan kadang tidak masuk ke bench. Hal ini tentu berpengaruh terhadap mental sang pemain. Tidak merasakan pertandingan kompetitif dalam rentang waktu tertentu akan mempengaruhi permainan seorang pemain secara keseluruhan. Akan butuh waktu untuk bisa kembali ke permainan terbaiknya.

Setiap pelatih tentu mempunyai  pandangan tersendiri terhadap tiap pemain. Saat Dave meninggalkan Sleman, jabatan pelatih kepala masih dipegang oleh Seto Nurdiyantoro. Saat itu Dave selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi pos gelandang serang. Saat ini PSS diasuh oleh coach Fredy Mulli, yang mempercayakan Dirga Lasut untuk mengisi posisi di belakang striker. Hal ini akan menjadi tantangan bagi Dave, untuk mendapatkan kepercayaan dari coach Fredy Mulli.

Idealnya, PSS harus menambah 2-3 pemain lagi untuk mengisi beberapa pos, seperti lini tengah dan lini belakang. Namun, melihat kebutuhan tim, pos yang paling mendesak saat ini adalah posisi gelandang tengah. Pada akhirnya, penulis menilai mendatangkan Dave Mustainee adalah langkah tepat. Dave bisa menambah kekuatan lini tengah PSS yang saat ini sedang timpang. Semoga Dave cepat menemukan performa terbaiknya, seperti saat membawa PSS mencapai ISC B.

Welcome Back, Dave.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad