Opini

Wujudkan Mimpimu ke Liga 1 Bersama Super Elja, Yericho!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Nama Yerico Christiantoko tidak begitu asing bagi pencinta sepakbola Indonesia. Dia mulai dikenal ketika tergabung ke dalam tim SAD yang berguru ke Uruguay.

Dia pun sempat merumput di Eropa bersama CS Vise. Klub divisi bawah Liga Belgia yang juga dimiliki oleh keluarga Bakrie.

Sebagai seorang bek kiri, Yericho bisa bermain apik. Kaki kiri sebagai kaki terkuatnya liat mengolah bola dan mengirimkan umpan.

Bersama Syamsir Alam, dia sempat dipanggil ke timnas U23 yang berlaga di SEA Games Jakarta 2011. Dia pun masuk ke tim utama, beda dengan Syamsir yang terdepak di saat akhir.

Kala itu Owik, begitu dia biasa dipanggil, tengah merintis karier di Belgia. Semua dipersiapkan. Berada di klub Eropa tentu punya standar yang bagus.

Tidak hanya berlatih, asupan gizinya juga dijaga. Dia yang tinggal bersama Alfin Tuasalamony selama di Vise punya kewajiban untuk mengonsumsi sejumlah protein guna memperkuat masa ototnya.

Sayangnya, masa-masa di Vise adalah baik sekaligus buruk bagi Owik. Dia sulit memperoleh menit bermain hingga mengalami cedera lutut yang kemudian memaksanya kembali ke Indonesia.

Dia lantas bergabung dengan Arema, klub yang dia idolakan sejak anak-anak dan tempatnya merintis karier sebelum bergabung dengan SAD.

Sebagai arek Malang tentu Yericho bersemangat membela Arema. Sayang dia gagal memperoleh banyak kesempatan tampil, lututnya belum sembuh benar.

Masa buruk kala itu tidak hanya menyangkut fisiknya, mentalnya ikut drop dengan kondisi karier yang terjun bebas.

Bermaksud menerima kenyataan dan mencoba untuk tetap memelihara asa bermain sepakbola, Yericho memilih menerima pinangan klub kasta kedua seperti Persekam Metro FC dan PSBK Blitar pasca-dilepas Arema medio 2014.

Dia tak pernah berhasil kembali memikat hingga akhirnya dia memutuskan untuk operasi lutut. Bukan pilihan mudah tentu saja karena operasi bisa jadi gagal.

Kembali pasca-operasi juga bukan perkara mudah. Kesiapan mental jadi kunci dan Yericho seperti yang sudah dilaluinya, tak putus asa karena nasib buruk.

Dia sempat bermain untuk PSIR Rembang di Piala Kemerdekaan 2015. Fase awalnya kembali ke lapangan hijau.

Tapi, langkah yang paling dia syukuri adalah ketika memilih menerima kontrak dari 757 Kepri Jaya.

Di bawah asuhan Jairo Matos, Yericho kembali menemukan sentuhannya. Jairo, yang pada mulanya adalah seorang pelatih fisik tentu tahu betul bagaimana membangun fisik pemain yang kokoh.

Di Kepri, Yericho kembali. Menemukan kembali dirinya yang sehat seperti sediakala dengan lutut yang kuat berlari dan mengolah bola selama 90 menit.

Musim lalu dia juga jadi pilihan utama di Kalteng Putra yang berlaga di Liga 2. Penampilan yang kemudian membuatnya dikontrak oleh Pusamania Borneo FC.

Sayang mimpi Yericho untuk tampil di Liga 1 belum bisa terlaksana karena oleh Borneo dia dipinjamkan ke PSS yang notabene bermain di Liga 2.

Hal itu tentu mengecewakan namun selayaknya disikapi dengan bijak. Di Sleman, Yericho bisa memantapkan kariernya.

Dia bisa jadi pilihan pertama di sektor bek kiri karena Heri Kiswanto belum lama ini menyatakan menginginkan bek kiri dengan kaki kidal. Walau tentu saja Owik masih perlu bekerja keras untuk memperoleh kepercayaan.

Yericho, mimpimu bermain di Liga 1 belum tercapai saat ini. Tapi, mimpi itu yang juga dimiliki oleh PSS dan Sleman Fans.

Bagaimana jika kita bahu membahu untuk membawa Super Elja ke Liga 1? Jadilah bagian skuat juara 2018 yang akan membawa Super Elja terbang tinggi dan mengamankan tiket lolos ke Liga 1 musim 2019.

 

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...